Persahabatan Dunia Lain

Persahabatan Dunia Lain
S2. Bertemu Khodam ku yang sebenarnya


Akhirnya aku sampai di rumah, mulai masuk kamar dan menulis tulisan yang belum selesai di tulis, Berapa menit kemudian akhirnya selesai.


"Selesai juga akhirnya," gumamku.


Ponselku tiba-tiba berbunyi, aku mencoba mengambilnya dan mengangkatnya.


"Hallo ini siapa?" kataku yang tak asing dengan suaranya.


"Hallo Lan, ini Dimas!"


"Oooooo ada apa mas!"


"Aku boleh tanya sama kamu?"


"Tanya apa?"


"Kamu anak indigo yah, aku liat banyak teman-teman di sekelilingmu,"


Aku mulai kaget yang bisa melihat dion itu dulu teman SMP ku fajrin, selebihnya tidak bisa?"


"Kamu bisa liat mereka?"


"Iaaa Lan, aku sama sepertimu, dan aku yakin kamu ada sangkut pautnya dengan masa laluku?"


"Kamu percaya dengan cerita Renkarnasi?" sambung Dimas.


"Aku kurang tau soalnya aku belum menemukan hal semacam itu dalam hidupku,!"


"Coba Lan cari tau tentang dirimu siapa kamu dulunya?"


"Maksudnya gimana?"


"Setiap anak indigo biasanya mempunyai cerita di masa lalunya dia siapa dan terlahir kembali yah sama seperti renkarnasi!"


Aku terdiam, aku mulai binggung dengan ucapan Dimas.


"Kamu bisa vi'ar?"


"Vi'ar apa itu?"


"Vi'ar itu seperti kita melepas sukma"


"Ooooooo..... seperti meraga sukma gitu,!"


"Ia, istilah kerennya atau istilah sekarang di sebut Vi'ar, kalau kamu bisa melihat masa lalu orang dan melihat kejadian di masa lalu berti kamu lagi Flash back,!"


"Oooo gituu, trus kalau aku bisa kenapa"


"Coba cari tau siapa kamu dulunya siapa tau kita ada keterikatan satu sama lain."


"Ya nanti dimas, aku lagi malas untuk berfikir lagi, udah dulu yah aku mau istirahat dulu"


"Ia Lan,"


Aku mengakhiri telepon dengan dimas, kembali untuk beristirahat, membaringkan tempat tidurku, sambil berfikir maksud dari kata-kata Dimas.


"Dion maksudnya Dimas apa??"


"Aku juga enggak paham Lan maksudnya apa, nanti juga seiringnya jalannya waktu bakal ketemu maksud si Dimas itu,"


"Ya sudah Lan aku mau tidur dulu ngantuk,"


"Ya udah tidur sono,"


Di dalam tidur aku merasa di ingatkan kenangan masa kecilku, aku selalu merasa ada yang mengawasi aku namun ia tidak pernah melihatkan wujudnya seseorang laki-laki muda tapi aku masih ingat lelaki itu selalu membantu aku dari hal-hal berbau mistik, misalkan di ajak mahluk lain ke alamnya di gangu mahluk lain dia selalu membatu tapi sampai sekarang aku tidak pernah melihat wajahnya secara jelas ia seperti memakai jubah putih tapi jubahnya seperti dari kerajaan cina dan di sampingnya sosok naga merah,


Aku mulai terbangun dari tidur bermimpi masa kecilku dan seseorang itu.


"Siapa yahh dia apa dia khodam sejatiku yang sebenarnya," batinku bergumam.


Aku tidak memperdulikan hal itu menurutku mungkin itu hanya bunga tidur namun setiap aku tidur mimpi itu selalu terulang-ulang kembali setelah Dimas ada di kehidupan aku, aku selalu bermimpi seseorang pria itu dari kecil namun parasnya tidak jelas, sampai jiwa ingin tahu ku mulai tinggi aku mencari tahu ada apa di diriku sebenarnya. Yang tadinya aku muak dengan Dimas aku perlu bantuannya untuk mencari tahu ada apa sebenarnya di diriku ini,


Hingga aku menchat Dimas,


"Dimas pulang kerja kamu sibuk enggak?"


"Enggak Lan kenapa?" balas chat ku


"Ada yang mau aku omongin?"


"Ya udah nanti kita ketemuan di rumah makan aja yah, aku yang teraktir deh, biar enak ngomongnya,"


"Oke rumah makan mana?"


"Yang biasa jadi langganan mu!"


"Emang kamu tahu?"


"Ya aku tahu lah"


"Oke," berhenti membalas chat Dimas.


"Tu anak ternyata diam-diam selalu memperhatikan aku yah," gumam batinku.


"Udah lama nunggunya Lan?" tanya Dimas yang baru saja datang.


"Enggak kok baru aja datang,"


"Kenapa Lan tumben nih ngajakin ketemuan,"


"Ada yang mau aku omongin, jujur semenjak ketemu kamu aku selalu bermimpi di masa kecilku tapi di sana aku merasa ada seseorang yang selalu menemani aku dan jagain aku, tapi anehnya dia engak bisa aku liat selalu samar-samar,"


"Mungkin itu inti khodam mu Lan,?


"Maksudnya?"


"Kebayakan anak indigo dari lahir sudah mempunyai inti khodam penjaganya masing-masing sampai ia bertumbuh besar akan bayak yang mau jadi teman dan khodam pendampingnya."


"Nah terus kenapa aku enggak bisa liat,"


"Mungkin belum Lan, belum saatnya, Kamu udah dapat siapa kamu,"


"Enggak ada, aku mencari tahu yang muncul ingatan aku di masa kecil bersama dengan orang itu,"


"Ini pesanannya mba," pelayan mengantarkan pesanan.


"Ia terimakasih,"


"Kok aneh yah, kamu bisa melihat sahabatku?"


"Ia sahabat kamu kebanyakan cewe, sama yang ada di tubuh mu juga cewe pantas saja logat kamu kaya wanita,"


"Enak saja kamu Lan, sama saja kamu juga ke banyakan cowo di luar tubuh dan di dalam tubuhmu, pantesan kamu kaya cowo,"


"Eh tunggu bentar sejak kapan aku punya di dalam tubuh, semua temanku berada di luar?"


"Ia di dalam tubuh mu Lan, tiba-tiba kepalaku pusing baget Lan melihat itu,"


Dimas memejamkan matanya tubuhnya tak mampu iya kendalikan.


Dimas menatap ku memegang wajahku.


"Akhirnya aku menemukanmu Mas Arya brama Sena,"


"Waduhhh..... Dimas sadar?" menepuk-nepuk pipinya agar sadar.


"Masih ingat aku mas, aku kirana?"


Karena kesal melihat tingkah laku Dimas aku mengambil gelas air ku laku aku siramkan ke kepala Dimas, dan beberapa menit kemudian Dimas mulai sadar.


"Kamu kenapa sih Lan, kok siram aku, basah semua ini!.


"Hahahahah...... maaf yah Dimas lagian kamu tadi aneh enggak sadarkan diri aku malau orang-orang pada ngeliatin aku karena tingkah laku kamu,"


"Wulan,,,ulan aku enggak tau rasanya yang ada di dalam tubuhku meronta-ronta pas ngeliat khodam di dalam tubuhmu,"


"Aku paham sekarang yang punya keterikatan di masa lalu itu bukan kamu atau aku tapi Khodam kita,"


"Yahh mungkin saja, coba kamu nanti ajak berkomunikasi, bajuku basah ini gara-gara kamu pulang-pulang masuk angin aku?"


"Maaf,,, maaf lagian kamu aneh, kamu enggak tau tadi di saat kamu enggak sadar tingkah laku kamu kaya wanita di liatin banyak orang betapa malunya aku,"


"Ya udah lah aku mau makan habis itu aku mau pulang,"


"Maaf yah Dimas!"


"Ia... ia.... aku maafin kok,"


"Oke makasih yah besok kita mulai petualangan kita ke rumah horor."


"Jujur yah Lan, aku sebenarnya takut, aku enggak mau ikut"


"Hufttt...... sebenarnya kamu ini cewe atau cowo sih kamu enggak ikut yang ada oak teguh ngamuk enggak cuma sama kamu aku jua.


"Ia deh ada kamu juga, setidaknya aku enggak sendirian," ucap Dimas.


Dan akhirnya sosok Khodam inti ku pun memperlihatkan sosoknya di dalam mimpi dia ternyata yang selama ini melindungi ku dari hal-hal negatif dan sosok kodam yang ada di Dimas adalah masa lalu dari Khodam ku, tapi mungkin karena dimas dengan Kirana sudah mejadi satu jadi terkadang iya tidak bisa mengendalikan dan masa lalu yang dia bilang-bilang Renkarnasi itu ternyata bukan.


Disi aku menyimpulkan Kirana yang dominan di diri dimas membuat ia mengigat masa lalu kirana dengan kekasihnya Arya Barama sena.


Sedangkan Khodam sosok berjubah putih di sampingnya memiliki naga merah aku masih bisa untuk mengontrolnya.


Bersambung


Moga kalian paham dengan cerita ini🀣🀣🀣🀣 sedikit thor rubah alurnya biar agak lucu dikit biar enggak bosen, tunggu yah cerita yang seremnya, dan maaf aku enggak bisa menjabarkan dengan detai sosok Arya brama Sena ini karena kayanya dia enggak mau di jabarkan secara detail πŸ™


Bisa mampir ke novel teman ku juga.



novelku yang lain juga Kirana, ray dan sumarni


terimakasih