
Selama beberapa hari ini Talitha tidak keluar dari rumah dan juga tidak mengunjungi tokonya.
"Bagaimana keadaan di toko Mia?" ucap Talitha.
"Para pekerja baru belajar dengan cepat jadi semuanya berjalan dengan baik Nona, Melinda dan yang lainnya juga mengelola toko dengan baik sesuai dengan arahan dari Anda" ucap Mia.
Setelah itu Mia keluar untuk menyiapkan makan siang untuk Talitha, mendengar ucapan Mia barusan Talitha merasa senang dan sebenarnya beberapa hari ini Talitha telah memikirkan cara untuk mengembangkan usahanya sampai di beberapa negera.
"Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan hidup kedua ku ini, aku harus menjadi seorang pengusaha yang kaya raya" batin Talitha.
Sebenarnya Talitha sudah menyiapkan beberapa barangnya sehari yang lalu dan dia berencana untuk pergi ke beberapa negara untuk membangun bisnis baru di sana.
Sesaat kemudian Mia mengetuk pintu kamar Talitha dan masuk ke dalam untuk membawakan makan siangnya dan dia melihat Talita sedang mengemas sebagian barang yang belum dia kemas sehari yang lalu.
"Apa yang sedang Anda lakukan Nona?" tanya Mia yang baru masuk.
"Mia mungkin ini saatnya aku mengatakannya kepada mu" ucap Talitha
"Apa maksud Anda?" tanya Mia bingung lalu meletakkan makanan untuk Talitha di atas meja.
"Aku sudah memutuskan untuk mengunjungi beberapa negera untuk membangun bisnis baru dan aku akan menyerahkan toko yang berada sini untuk kau urus bersama dengan yang lain, sampai saatnya nanti aku akan kembali ke negeri ini" ucap Talitha serius.
"Apakah Anda akan pergi dalam waktu yang lama?" tanya Mia sedih mendengar ucapan Talitha karena sebelumnya dia tidak pernah berbicara hal tersebut kepadanya dan Talitha mengambil keputusan itu secara tiba-tiba.
"Mungkin akan memakan waktu yang lama Mia ,tapi aku harap kau bisa menunggu hingga aku kembali" ucap Talitha.
"Tapi kenapa Anda harus terburu-buru untuk pergi Nona" ucap Mia.
"Aku sudah lama memikirkan hal ini Mia, namun aku tidak tidak sempat membicarakan hal ini kepada kalian karena kalian pasti tidak akan membiarkan ku pergi" ucap Talitha.
"Tentu saja saya tidak akan menyetujui keputusan Anda yang tiba-tiba seperti ini, tetapi jika Anda sudah yakin dengan keputusan yang Anda ambil saya terpaksa akan mendukungnya" ucap Mia sedikit kecewa.
"Makan lah sebelum Anda pergi Nona, Saya akan menyampaikan hal ini kepada yang lainnya jika mereka telah selesai bekerja" ucap Mia lalu keluar dari kamar Talitha.
Kini gadis itu meneteskan air matanya karena dia tidak rela jika Talitha pergi tanpa dirinya dalam waktu yang lama.
"Jangan cengeng Mia, aku tidak suka melihat gadis cengeng" ucap Talitha memandang punggung Mia yang berjalan membelakanginya.
Beberapa saat kemudian kereta yang telah di pesan oleh Talitha sudah sampai di depan rumahnya, Mia membantu Talitha mengangkat barang-barangnya ke atas kereta.
"Jaga diri mu Mia dan sampaikan salam ku kepada yang lainnya" ucap Talitha yang telah naik ke atas kereta.
"Semoga kau cepat kembali Nona" ucap Mia yang melihat kereta yang di naiki Talitha semakin menjauh.
Di dalam kereta Talitha merasa agak bersalah kepada Mia, namun sudah tidak ada jalan lain lagi jika dia ingin merubah keputusannya.
...----------------...
Kini tiba hari di mana Pengangkatan Putra Mahkota Celio sebagai Raja yang baru, sebenarnya banyak orang yang kurang setuju dengan pengangkatan Celio sebagai Raja di karenakan ia berbeda dengan Raja-raja sebelumnya yang sangat bijaksana.
Mendiang Raja Cedric yang sangat di cintai oleh rakyat karena kebijaksanaannya dan sangat mengutamakan kesejahteraan rakyat berbanding terbalik dengan Celio yang hanya terobsesi kepada kekuasaan dan kesejahteraan pribadi.
Namun, sebelum mahkota itu terpasang di kepala Celio sebuah anak panah meluncur tepat ke arahnya tetapi dia masih sempat menghindari anak panah tersebut dan hanya mengenai tembok di belakangnya.
Semua orang terlihat sangat terkejut dan langsung menatap dari mana asal anak panah itu berada.
"Sudah saat aku menampakkan diri ku yang sebenarnya kepada kalian" ucap Kafel di hadapan semua orang dengan memegang sebuah panah di sebelah tangannya.
"Apa yang kau lakukan di acara penting seperti ini pangeran kedua?!" ucap Ratu Olivia.
"Tentu saja aku melakukan ini untuk menghentikan kalian yang telah menipu semua orang" ucap Kafel.
"Apa maksud perkataan mu itu Pangeran, tidak ada penipuan yang terjadi di sini justru kau lah yang menipu kami semua dengan selama ini berpura-pura bersikap seperti orang yang bodoh" ucap Ratu Olivia.
"Kalian yang terlalu bodoh karena terlalu menganggap remeh orang lain dan sekarang sebaiknya kau turun dari tempat dimana kau sekarang berada Celio, kau tidak berhak berada di tempat itu karena kau bukanlah anak kandung dari Raja sebelumnya, apakah perkataan ku benar yang mulia Ratu?" ucap Kafel dengan menyeringai.
Ratu Olivia terkejut hingga dia berkeringat dingin karena ketakutan setelah mendengar ucapan yang baru saja di katakan oleh Kafel.
"Jaga ucapan mu Kafel! Kau pasti sudah gila. Pengawal! Tangkap pangeran kedua dan tahan dia sampai acara ini selesai" teriak Celio.
Di saat penjaga ingin menangkap Pangeran Kafel, pasukan pemberontak masuk dan menyerang para bangsawan hingga terjadi pertempuran antara para pasukan pemberontak dan bangsawan.
Kafel kini berjalan menuju ke tempat Celio dan Ratu yang sedang berdiri dan menyaksikan pertempuran sengit di antara keduanya.
"Sudah saatnya mengakhiri ini semua Ratu Olivia" ucap Kafel.
"K-kau penghianat kerajaan!" ucap Ratu Olivia mundur beberapa langkah.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan Kafel!" ucap Celio.
"Kau tidak buta bukan? Lihat lah tempat ini sebentar lagi akan di penuhi dengan darah orang-orang yang tamak seperti kalian" ucap Kafel.
"Ibu, dimana Leonard dan Royce kita harus menyuruh mereka menangkap penghianat ini" ucap Celio yang kini menarik pedangnya dan mengarahkannya ke Kafel.
"Percuma saja, lihat lah ke belakang kalian" ucap Kafel.
Ratu Olivia dan Celio sangat terkejut dengan kehadiran kedua orang yang di carinya dan mereka berdua sama sekali tidak membantu mereka dan hanya menatap dengan wajah yang datar.
"Mereka sudah berada di pihakku dan juga mereka sudah mengetahui kebenarannya" ucap Kafel.
Beberapa hari sebelum peristiwa ini, Kafel memanggil Pangeran Royce dan Leonard untuk berbicara di tempatnya dan di sana Kafel mengungkap hal sebenarnya kepada kedua orang itu. Namun, sebelumnya Kafel ragu untuk menceritakan rencana aslinya kepada Leonard dan Royce karena mereka memiliki hubungan dengan Ratu dan Putra Mahkota, akan tetapi mereka sama-sama memiliki dendam terhadap kedua orang itu hingga Leonard dan Royce setuju untuk bekerja sama dengan Kafel.
"Kalian berdua juga ikut menghianati kami?!" ucap Celio yang terkejut dan marah.
Kini Ratu Olivia panik dan tidak bisa berpikir apa-apa lagi karena jika kebohongannya selama ini terungkap semuanya akan selesai, dia akan kehilangan segalanya.
...***...
Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.