Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
26. Episode 26


"Terakhir kali aku melihat orang itu beberapa tahun yang lalu dan setelah dia menerima jabatan sebagai pemimpin pasukan terdepan dia sudah jarang terlihat lalu apa tujuan yang membuat dia menampakkan dirinya kali ini" batin Kafel .


"Terus pantau gerak geriknya, jika ada sesuatu yang mencurigakan cepat katakan" ucap Kafel.


"Baik Tuan" ucap Ciel lalu menghilang.


Setelah Ciel pergi, Kafel lalu duduk dan menatap ke arah luar jendela.


"Tidak ku sangka aku bertemu kembali dengan mu" ucap Kafel sambil tersenyum.


...----------------...


Sementara kini di istana pangeran ketiga, Royce lagi dan lagi berdebat hingga bermain tangan dengan Nesha di karenakan perilaku Nesha yang selalu memperlakukan pelayan dengan buruk dan semaunya.


"Kau hanya sementara berada di tempat ku, jadi jaga perilaku mu yang seolah-olah pemilik tempat ini!" ucap pangeran Royce dengan nada dingin.


"Aku sudah menjadi anggota kerajaan sekarang jadi aku bisa memerintahkan mereka semau ku! Kau itu sudah menjadi suami ku jadi milik mu juga menjadi milikku" ucap Nesha.


"Ck, jangan berkhayal terlalu tinggi Nesha, kau itu bukan siapa-siapa bagi ku jangan pernah menganggap diri mu yang tidak suci itu sebagai istri ku" ucap pangeran Royce memandang rendah Nesha yang kini berada di hadapannya.


"Kenapa sampai sekarang kau masih saja berkata dengan kejam dan tidak pernah menganggap ku sebagai istri mu, hah?!" teriak Nesha karena emosi mendengar ucapan pangeran Royce.


"Hahaha, pertanyaan macam apa yang kau lontarkan kepada ku itu sialan! Seharusnya kau melihat diri mu di cermin kau itu tidak ada apa-apanya di bandingkan kakak mu yang nyaris sempurna itu" ucap pangeran Royce masih dengan nada yang sama.


"Kenapa kau harus menyebut dia terus menerus di setiap perdebatan kita! Jika kau memang ingin menikahi dia kenapa malah aku yang berada di sini! kenapa bukan wanita pembawa sial itu" teriak Nesha.


Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Nesha yang membuat gadis itu langsung tersungkur ke bawah.


"Jaga ucapan mu itu! Jika aku mendengar kau mengata-ngatai nya lagi bukan hanya tamparan yang akan ku berikan kepada mu" ucap Royce dengan penekanan hingga membuat Nesha takut dan tidak berani lagi mengeluarkan sepatah katapun.


Di tengah pertengkaran mereka, seseorang datang dan menghampiri kedua orang itu untuk melerainya.


"Hey, apa yang kau lakukan kepadanya Royce! Dia itu seorang wanita" ucap orang itu yang tak lain adalah Leonard.


Leonard awalnya ingin mengunjungi istana Pangeran Royce hanya untuk berbicara baik-baik kepada pria itu, namun dia tidak sengaja melihat kejadian tersebut di depan matanya.


"Sepertinya kau memang mempunyai hobi ikut campur di dalam urusan orang lain Leonard" ucap Pangeran Royce.


"Aku tidak bermaksud melakukan itu, namun kau tidak boleh memukul seorang wanita Royce! Apa kau tidak pernah di ajarkan hal seperti itu di kerajaan ini" ucap Leonard.


"Kau tidak tahu apa-apa, jadi sebaiknya kau jangan ikut campur dalam urusan ku" ucap Royce kesal karena ucapan Leonard.


"Hey, kau! Apa kau jadi besar kepala karena ada pria lain yang membela mu!" bentak Royce dengan menatap Nesha.


Nesha yang masih terduduk di bawah tidak mengatakan apa-apa karena dia takut Royce akan semakin menyakitinya.


"Sudah cukup Royce!" bentak Leonard kepada Pangeran Royce.


"Apa kau baik-baik saja? Berdirilah aku akan membantumu" ucap Leonard lalu membantu Nesha berdiri.


"Ck, sama-sama pengganggu, ambil saja jika kau menginginkan wanita sialan itu" ucap Royce lalu meninggalkan kedua orang itu.


"Tidak apa-apa, ini juga bukan salah mu. Royce memang sudah keterlaluan" ucap Leonard.


"Baru kali ini ada seseorang yang membantu ku dengan tulus" batin Nesha.


"Pelayan kemari lah, bantu dia mengompres pipinya dengan air dingin agar tidak terjadi pembengkakan" ucap Leonard.


"Baik Tuan" ucap Seorang Pelayan lalu membawa Nesha pergi ke kamarnya.


Setelah itu Leonard mengejar Royce yang lebih dahulu pergi meninggalkannya, awalnya dia berniat baik berbaikan dengan Royce namun ternyata hubungannya semakin memburuk.


"Tunggu sebentar Royce!" teriak Leonard.


"Untuk apa lagi kau mengejar ku? Apa kau belum cukup dengan ikut campur dengan urusan yang seharusnya tidak kau ikut campuri" ucap Royce.


"Bisakah kau memberi ku sedikit saja muka, dari saat pertama kali kita berjumpa kau terlihat sudah tidak menyukai ku, apa kau punya masalah dengan ku?" tanya Leonard.


"Ada tidak adanya masalah, aku juga tetap tidak menyukai orang yang mempunyai hubungan dengan si brengsek itu" ucap Royce.


"Yang kau maksud brengsek itu Celio bukan, memangnya ada apa dengan kalian berdua?"tanya Leonard.


"Kau sudah terlalu banyak ikut campur Leo, aku muak melihat mu menyingkir lah dari hadapan ku" ucap Royce.


"Aku akan terus mengikuti mu jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya kepada ku, ada apa sebenarnya antara kau dan Celio? Apa penyebab kalian menjadi seperti ini" ucap Leonard.


"Kenapa kau tidak menanyakan pertanyaan mu itu kepada dia, kenapa kau malah bertanya kepada ku" ucap Royce.


"Karena aku percaya kau tidak akan berbohong kepada ku Royce, aku berjanji akan membantu mu jika memang di sini kau yang menjadi korban, ingat kita ini adalah sepupu yang sudah seperti saudara sejak kecil" ucap Leonard.


"Ck, ikut ke ruang kerja ku" ucap Royce lalu pergi terlebih dahulu meninggalkan Leonard.


Leonard tersenyum mendengar ucapan dari Royce akhirnya dia dapat melunakkan hati Royce yang sangat keras kepala.


Sesampainya di ruang kerja milik Royce, mereka berdua duduk dan tidak ada suara sampai Royce yang duluan membuka suara.


"Wanita yang tadi kau bantu itu adalah wanita yang di jodohkan oleh yang mulia Raja kepada ku, dia putri kedua dari guru mu sewaktu kecil. Kami terpaksa menerima perjodohan ini karena ayah ingin memperbaiki nama panglima atas jasa yang dia lakukan selama ini. Awalnya aku mencoba menerima dia sebagai istri ku" ucap Royce menatap lurus ke depan.


"Namun setelah acara pernikahan telah selesai di malam itu aku mendapatkan sebuah surat, orang yang tidak tahu siapa itu menuliskan sebuah tempat di kertas yang dikirim kan dan mengatakan ada hal yang menarik yang harus aku lihat, aku menjadi penasaran dan akhirnya datang ke tempat yang orang itu tuliskan di surat" ucap Royce.


"Kau ingin tahu apa yang aku lihat? Kedua orang yang tidak tahu malu itu, Celio dan Nesha berada di sana dan ternyata selama ini Nesha hanya wanita pemuas nafsu bagi Celio dan yang menghancurkan pertunangan antara Celio dan Putri pertama Panglima juga adalah Nesha, dia menghasut Celio dengan menjelek-jelekkan kakaknya sendiri agar Ratu dapat membantunya untuk membatalkan pernikahannya dengan Putri pertama Panglima karena dia iri terhadap kakaknya, namun ternyata di balik semua itu untung saja Putri pertama Panglima tidak menikah dengan si brengsek itu" lanjutnya.


"Apa Royce menyukai si kecil pemalu itu, tapi kapan mereka bertemu, apa gadis itu sudah menampakkan dirinya ke dunia luar dan tidak terkurung lagi" batin Leonard.


"Jadi alasan kau membenci kedua orang itu karena kau merasa tidak adil, namun apa kau tidak penasaran siapa yang mengirim surat itu kepada mu?" tanya Leonard.


"Tidak, aku justru ingin berterima kasih kepada orang itu karenanya aku bisa melihat siapa mereka berdua sebenarnya" ucap Royce.


...****************...


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.