
"Baik sekarang aku mengerti perasaan mu Royce, jadi apakah ada yang bisa aku berikan agar sedikit membantu mu?" tanya Leonard.
"Kau tidak perlu memberikan apa pun kepada ku Leo, namun aku hanya ingin agar kau tidak memberikan dukungan mu kepada Putra Mahkota, aku rasa dia tidak cocok menjadi pewaris selanjutnya" ucap Royce.
"Apa kau berencana merebut Tahta dari Celio?" tanya Leonard.
"Sebenarnya aku tidak berminat dengan perebutan kekuasaan, jika saja Kakak kedua ku itu tidak bodoh, aku rasa di akan menjadi Raja yang hebat di masa depan" ucap Royce.
"Kafel? memangnya kemana dia, aku belum pernah melihatnya" ucap Leonard.
"Dia pasti berada di istananya dan bermain dengan pelayan-pelayannya" ucap Royce.
"Jika memang kau tidak berminat dengan tahta lalu pangeran kedua juga masih bersikap seperti anak di bawah umur, hanya Celio yang berpeluang menjadi pewaris berikutnya bukan" ucap Leonard.
"Apa tidak pernah terbesit di pikiran mu untuk mengambil alih kerajaan ini?" tanya Royce dengan wajah yang kali ini benar-benar serius.
"Apa maksud mu Royce! Kau menyuruh ku melakukan pemberontakan terhadap kerajaan?! itu mustahil untuk di lakukan, aku hanya akan menjadi seorang penghianat kerajaan jika melakukan hal itu" ucap Leonard sedikit kesal dengan ucapan pangeran Royce.
"Bukan kah kau masih memiliki dendam terhadap kerajaan ini Leo, jujur sajalah dari hati terdalam mu kau tidak perlu menutup-nutupinya. Mendiang ayah mu sekaligus kakak angkat Ratu harus mendapatkan hukuman atas perbuatan yang ternyata hanya ke salah pahaman dan posisi mu sekarang itu hanya sebagai penebusan rasa bersalah Raja terdahulu untuk keluarga mu bukan" ucap Royce yang berusaha menyalahkan api di tubuh Leonard.
"Lalu karena kejadian itu juga, ibu mu kehilangan kewarasannya hingga berulang kali mencoba menghilangkan nyawanya dan kau sama sekali tidak meminta keadilan untuk keluarga mu? Apa yang akan di katakan mendiang ayah mu nanti kau sudah mengecewakan dirinya Leo dan juga ibu mu pasti akan lebih merasa kecewa terhadap mu dan sekarang Ratu juga ingin menggunakan mu sebagai alat untuk membantu Putra Mahkota naik tahta" lanjut Royce.
"Ingat jasa-jasa yang dahulu di lakukan ayah mu terhadap negeri ini dan karena hanya satu kesalahan dia harus di lenyapkan dan kau kehilangan keluarga mu yang berharga sedangkan pelakunya masih hidup bahagia dan bebas, apa kau benar-benar melupakan itu semua Leonard?" ucap Royce lagi dan lagi.
"Apa maksud mu dengan mengatakan itu semua Royce, aku tahu jalan apa yang aku ambil dan itu tidak akan membuat ku berkhianat kepada kerajaan ini, jika aku menjadi penghianat ayah dan ibuku pasti akan lebih kecewa" ucap Leonard.
"Apakah perkataan mu yang barusan itu benar-benar berasal dari lubuk hati terdalam mu Leo, jangan menjadi pengecut dan mulai lah lakukan perlawanan minta lah keadilan untuk diri mu sendiri Leo atau kau akan berakhir menjadi seorang pengecut seperti ku yang tidak dapat melakukan apa-apa" ucap Royce.
"Sudah cukup Royce aku masih mempunyai urusan aku akan kembali" ucap Leonard dan berdiri dari tempatnya lalu berjalan keluar.
"Aku yakin setelah mendengar semua yang ku katakan kepada mu, kau tidak akan tinggal diam Leonard" ucap Royce tersenyum di tempatnya.
...----------------...
Setelah matahari terbenam dan berganti menjadi cahaya bulan yang menerangi malam yang gelap di istana pangeran ketiga, kedua bawahan Kafel yaitu Aron dan Ciel datang untuk memberikan laporan.
"Langsung saja katakan apa yang kau lihat" ucap Kafel.
"Aku saja dulu" ucap Ciel lalu Aron menyetujuinya dengan mengangguk.
"Setelah Anda menyuruh saya melihat gerak gerik Tuan Leo dia sama sekali tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan tetapi ada hal yang membuat saya terkejut saat pergi ke tempat pangeran ketiga, saat itu saya melihat pertengkaran antara pasangan itu dan Tuan Leo datang dan melerai pertengkaran mereka, setelah itu tuan Leo pergi dan mengejar Pangeran ketiga hingga dia menyuruh Tuan Leo untuk pergi ke tempat kerjanya_" ucap Ciel di potong oleh Aron.
"Hehehe, Maaf aku akan langsung ke intinya, jadi sewaktu aku mengira bahwa mereka hanya berbicara biasa di akhir sebelum Tuan Leo pergi, Pangeran Royce memprovokasi Tuan Leo dengan mengingatkan masa lalu yang sepertinya itu agak menyakitkan bagi Tuan Leo dan aku tidak menyangka bahwa Pangeran ketiga menyuruh Tuan Leo untuk merebut posisi Raja berikutnya dengan melakukan pemberontakan terhadap kerajaan" ucap Ciel.
Mendengar hal itu Kafel dan Aron terkejut, sepertinya Leonard juga akan menjadi saingan bagi rencana mereka.
"Lalu apa yang ingin kau katakan Aron?" tanya Kafel.
"Di kediaman Perdana Menteri dia telah membuat rencana untuk melakukan pengangkatan Putra Mahkota sebagai Raja berikutnya satu Minggu dari sekarang dan juga aku telah mengirim pesan kepada orang kepercayaan Tuan Albern untuk melakukan penyerang ke istana utama saat itu juga sesuai perintah Anda" ucap Aron.
"Bagus, Aku rasa walaupun Royce dan Leonard ingin melakukan sesuatu dalam waktu yang singkat ini itu akan mustahil, namun kita tetap harus berhati-hati dan tetap mengawasi pergerakan mereka" ucap Kafel.
"Baik Tuan" ucap Aron dan Ciel serentak.
...----------------...
Sementara di tempat lain yaitu di toko milik Talitha, Mia dan Melinda sedang mengobati kaki Talitha.
"Lembut lah sedikit, luka ini terasa agak perih" ucap Talitha.
"Maaf Nona" ucap Melinda.
"Saya kan sudah mengatakan untuk melihat jalan dengan benar Nona, jika saja tadi saya tidak melihat Anda saat terjatuh entah orang baik mana yang akan membantu Anda" ucap Mia mengomel.
"Lihat kan kaki Anda yang jenjang nan mulus ini jadi terluka karena Anda tidak berhati-hati, pria tidak akan menyukai wanita yang memiliki bekas luka" lanjutnya.
"Aku juga tidak sedang tertarik pada pria mana pun, bukan kah luka ini terlihat keren Mia? aku terlihat seperti wanita sejati" ucap Talitha bangga dengan mahakaryanya.
Mia yang kesal dengan ucapan Talitha lalu menekan luka tersebut sehingga membuat Talitha menutup mulutnya agar tidak berbicara lagi, dia tahu bahwa Mia kini sedang mengkhawatirkannya. Namun terkadang Mia agak terlihat berlebihan jika mendapati nona nya itu terluka.
"Mia jangan menekan luka Nona, dia akan kesakitan" ucap Melinda memukul pelan tangan Mia.
"Tidak apa-apa Melinda, ini tidak sakit" ucap Talitha berbohong karena sejujurnya lukanya itu terasa perih.
"Luka Anda sudah selesai di obati sekarang saya akan mengantar Anda pulang dan beristirahat di rumah Nona, untuk beberapa hari ini Anda tidak boleh pergi kemana pun sebelum luka ini sembuh" ucap Mia.
...***...
Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.