Perjalanan Sang Ketua

Perjalanan Sang Ketua
20. Episode 20


"Kau?! Uhuk.. Uhuk.." ucap yang mulia Raja ingin bangun dari tidurnya, namun dia tidak bisa menopang tubuhnya hingga kembali terjatuh di atas tempat tidurnya.


"Tubuh mu itu sudah melemah yang mulia, racun yang selama di campur ke dalam makanan mu sudah sangat banyak sehingga membuat kondisi mu semakin memburuk" ucap yang mulia Ratu mengambil gelas air dan memasukkan sebiji pil ke dalam air itu.


"Ini pil terakhir mu dan dengan meminum ini kau bisa mengakhiri semua rasa sakit mu dan semuanya akan menjadi milikku dan putra ku" ucap yang mulia Ratu.


"J-jadi kau juga yang membunuh Roselyn" ucap yang mulia Raja dengan lemah.


"Hahaha, benar! Aku yang melakukannya" ucap yang mulia Ratu.


"Akhirnya aku mendapat pengakuan dari mulut mu sendiri Olivia" ucap yang mulia Raja.


Ratu lalu menampakkan wajah yang terlihat bingung dengan perkataan yang mulia Raja barusan kepadanya.


"Aku sudah tahu, aku tahu bahwa kau yang membunuh Roselyn. dari awal hanya kau yang tidak menyukainya sampai beberapa kali kau mencoba menyakiti dia dan pangeran Kafel" ucap yang mulia Raja.


"K-kau tahu? namun kenapa kau tidak melakukan sesuatu" ucap yang mulia Raja.


Tiba-tiba Raja meneteskan air mata untuk pertama kalinya di hadapan Ratu dimana dia teringat sesuatu di masa lalu yang membuat dirinya harus berhutang budi kepada orang tua dari Ratu dan memutuskan untuk mengangkatnya sebagai pasangannya. Padahal dia telah berjanji kepada seseorang yang lebih dahulu di kenalnya sebelum Ratu untuk menunggunya namun dia memilih Ratu.


"K-kau harus mengetahui sesuatu yang tidak kau ketahui Olivia, aku tahu dahulu kau adalah wanita yang baik namun entah karena pengaruh siapa kau menjadi kejam seperti ini" ucap yang mulia Raja.


Ratu marah mendengar ucapan dari yang mulia Raja, yang dia tahu selama ini bahwa dia berubah menjadi seperti dirinya yang sekarang karena perbuatan yang mulia Raja sendiri.


"D-diam! Kau tidak perlu mengatakan omong kosong lagi, yang mulia, kau! Kau yang merubah ku menjadi wanita yang kejam" ucap yang mulia Ratu.


Raja tidak menghiraukan apa yang sekarang dipikirkan oleh yang mulia Ratu, dia tetap akan memilih menceritakan kebenaran kepada Ratu walau dia tahu akhirnya akan sama.


"A-aku lebih dahulu mengenal Roselyn dari pada dirimu, aku berjanji kepadanya dan menyuruhnya menunggu ku hingga kembali dan menjadi pewaris selanjutnya lalu aku akan menikah dengannya dan mengangkat Roselyn sebagai Ratu ku Uhuk.. Uhuk.." ucap yang mulia Raja.


"Namun aku melanggar janji ku kepadanya lalu aku menikah i mu karena aku berhutang budi kepada ayah mu, ayah mu menyelamatkan aku sewaktu aku hampir terbunuh, dia menjadikan tubuhnya sebagai perisai saat sebuah pedang mengarah kepada ku dan di saat-saat terakhirnya dia berpesan agar aku bisa melindungi putri satu-satunya yaitu kau, Olivia" lanjutnya.


"Aku terpaksa menghianati wanita yang ku cintai demi membalas pengorbanan ayah mu kepada ku" ucap yang mulia Raja kembali.


Ratu hanya terdiam, dia tidak mengetahui kebenaran itu selama ini. Dia hanya tahu bahwa dahulu setelah kematian ayahnya di Medan perang tiba-tiba yang mulia raja datang sebagai penolongnya dan melamar dirinya.


"J-jadi selama ini kau tidak pernah mencintai ku?" tanya yang mulia Ratu.


"Benar, cintaku hanya untuk Roselyn" ucap yang mulia Raja.


Kini perasaan yang mulia Ratu bercampur, namun dia tetap memilih jalan yang sama. Dia hanya memiliki tubuh raja selama ini dan hatinya tetap berada di wanita lain.


"Baik! Baik yang mulia! Jika memang pada akhirnya kau tetap memilih wanita itu, temui lah dia dan sampaikan salam ku kepadanya, ha-hahaha" ucap yang mulia Ratu lalu berjalan ke arah Raja dengan membawa segelas air yang telah di masukkan pil.


Ratu yang awalnya tidak percaya bahwa Raja benar-benar akan melakukannya kemudian menyerahkan gelas itu sendiri kepadanya, gelas yang berisi pil beracun yang mematikan, seseorang yang meminumnya bahkan kematiannya hanya bisa di katakan bahwa dia terkena serangan jantung.


Setelah gelas itu benar-benar berada di tangan Raja, dia lalu benar-benar meminum air yang berada di dalam segala itu dalam sekali teguk. Ratu yang melihat itu benar-benar terkejut dan mundur beberapa langkah kebelakang.


"K-kau?! t-tidak bukan a-aku, kau sendiri yang meminumnya. I-ini bukan salah ku" ucap yang mulia Ratu.


Setelah beberapa saat setelah meminum air itu, tiba-tiba Raja merasakan kesakitan yang luar biasa di dadanya kemudian seluruh tubuhnya sudah mulai tidak ada reaksi sama sekali dan akhirnya yang mulia Raja menutup matanya.


Ratu yang menyaksikan itu sendiri di depan matanya kaget, semua terjadi dalam sekejap. Air matanya tak henti-henti turun dan kemudian dia berjalan perlahan ke arah yang mulia Raja yang sudah tiada.


"Hiks_hiks_Kenapa kau benar-benar melakukannya" ucap yang mulia Ratu sambil menangis di samping yang mulia Raja.


"Hahaha, k-kenapa air mata ini tidak berhenti. Inikan yang ku inginkan? Benar ini sudah tepat_hiks_hiks" ucap yang mulia Ratu.


Ratu kemudian berjalan keluar dari kamar yang mulia Raja dan menyampaikan bahwa Raja telah menghembuskan nafas terakhirnya.


Dengan mata sembabnya yang mulia Ratu berkata untuk menangkap tabib kerajaan karena dia telah membunuh yang mulia Raja.


"Kerahkan seluruh pengawal untuk menangkap tabib kerajaan!" ucap yang mulia Ratu.


"Dia telah membunuh Raja kita!" lanjutnya.


Sementara di istana putra mahkota dan pangeran-pangeran telah menyebar bahwa Raja telah tiada, semuanya segera bergegas ke istana utama milik yang mulia Raja.


"Apa kau dengar tabib istana ternyata adalah mata-mata yang dikirim oleh kerajaan musuh" ucap seorang pelayan.


"Benar, Ratu sudah memerintahkan para pasukan kerajaan untuk menangkapnya" ucap seorang pelayan lain.


Sementara di istana pangeran Kafel, sebelum menuju ke istana utama, dia berbicara terlebih dahulu dengan Aron dan Ciel karena ini sudah dia prediksi akan terjadi, namun ternyata mereka bergerak lebih cepat.


"Segera kirim kan pesan kepada orang itu bahwa kita akan menemuinya malam ini juga di tempat yang sama, ini pekerjaan untuk mu Ciel" ucap pangeran Kafel.


"Lalu untuk kau Aron, bantu aku untuk menyelidiki kediaman perdana menteri dan cari tahu apa yang sedang direncanakannya bersama Ratu, kalian akan berkerja terpisah dan segera lakukan pekerjaan kalian masing-masing" lanjutnya.


"Baik, tuan" ucap mereka.


Setelah obrolan itu mereka pergi dan pangeran Kafel segera menuju ke istana utama.


...****************...


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.