Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 75. Akhir Cerita


Yonna yang tak pernah menderita kesulitan keuangan selama ini pun meminta bantuan orangtuanya tapi justru pengabaian yang didapatkannya.


Ibu Irma dan Pak Aji yang telah memberikan saran dan mengingatkan Yonna telah membuat keputusan untuk tidak membantu Yonna dan itu pun mereka lakukan dengan baik hingga saat Yonna mengeluh dengan hidup Pernikahannya bukanlah bantuan yang didapatkannya justru saran yang sangat pedas.


“Ini adalah keputusan yang telah kau buat, Yonna. Jadi kau harus menerimanya dengan ikhlas dan tidak mengeluh!” ucap Pak Aji dengan suara yang tegas.


“Tidak akan ada Pernikahan yang bahagia karena merebut milik orang lain, Nak!” ucap Ibu Wati dengan wajah yang sedih.


“Ibu dan Bapak tidak bisa membantumu lagi. Kami sudah tua dan kami pun ingin menikmati masa tua kami dengan baik. Kamu bukanlah lagi tanggungjawab kami karena sekarang kau telah menikah! Semua tanggungjawab terhadapmu telah diserahkan kepada Suamimu!” ucap Ibu Wati lagi dengan nada suara yang tegas.


“Apapun yang terjadi pada Pernikahanmu maka terimalah karena ini adalah pilihan yang telah kau buat!” ucap Ibu Wati dengan nada suara yang terdengar sangat sedih.


“Jangan melakukan kesalahan yang sama agar kau tidak menyesal di kemudian hari. Terimalah semua takdirmu dan berubahlah menjadi lebih baik!” ucap Ibu Wati yang kemudian mematikan teleponnya.


Sementara itu, Riana yang fokus pada dirinya sendiri dan anak-anaknya tidak meyangka jika semuanya menjadi sangat baik sekarang.


Riana yang telah menjadi PNS pun bisa memberikan pendidikan yang terbaik dan kehidupan yang layak untuk Shasa dan Shawn.


Setahun berlalu setelah perceraian, Kamal yang menyadari bahwa pekerjaan yang diberikan kepadanya lebih banyak dari sebelumnya tanpa ada penambahan gaji pun memilih berhenti bekerja.


Salah satu alasan utama lainnya tentu saja karena Kamal tak tahan dengan gunjingan orang-orang padanya yang mulai secara terang-terangan.


“Lebih baik aku berhenti bekerja dan mencari pekerjaan lain daripada menghabiskan waktuku di tempat yang sukanya ikut campur urusan orang lain!” gumam Kamal di hadapan Yonna.


Yonna yang terkejut dan kebingungan dengan keputusan yang dibuat oleh Kamal tanpa sadar tidak bisa berkata apapun lagi karena tak ingin mendapatkan siksaan dari Kamal karena semenjak ekonomi mereka hancur Kamal sering kali memukul Yonna jika tidak punya uang.


Yonna yang menyesali perselingkuhannya pun menyadari bahwa Dion ternyata jauh lebih baik daripada Kamal.


“Mas Dion! Maafkan kekhilafan Yonna! Yonna menyesal sekali!” ucap Yonna dalam hati sambil menangis saat mencuci piring setelah mendapatan tamparan dari Kamal karena dirinya yang masih membujuk Kamal untuk bertahan.


Yonna dan Kamal yang telah menikah selam setahun tak pernah mendapatkan kabar baik tentang kehadiran buah hati lagi dan itu disebabkan karena beberapa bulan setelah Pernikahan Yonna jatuh pingsan.


“Kenapa ini semua terjadi pada kita, Mas? Apakah ini artinya kita tak akan pernah memiliki anak berdua?” tanya Yonna dengan wajah yang sedih dan tatapan mata yang menunggu jawaban dari Kamal.


“Benar! Baik kau maupun aku tak akan pernah mendapatkan anak dari siapapun kecuali anak dari pernikahan sebelum kita!” ucap Kamal sambil menarik nafas panjang.


“Apa? Tidak! Bagaimana aku bisa hidup seperti ini? Anak-anakku bersama Mas Dion tak pernah ingin mengenalku lagi. Mereka telah menganggapku telah meninggal dan sekarag aku pun tak bisa memiliki anak yang lain!” gumam Yonna dengan wajah yang tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja terjadi.


Kehidupan Pernikahan yang dibangun setelah semua masalah dan skadal yang terjadi membuat kehidupan Yonna dan Kamal yang awalnya baik-baik saja semakin terpuruk.


Yonna dan Kamal yang kehilangan pekerjaanya terpaksa harus bekerja serabutan untuk menutupi kebutuhan mereka dan hutang yang ada di Bank.


Yonna dan Kamal yang terpaksa harus mengubur impian memiliki anak lagi pun hanya bisa terus menjalin hubungan baik dengan anak dari Pernikahan sebelumnya demi masa tua mereka.


Meskipun Yonna tak pernah mendapatkan respon yang baik dari anak-anaknya yang diasuh oleh Dion, Kamal tetap memiliki akses komunikasi yang lancar dengan Shasa dan Shawn karena Riana yang tak ingin anaknya kehilangan Ayahnya.


“Selamat untuk kelulusanmu ya Shasa dan Pekerjaan baru Shawn! Papa ikut senang dan bangga pada kalian! Papa bersyukur kalian ikut dengan Mama kalian!” ucap Kamal yang menatap keadaannya yang harus tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit karena kesulitan ekonomi.


Yonna yang secara tak langsung tak dianggap sebagai anak lagi hanya bisa pasrah pada hidupnya dan begitupula dengan Kamal yang harus menerima kenyataan saat Ibu Wati meninggal dunia.


“Ibu! Tidak! Ibu... Jangan tinggalkan Kamal.... Kamal minta maaf! Maafkan Kamal yang tidak pernah bisa menjadi anak yang berbakti!” teriak Kamal di atas kuburan Ibu Wati yang masih basah dengan Yonna yang duduk di sampingnya.


Setelah kematian Ibu Wati, komunikasi antara Kamal dan kedua adiknya itupun semakin renggang bahkan setelah keduanya mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


Berbanding terbalik dengan kehidupan penuh penderitaan Kamal dan Yonna, Riana yang semakin bersinar setelah perceraian merasakan kebahagiaan menjadi Ibu Tunggal.


Riana yang berhasil membuat kedua anaknya berhasil lulus dari Universitas ternama dan mendapatkan pekerjaan yang baik pun merasa sangat bangga pada dirinya sendiri meskipun tak pernah terpikirkan dipikirannya untuk membangun rumah tangga lagi.


“Anak-anakku sudah semakin dewasa dan aku telah semakin tua. Semoga kebahagiaan ini akan selamanya!” ucap Riana yang memegang bingkai foto saat dirinya dan kedua anaknya berfoto bersama.


#TAMAT#