Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 42. Kecelakaan.


Riana yang secara tiba-tiba mendapatkan kabar bahwa Shawn kecelakaan dari salah satu teman dekat Shawn menjadi sangat cemas dan khawatir.


Apa? Shawn kecelakaan? Dimana? Bagaimana keadaan Shawn sekarang?" tanya Riana dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang terburu-buru.


"Shawn sedang di rawat di Ruang Emergency, Tante. Saat ini Shawn ada di Ruma Sakit Pelita Harapan. Jika Tante mau tau keadaan Shawn sebaiknya tante ke sini saja sekarang!" ucap salah satu teman Shawn dari sambungan telepon.


Riana yang tak bisa memikirkan yang lain kecuali keselamatan Shawn bergegas memesan ojek online menuju ke rumah sakit sambil mencoba menghubungi Kamal lewat sambungan telepon tapi tak diangkat sama sekali.


"Mas Kamal kemana sih? Kenapa di saat penting seperti ini sulit sekali dihubungi?" gumam Riana dengan ekspresi wajah yang kesal lalu bergegas naik ojek online yang sudah ada di depannya.


Riana yang bergegas ke rumah sakit tidak menyadari bahwa penyebab kecelakaan yan di alami oleh Shawn dan penyebab handphone Kamal yang tak bisa dihubungi dalah Kamal yang sedang bersenang-senang bersama Yonna.


Riana yang akhirnya sampai di Rumah Sakit Pelit Harapan bergegas berlari masuk menuju ruang emergency mencari keberadaan Shawn hingga akhirnya melihat wajah salah satu teman Shawn yang sedang berdiri di samping pintu yang tertutup.


"Shawn! Shawn! Putraku! Dimana Shawn?" tanya Riana dengan terburu-buru dan dengan wajah yang tidak sabaran sambil menatap dengan khawatir.


"Shawn ada di dalam, Tante!" ucap salah satu teman Shawn dengan ekspresi wajah yang sedikit cemas dan takut di saat bersamaan.


Riana yang sangat cemas tak bisa bisa menunggu sedetikpun memutuskan untuk bergegas masuk dan melihat Shawn sedang terduduk di tempat tidur rumah sakit dengan kepala tertunduk ke bawah.


"Shawn! Are you okay? Are you hurt anywhere?" tanya Riana secara tak langsung bicara bahasa inggris karena terbiasa mengatakan itu saat mengajar.


"Yes, Mom. Just a little dizzy!" ucap Shawn sambil tersenyum kecil dengan ekspresi wajah yang sedih dan tubuh yang lemah.


Riana yang melihat respon Shawn merasa sedikit cemas dan menyadari bahwa telah terjadi sesuatu pada Putranya itu tapi Riana yang tak ingin Shawn merasa tertekan memutuskan untuk menahan rasa ingin taunya hingga sampai di rumah.


"Anakku sedang sakit. Aku tidak boleh membuatnya merasa tertekan. Aku harus membuatnya nyaman dan pulih terlebih dahulu barulah aku bisa mencaritau yang terjadi!" ucap Riana dalam hati yang mencoba menenangkan dirinya.


Riana yang tak melupakan kebaikan dan petolongan kedua teman Shawn yang telah menghubungi dan menemani Shawn saat dirinya tak ada tanpa rasa malu mengucapkan terima kasih.


"Shawn tidak mengalami luka yang serius dan Tante sangat senang mengetahui itu." ucap Riana yang mengalihkan pandangannya ke belakang ke arah dua teman shawn yang berdiri tegap.


"Terima kasih karena telah menolong dan membawa Shawn ke rumah sakit. Terima kasih juga sudah menjaga Shawn dan menghubungi, Tante." ucap Riana dengan suara yang ramah dan senyum yang lembut.


"Agh, Tante tidak perlu sungkan seperti ini kepada kami. Kami adalah temannya Shawn jadi sudah sangat wajar jika kami membantu Shawn." ucap kedua teman shawn secara bergantian.


"Tentu saja, Tante. Tante tidak perlu khawatir dan cemas. Kami akan menjaga Shawn sampai tante kembali!" ucap salah satu teman Shawn dengan percaya diri.


Riana yang keluar ruangan bergegas menemui Dokter hingga akhirnya mendapatkan izin untuk membawa Shawn pulang ke rumah.


Riana yang pergi sendirian pun memutuskan pulang dengan menggunakan taksi online karena mobil milik orangtuan Riana dibawa oleh kamal kerja ke Kantor.


"Itu taksi online-nya! Ayo kita naik shawn. Hati-hati dengan langkahmu!" ucap Riana dengan wajah dan nada suara yang khawatir.


Shawn dan Riana yang pulang lebih awal setelah dibantu kedua teman Shawn pun berpamitan dan tak lupa Riana memberikan uang sedikit sebagai tanda terima kasih.


"Terima kasih sudah menolong, Tante dan Shawn. Ini ada sedikit pemberian Tante untuk beli bensin. Tante dan shawn pulang dulu ya." ucap Riana yang masuk ke dalam mobil lalu memberikan kode kepada supir untuk bergegas pulang.


Saat di rumah, Riana yang tau jika Shawn harus minum obat pun membawakan makanan dan obat ke kamar Shawn agar menjadi lebih mudah melakukan semuanya saat kondisinya belum pulih.


"Makanlah ini. Makan sedikit saja tidak masalah lalu minum obatmu agar kau segera pulih!" ucap Riana dengan sangat lembut dan sabar.


Shawn yang melihat Riana adalah Ibu dan Istri yang baik serta penyabar menjadi sangat sedih dan tanpa sadar meneteskan air mata yang membuat Riana bingung.


"Shawn! Ada apa? Apakah ada bagian yang sakit? Dimana? Katakan pada Mama!" ucap Riana dengan wajah yang sangat kahwatir sambil memegang beberapa bagian tubuh Shawn yang menurutnya sakit.


Di saat yang sama, Shasa yang juga pulang lebih awal sama seperti Shawn memutuskan segera pulang ke rumah dan saat dirinya sampai Shasa melihat rumahnya sangat sepi seperti biasa dengan pagar yang tak terkunci.


Shasa yang ingin masuk ke dalam rumah pun membuka pintu pagar dan pintu rumah secara perlahan karena tak ingin mengganggu orang yang ada di dalam.


Namun saat Shasa berjalan menuju kamarnya dan melewati kamar Shawn. Shasa mendengar perbincangan yang sangat mengagetkan hingga membuat Shasa tak bisa menahan diri untuk bertanya.


"Apa yang tak bisa dikatakan padaku? Apa yang Mama dan Kakak sembunyikan dariku?" tanya Shasa dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang tidak senang dengan sorot mata yang tajam.


#Bersambung#


Apa yang telah didengar oleh shasa sebenarnya? Apakah Riana dan Shawn akan menceritakan semuanya kepada Shasa? Akankah shasa bisa menerima kebenaran itu? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..