
Dion yang telah membuat keputusan untuk ikut melakukan penggrebekan hari itu pun duduk menunggu hingga waktunya tiba di Kafe.
Waktu pun berlalu, Riana yang melihat jika sekarang adalah waktunya bagi Kamal pulang kerja secara tiba-tiba handphonenya berdering dan panggilan masuk dari Kamal pun datang.
"Hallo, Dek. Mas ada meeting dengan Client hari ini dan Mas kita meetingnya akan cepet selesai tapi ternyata tidak jadi Mas mau bilang kalau hari ini Mas akan pulang telat! Kamu makan saja duluan dengan anak-anak!" ucap Kamal memberikan alasan lewat telepon dengan Dion yang terus memfokuskan pandangannya pada handphone Riana.
"Agh, baiklah Mas kalau begitu. Aku akan makan malam dengan anak-anak duluan!" ucap Riana dengan nada suara yang lembut tanpa meninggalkan kecurigaan apapun pada Kamal.
Di saat Riana dan Kamal selesai melakukan sambungan telepon, Dion yang melihat Riana masih bersikap manis membuat Dion tak bisa menahan diri untuk menghina.
"Kau sungguh Istri yang baik hati dan menakutkan! Kau tau Suamimu berselingkuh dengan teman kerjanya tapi kau masih bisa bersuara dengan nada yang lembut seperti itu!" ucap Dion sambil melipatkan kedua tangannya ke dada.
"Lalu di saat yang sama menyusun rencana untuk menghancurkan semuanya!" ucap Dion dengan tatapan mata dan nada suara yang sinis.
"Lalu aku harus seperti apa menyikapi nasibku yang dihianati suaminya? Apakah aku harus marah-marah dan berteriak di tempatnya bekerja atau aku harus menarik rambut Istrimu dan berteriak mengatakannya Pelakor di depan semua orang? Lalu membuatku kehilangan semua kesempatan untuk membalasnya dengan cara yang lebih elegan dan cantil!" ucap Riana yang ikut menyindir sikap Dion yang tempramen sebelumnya.
"Jika kau mengharap aku akan melakukan hal itu maka maaf kau salah menilaiku. Aku tak akan melakukan sesuatu hanya berdasarkan emosi tanpa ada pemikiran yang panjang dan matang!" ucap Riana dengan percaya diri.
Di saat Riana menyindir Dion, Riana melihat mobil orangtuannya sampai di Hotel dan memberi tau Dion yang bahkan tak tau apapun yang dilakukan Istrinya di belakangnya.
"Hmmm, sebaiknya kau lihat dibelakangmu. Mobil merah itu adalah mobil milik orangtuaku dan di dalamnya ada Mas Kamal dan Istrimu, Yonna!" ucap Riana sambil menunjuk ke arah seberang.
Dion yang bergegas mengalihkan pandangannya dengan cepat mencari tempat keberadaan mobil merah yang dimaksud oleh Riana dan melihat dengan matanya sendiri bahwa Yonna keluar dari dalam mobil dengan senyum yang lebar.
"Dasar wanita j*lang! Beraninya kau menghianatiku! Jangan salahkan aku jika aku akan membuatmu babak belur nanti saat di rumah!" ucap Dion yang emosian dengan tangan yang terkepal erat.
Riana yang mendengar perkataan Dion pun tersenyum kecil lalu memberitaunya sesuatu yang membuat Dion terdiam dan terkejut.
"Apa yang ingin kau lakukan pada Istrimu di rumah? Itu semua tak akan pernah terjadi karena Istrimu akan masuk ke dalam Penjara hari ini!" ucap Riana dengan ekspresi wajah dan nada suara yang terdengar percaya diri.
"Apa? Masuk penjara? Apa maksud ucapanmu?" tanya Dion dengan wajah yang terkejut sambil menggrepak meja lalu berdiri.
"Tenanglah! Kau tak perlu bersikap terlalu berlebihan seperti itu. Duduklah kembali dan aku akan mengatakan semuanya!" ucap Riana dengan senyum kecil dan nada suara yang lembut membuat Dion tiba-tiba menjadi takut.
Dion yang kembali tenang setelah permintaan Riana pun kembali duduk tapi Riana tak mengatakan atau menjelaskan apapun dan membuat Dion yang menunggu jawaban bingung.
"Kau sudah diam dan tak berkata apapun sambil melihat Hotel itu selama setengah jam! Apa kau tak akan mengatakan apapun atau bertindak sesuatu?" sindir Dion yang telah mulai tak sabaran.
"Kenapa kau sangat mudah terpancing emosi dan marah? Hmmm, pantas saja Istrimu mencari pelarian lain dengan menggoda banyak Pria!" sindir Riana dengan senyum yang licik sambil melipat tangannya ke dada dan menatap rendah ke arah Dion.
"Apa sekarang kau sedang menghinaku? Menggoda Pria lain? Apa maksud ucapanmu itu? Berhentilah bicara dengan penuh teka-teki!" ucap Dion yang emosi.
"Hmmm, kau sungguh tidak tau apapun yang dilakukan Istrimu di belakangmu! Aku cukup prihatin padamu! Istrimu itu memiliki hubungan terlarang tak hanya dengan suamiku tapi juga beberapa pria lain di kantornya demi memuluskan pekerjaannya di kantor!" ucap Riana dengan percaya diri lalu memberikan beberapa foto saat Riana pergi dengan beberapa pria dengan sangat mesrah.
Dion yang mengambil foto itu lagi dan melihatnya menjadi marah lalu berdiri sambil meremas kertas yang diberikan Riana lalu berbalik arah berniat menggrebek Yonna langsung.
Namun tanpa diduga olenya, tiga orang Pria yang berpakaian Polisis muncul di belakangnya yang membuat Dion terdiam membatu.
"Hmmm, jangan terkejut seperti itu. Duduklah kembali dan aku akan memperkenalkan Tiga Bapak Polisi tampan ini!" ucap Riana dengan suara yang ramah.
"Agh, Pria yang duduk di sebelah kananmu adalah Aris dan dia adalah Muridku saat sekolah dulu. Dia datang kemari bersama dua rekannya ini untuk membantu melakukan penggrebekan pada Mas Kamal dan Istrimu yang melakukan Perselingkuhan atas Laporanku di kantor Polisi!" ucap Riana dengan nada suara yang biasa saja tapi terdengar mengejutkan di telinga Dion.
"A-apa? Laporan di Kantor Polisi? Perzinahan?" teriak Dion lagi sambil berdiri yang langsung bahunya ditekan kuat oleh Aris.
"Tenanglah dan duduklah kembali! Jika kau terus berteriak dan tidak bisa diajak kooperatif maka aku akan menganggap kau mengetahui perselingkuhan ini lalu kami akan memasukkan ke penjara dengan Tuntutan Pasal yang baru!" ucap Aris dengan nada suara yang tegas.
Dion yang tak ingin di Penjara karena tidak melakukan seperti yang dituduhkan oleh Aris langsung terdiam dan menundukkan kepalanya yang membuat Riana memandang rendah ke arah Dion.
Aris yang telah siap dengan rekannya pun bergerak menuju Hotel yang dikunjungi oleh Kamal dan Yonna bersama Riana dan Dion.
Aris yang memimpin misi ini segera mengeluarkan surat tugasnya dari Kepolisian di depan meja Resepsionis yang membuat Resepsionis itu menjadi pucat lalu memanggil atasannya.
Tak butuh waktu lama, Manager Hotel pun datang menemui Aris dan dua Polisi lainnya yang membuat Manager Hotel menjadi sangat patuh.
Manager Hotel yang membisikkan sesuatu kepada Resepsionis bergegas mencari nama di dalam buku tamu lalu mengambil kunci cadangan.
"Hmmm, itu pasti kunci cadangan menuju kamar Yonna dan Mas Kamal!" gumam Riana dengan sangat santai yang membuat Dion menoleh bingung, cemas dan takut di saat bersamaan.
Dion yang awalnya selalu ingin melepaskan amarahnya kepada Riana seketika menjadi diam membisu saat pintu kamar nomor 102 terbuka.
Dion yang masuk tepat setelah Aris dan kedua Polisi lainnya masuk menjadi sangat terkejut saat melihat Yonna sedang duduk di atas Kamal tanpa busana dengan suara er*ngan kenikm*tan.
"Aaarrgghh! Mas milikmu sangan panjang dan kuat!"
"Aarrgghh! Mas aku jadi tidak tahan lagi mau keluar! Arrgggghhhh!"
Riana yang masuk secara perlahan dan terakhir sekali setelah menguatkan mentalnya tetap saja terkejut saat melihat Kamal yang ikut mer*mas p*yud*ra Yonna dengan wajah yang memerah karena ikut merasakan n*kmat saat Yonna memainkan miliknya.
"Aaaarrggghhhh! Sayang jepitanmu sangat kencang dan kuat! Teruskan sayang! Jangan berhenti! Aaarrgghhh!"
Riana yang melihat keduannya tak sadar saat Aris dan dua rekannya masuk ke dalam kamar karena keduanya sedang sangat menikmati keint*man itu membuat Riana ingin muntah dan secara tak sadar air mata pun turun di pelipis mata Riana.
"Hentikan! Angkat tangan kalian berdua! Kalian berdua ditahan atas tuduhan Perzinahan dalam Hukum Undang-Undang Pernikahan!" teriak Aris dengan sangat keras sambil mengancungkan pistolnya ke arah Kamal dan Yonna.
Yonna yang berada di posisi di atas tubuh Kamal langsung turun dan menarik selimut putih menutupi tubuhnya yang tanpa busana itu.
"Aaarrrgghhhh!" teriak Yonna dengan suara yang keras dengan wajah ketakutan dan ekspresi wajah yang memerah karena malu lalu menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya yang bebas karena melihat salah satu Polisi yang ikut menggrebeknya mengangkat handphone seolah sedang merekam dan mengambil foto dirinya dan Kamal.
#Bersambung#
Bagaimana kelanjutan penggrebekan itu? Bagaimana reaksi dan alasan Kamal saat melihat Riana? Apa yang akan dilakukan Dion pada Yonna yang menghianatinya? Tebak di kolom komentar ya...