Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 51. Hukum Masyarakat


Ibu Wati yang kehilangan kesadarannya langsung dipindahkan oleh Polisi ke kursi yang dan diberikan minyak angin untuk membuat Ibu Wati sadar kembali.


Aris yang mendengar semua perkataan Riana dan bisa merasakan kesedihan dan kepedihan Riana karena perbuatan Kamal yang berselingkuh memberi perintah untuk memindahkan Kamal dan Yonna ke dalam Penjara.


Kamal yang menolak dipindahkan ke Penjara karena khawatir akan keadaan Ibunya memohon kepada Riana tapi hanya pengabaian yang didapatkannya.


“Tidak! Ibu...! Riana tolong sebentar saja! Pak Polisi, berikan aku waktu sebentar saja! Aku ingin bersama Ibuku!” ucap Kamal dengan suara yang sangat keras dengan sekuat tenaga menolak di tarik paksa.


Yonna yang melihat adegan yang sangat memilukan itu hanya diam di tempatnya lalu mencuri pandang ke arah Dion yang ternyata tak mendapat balasan sama sekali.


Tepat setelah Kamal dan Yonna dibawa ke dalam Penjara, Keluarga Yonna datang meminta penjelasan kepada Polisi namun tak mendapatkan jawaban apapun sehingga memutuskan untuk bertanya kepada Dion yang telah berdiri dari tempat pemeriksaan.


“Nak Dion! Ada apa ini? Kenapa kamu dan Yonna ada di dalam Kantor Polisi?” tanya Ibu Irma, Ibu Kandung Yonna, dengan nada suara yang terdengar sangat penasaran.


Dion yang telah sangat malas untuk menjelaskan semua perbuatan Yonna yang sangat memalukan dan tidak bermoral menunjukkan beberapa foto yang dikirim oleh Riana padanya dan rekaman penggrebekan yang dikirim oleh Polisi.


Ibu Irma yang datang ke Kantor Polisi bersama suaminya langsung menjadi sangat terkejut dengan berita yang didapatnya hingga air mata yang mengalir itu tak bisa ditahan lagi.


“Yonna... Apa yang sudah kamu lakukan, nak? Huuhhh.... Huuuhhh... Huuuhhh...” ucap Ibu Irma dengan air mata kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.


Dion yang sadar setelah mendengar semua perkataan Riana yang dilihatnya sangat kuat dan tegar tapi ternyata sangat rapuh pun mengajak kedua orangtua Yonna bicara.


“Ibu! Bapak! Aku telah gagal menjadi seorang suami! Aku telah gagal mendidik Yonna menjadi Istri yang Sholehah. Oleh karena itu, aku sudah memutuskan untuk mengembalikan Yonna kepada kalian!” ucap Dion dengan nada suara yang tegas.


Ibu Irma yang mendengar talak yang dijatuhkan untuk Putrinya itu tak kuasa menahan kesedihan dan air matanya hingga membuat Suaminya, Pak Aji, memberikan pundaknya sebagai sandaran.


“Bapak mengerti perasaanmu, Nak. Bapak tau ini semua adalah kesalahan Yonna, anak bapak. Bapak tidak memiliki wajah untuk memohon kepadamu untuk tetap bersamanya setelah semua yang telah terjadi. Bapak harap ini adalah keputusan yang terbaik untuk semuanya!” ucap Pak Aji dengan nada suara yang lembut dan sikap yang bijak.


“Terima kasih, Pak! Terima kasih sudah bisa menerima keputusan dari Dion!” ucap Dion yang lapang dada tidak mencampuradukkan kesalahan Yonna dengan hubungannya dengan orangtua Yonna.


“Bapak! Ibu! Maafkan Dion! Dion sudah membereskan semua pakaian Yonna. Dion akan meminta orang untuk mengirim semuanya ke rumah Ibu dan Bapak. “ ucap Dion dengan ekspresi wajah yang berubah dingin.


“Anak-anak akan tetap tinggal bersamaku! Aku tidak bisa menyerahkan anak-anak kepada Yonna dan aku akan memperjuangkan hak asuh anak nanti di Pengadilan Agama!” ucap Dion dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.


Orangtua Yonna yang tau jika kesalahan dalam rumah tangga ini dilakukan oleh Putrinya pun tak memiliki hak apapun untuk protes sehingga hanya bisa menganggukkn kepala setuju.


Dion yang memiliki urusan lain yang harus diurusnya pun berpamitan kepada Riana yang ternyata sedang menunggu seseorang datang.


“Mbak Riana! Terima kasih telah memberitau kebenaran ini padaku! Aku harus kembali sekarang karena aku harus membereskan semua hal mengenai hubunganku dengna Yonna ucap Dion dengan nada suara yang ramah dan sikap yang sopan.


“Sama-sama. Semoga masalah ini cepat selesai. Aku akan menghubungi anda jika ada perkembangan lanjutan tentang kasus ini!” ucap Riana dengan senyum yang lembut.


“Baiklah. Aku akan menunggu kabar baiknya!” ucap Dion yang membalas senyum Riana dengan ramah.


Setelah kepergian Dion, Aris datang menemui Riana dan memberitaunya tentang kasus perzinahan itu.


“Bu, selama pemeriksaan Kamal dan Yonna akan ditahan di dalam Penjara selama beberapa bulan hingga sidang tentang Perzinahan ini digelar. Jadi jika Ibu ingin membuat penawaran kepada keduanya sebagai korban silahkan lakukan sebelum itu terjadi!” ucap Aris dengan lemah lembut yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Riana.


Riana yang melihat jika hari telah gelap dan waktu telah semakin malam merasa khawatir pada Shasa dan Shawn yang jauh darinya saat ini.


Putra yang telah sampai sebelum Riana meluapkan amarahnya kepada Ibu Mertua dan Iparnya tak ingin ikut campur dan memilih profesional dalam pekerjaan.


Putra yang melihat Riana sangat lelah dan capek pun pergi menghampiri Riana sambil mencoba menenangkannya.


“Aku mengerti. Terima kasih, Putra!” ucap Riana yang merasa sedikit lega pun mengambil tasnya dan berjalan menuju keluar Kantor Polisi


Orangtua Kamal dan Yonna yang melihat Riana keluar dari Kantor Polisi bersikap cuek yang tidak membuat Riana kecil hati sama sekali.


Riana yang pergi ke parkiran mobil pun melajukan mobilnya ke jalanan utama dan saat di tengah perjalanan Riana menghentikan mobilnya.


“Aku sebenarnya tak ingin menjadi orang yang kejam tapi sikap kalian sebagai orangtua sangat tidak pantas untuk ditiru!” ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.


“Kalian tetap membela anak kalian meskipun kalian tau kesalahannya jadi jangan salahkan aku untuk memberikannya pelajaran menggantikan kalian yang tak bisa mendidik anak!” ucap Riana dengan tangan menggenggam erat setir mobilnya.


Riana yang tak ingin pembalasan dendamnya hanya sampai disana saja pun pergi ke rumah mertuanya setelah mengganti pakainnya dan stylenya serta makeup segera pergi ke warung yang ada di wilayah itu.


Riana yang datang membeli sesuatu sambil berpura-pura menanyakan jalan pun membokar semua kejahatan dan kebusukan Kamal.


“Malam, Bu. Apakah Ibu jual minyak angin?” tanya Riana dengan suara yang sangat lembut dan sikap yang sopan.


“Agh, ada nak. Harganya Rp. 13.000.” ucap wanita itu sambil menyerahkan minyak angin roll on kepada Riana.


“Ini uangnya, Bu. Hmmm, ambil saja kembaliannya!” ucap Riana dengan nada suara yang lembut sambil memberikan uang berwarna biru kepada pemilik warung.


“Hmmm, maaf Bu. Apakah saya boleh tanya?” tanya Riana dengan nada sura yang sopan sambil berpura-pura kebingungan.


“Ibu tau rumah Ibu Wati, tidak ya? Saya ada urusan yang sangat penting kesana!” ucap Riana yang menyamar sebagai orang lain dengan tatapan mata yang bingung.


“Agh, Ibu Wati! Rumahnya ada di tiga rumah setelah ini!” ucap Ibu Pemilik Warung dengan suara yang ramah.


“Hmmm, kalau saya boleh tau ada urusan apa ya Mbak kesana?” tanya Ibu Pemilik Warung dengan nada suara dan ekspresi wajah yang sangat penasaran.


“Agh, bagaimana ya? Ini masalah yang sedikit sensitif jadi agak sulit untuk bicara tapi Ibu tolong jangan beritau siapapun ya?” ucap Riana yang bersikap tidak nyaman dengan wajah yang canggung.


“Jangan khawatir. Ibu tidak akan mengatakannya kepada sembarangan orang!” ucap Ibu Penjaga Warung dengan sikap dan wajah yang serius.


“Hmmm, sebenarnya saya datang ingin menyampaikan pesan bahwa anaknya Ibu Wati yang bernama Kamal saat ini ada di dalam Penjara karena digrebek sedang berhubungan int*m dengan Istri orang di Hotel!” ucap Riana dengan nada suara seperti ibu-ibu gosip.


“Apa? Digrebek selingkuh? Sekarang ada di dalam Penjara?” teriak Ibu Penjaga Warung dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tangan di mulut.


“Iya dan ini bukanlah kebohongan karena aku punya buktinya!” ucap Riana yang dengan cepat mengeluarkan handphonenya dan memutarkan video penggrebekan itu kepada Ibu Penjaga Warung.


Riana tak hanya memutarkan video penggrebekan tapi juga mengeluarkan bukti perselingkuhan Kamal.


Ibu Penjaga Warung yang akhirnya percaya dengan ucapan Riana langsung mengutuk dan mengatakan semua kejahatan Keluarga Mertuanya itu tanpa menyarinngnya.


Riana yang ingin berita itu heboh hingga ke semua tetangga pun mengirimkan beberapa detik video penggrebekan ke Ibu Pemilik Warung dan juga beberapa lembar foto Perselingkuhan Kamal dan Yonna.


Riana yang tak hanya ingin membiarkan Yonna baik-baik saja pun melakukan hal yang sama pada lingkungan tempat tinggal orangtua Yonna dan rumah Yonna bersama Dion.


“Tak ada hukuman di dunia yang paling berat selain hukum masyarakat!” ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin.


#Bersambung#


Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah tetangga Yonna dan Kamal akan mengetahui semua perselingkuhan keduanya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya..