
Kamal yang tau bahwa Riana setuju untuk memberikan sejumlah uang sesuai permintaannya menjadi sangat senang tanpa disadarinya telah ada hal yang yang direncanakan Riana di saat bersamaan.
Riana telah sampai di rumah langsung bergegas ke dapur untuk memasak makan malam dan setelah hampir selesai Riana pun membersihkan dirinya.
"Hah! Mandi setelah bekerja adalah yang terbaik." gumam Riana dengan ekspresi wajah yang gembira sambil menatap Kamal yang diam-diam tersenyum sambil memainkan handphonenya.
Riana yang penasaran pun mendekati Kamal dan Kamal yang takut ketahuan Riana segera mengubah aplikasi yang dibuka dan Riana yang tau memutuskan pura-pura menjadi orang bodoh.
Namun saat Riana melihat Kamal memainkan sosial medianya, Riana menemukan sosok wajah yang pernah ditemuinya saat Ujian Tes Seleksi Masuk Pegawai Negeri Sipil.
"Tu-tunggu, Mas! Siapa orang ini? Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya di jajaran karyawan tempat Mas kerja!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang penasaran.
"Agh, dia ini Bos baru di tempat Mas kerja. Namanya adalah Herman dan dia adalah pindahan dari Jambi. Pak Herman mengambil posisi Pak Kuncoro yang pindah ke Jawa!" ucap Kamal yang menjelaskan identitas pria yang pergi bersama Yonna.
Bos baru? Apa Pak Herman ini sudah lama pindah ke kota ini, Mas?" tanya Riana dengan wajah yang curiga dengan tatapan mata yang penasaran.
"Hmmm, tidak terlalu lama dan sepertinya tidak sampai satu bulan Pak Herman pindah. Kenapa Dek? Kamu kenal dengan Pak Herman?" tanya Kamal dengan ekspresi wajah yang bingung tanpa ada tanda-tanda curiga ataupun cemburu pada Riana yang menanyakan pria lain.
"Agh, tidak Mas. Aku tidak mengenalnya. Aku hanya merasa pernah melihatnya di suatu tempat!" ucap Riana dengan senyum yang canggung lalu memilih berbaring di samping Kamal.
Namun tanpa disadari Riana ternyata kecurigaan itu benar adanya, Yonna yang pergi bersama Pak Herman ternyata langsung menginap di Hotel hingga satu jam sebelum jam kantor berakhir.
"Jangan khawatir. Tak akan ada seorangpun yang tau tentang hubunganmu dengan Kamal karena aku pun akan menutup mulut asalkan kau bersedia melayaniku seperti ini kapanku aku membutuhkanmu!" ucap Pak Herman yang terbaring di atas ranjang hotel sambil memakai handuk mandi yang menunjukkan dada bidangnya.
"Bapak harus memegang ucapan Bapak jika tidak maka aku pun akan membuat Bapak ikut hancur bersamaku!" ucap Yonna dengan tatapan mata yang tajam sambil memasang make up sambil memakai handuk mandi.
"Tenang saja. Mulut ini akan tertutup rapat. Saya akan mandi dulu dan ini adalah kartu kredit yang bisa kamu pakai sesukamu dan kerta itu adalah nomor pinnya!" ucap Pak Herman sambil mencium dahi Yonna dengan lembut lalu memasuki kamar mandi.
"Hmmm, Pak Herman tidak terlalu buruk. Meskipun dia sedikit kasar di ranjang dan galak di tempat kerja tapi Pak Herman cukup baik hati memberikan kartu kreditnya untukku!" ucap Yonna sambil mengambil kartu kredit dan kertas nomor pin ke dalam tasnya.
"Yang terpenting adalah Pak Herman adalah pria yang tidak beristri alias single. Pak Herman juga masih muda, memiliki tubuh yang kekar, dan memiliki uang yang banyak. Sepertinya Pak Herman bisa dijadikan salah satu cadanganku jika Mas Kamal tak mau meninggalkan anak dan istrinya!" ucap Yonna yang telah berganti pakaian kerja lalu berjalan keluar hotel menuju kantor.
#Bersambung#
Wow, ternyata Yonna adalah pemain yang profesional. Hmmm, bagaimana kelanjutannya? Tebak di kolom komentar ya..