Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 64. Kehamilan Yonna


Waktu berlalu dengan sangat cepat, Kamal yang masih mencintai Riana dan ingin kembali bersamanya terus meminta maaf dan memulai semuanya dari awal.


Namun Riana yang telah membuat keputusan bercerai tak akan bisa dibujuk lagi karena pintu hatinya sudah tertutup rapat.


"Dek, Mas minta maaf. Maafin Mas. Mas tau ini semua adalah kesalahan Mas." ucap Kamal yang datang ke rumah orangtuan Riana dengan wajah yang memelas.


"Mas tau jika Mas tak memilki hak untuk meminta Adek bertahan demi Anak setelah semua yang telah Mas lakukan tapi sungguh Mas sangat menyesal." ucap Kamal yang terus memohon kepada Riana.


"Mas, kau datang untuk bertemu dengan Shawn dan Shasa, bukan? Itu adalah anaknya. Kau bisa bicara dengan merek. Aku sangat lelah. Aku istirahat dulu!" ucap Riana yang kemudian berdiri dan pergi membiarkan Kamal bersama anak-anaknya.


Kamal yang tak ingin menyerag begitu saja pun meminta bantuan anaknya agar Riana mau kembali tapi jawaban Shasa dan Shawn membuat Kamal terdiam.


"Shasa adalah anak Papa yang palinga baik dan Shawn adalah anak jagoan Papa. Papa melakukan kesalahan yang membuat Mama marah. Bisakah kalian membujuk Mama untuk memaafkan Papa agar kita bisa tinggal bersama-sama lagi?" bujuk Kamal kepada Shasa dan Shawn yang duduk di depannya.


"Shasa tidak bisa, pa." jawab Shasa dengan kepala tertunduk ke bawah dengan wajah yang sedih.


"Shawn juga tidak bisa. Jika Papa merasa melakukan kesalahan maka Papa yang harus meminta maaf dan membujuk Mama. Jangan gunakan kami sebagai pion Papa untuk mengendalikan Mama!" ucap Shawn dengan nada suara yang tegas.


"Shawn sudah tau kesalahan yang Papa lakukan. Shawn tau Papa selingkuh dengan teman kerja Papa! Shawn melihatnya sendiri dengan mata ini!" ucap Shawn dengan tatapan mata yang tajam.


"Shawn melihat pergi dengan p*l*cur itu ke Toko Pehiasan di Mal XXX dan membelikan p*l*cur itu kalung yang sangat indah!" ucap Shawn dengan ekspresi wajah yang dingin.


Kamal yang ingat kejadian sebelum Penggrebekan dirinya dan Yonna di Hotel pun menjadi sangat terkejut dan membeku di tempatnya.


"Papa yang melakukan kesalahan tapi Kakak yang kecelakaan karena melihat perselingkuhan Papa. Mama yang menangis pilu setiap saat dan aku yang diminta untuk membujuk Mama! Papa sungguh Pria yang tidak bertanggung jawab!" ucap Shasa dengan ekspresi wajah yang kesal dan siap menangis kapanpun.


"Sha-Shasa.... Ma-maafin Papa. Mama sungguh minta maaf!" ucap Kamal yang akhirnya menyadari bahwa perselingkuhanya telah membuat anak-anaknya telah menghilangkan namanya sebagai Papa yang terbaik.


Kamal yang tak bisa mengatakan apapun sebagai pembelaan kecuali kata maaf merasa lega setelah Shawn dan Shasa memaafkan Kamal.


"Shasa dan Kakak pergi ke Psikiater atas saran dari Mama yang tak ingin mental kami hancur karena perselingkuhan papa dan perceraian mama dan untungnya hal itu memiliki efek yang baik!" ucap Shasa dengan ekspresi wajah yang lega dan senyum yang lembut.


"Shasa dan Kakak sudah bisa menerima kenyataan ini sebagai Takdir Tuhan yang telah terjadi. Shasa sudah memaafkan Papa dan begitupula dengan Kakak!" ucap Shasa dengan ekspresi wajah yang lembut.


Kamal yang mendengar perkataan Shasa merasa terpukul dan gagal menjadi seorang Ayah tapi semua telah terjadi tak ada yang bisa diubah lagi.


Waktu pun berlalu dengan sangat cepat, Yonna dan Kamal yang kembali bekerja seperti biasa setelah berita perselingkuhan keduanya diketahui satu kantor sudah merasa risih.


Kamal yang merasa sangat bersalah memutuskan untuk menjauhi Yonna tapi Yonna yang telah bertekad mendapatkan Kamal menggunakan semua yang dimilikinya untuk menjerat Kamal.


"Mas, kamu tidak bisa seperti ini padaku! Kita melakukan hubungan ini berdua dan kita pun harus bertanggungjawab berdua!" ucap Yonna yang berhasil menghentikan Kamal yang ingin melarikan diri dari Yonna.


"Apa maksud ucapanmu, Yonna? Hubungan kita telah berakhir!" ucap Kamal dengan nada suara yang sedikit meninggi dengan sangat tegas.


"Berakhir? Tidak, Mas! Aku hamil! Aku hamil anakmu dan kau harus bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandunganku!" ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang serius sambil memberikan hasil tes pack nya.


Kamal yang mendengar perkataan Riana pun terdiam dan mengambil hasil tes kehamilan yang diberikan Yonna dengan wajah yang terkejut dan bingung.


"Tidak mungkin! Bukankah kau itu KB jadi tidak mungkin bisa hamil?" disanggah oleh Kamal yang tidak percaya dengan perkataan Yonna.


"Mas, tidak ada yang tidak mungkin lagipula aku ini hanya menggunakan KB Pil sekarang dan aku pernah beberapa kali lupa meminum pil tersebut!" ucap Yonna dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Mas, aku mau kau bertanggung jawab atas anak ini! Jika tidak aku akan memberitau seluruh keluargamu dan juga anakmu bahkan bilaperlu satu kantor tau jika kau pria yang tidak bertanggungjawab!" ucap Yonna dengan nada mengancam.


Kamal yang berada di situasi yang disudutkan pun menjadi sangat kesal dan frustasi tapi tak ada yang bisa dilakukannya sehingga Kamal pun mengiyakan permintaan Yonna untuk menikahinya setelah sidang cerai selesai.


Yonna yang merasa sangat senang jika rencana untuk mendapatkan Kamal berhasil pun tersenyum bahagia di dalam pelukan Kamal.


Sementara itu, Riana yang telah mengajukan gugatan perceraian akhirnya melakukan sidang pertamanya dengan Kamal dan begitu pula dengan Dion dan Yonna.


Sidang yang mengagendakan mediasi pertama itu ternyata berjalan dengan lancar karena dari kedua pihak sama-sama memutuskan ingin bercerai.


"Sepertinya sidang perceraian ini akan berakhir dengan cepat karena Kamal tak meminta untuk berbaikan!" ucap Putra yang duduk di samping Riana setelah sidang mediasi perceraian dilaksanakan.


"Semoga saja begitu. Hmmm, Put, aku mohon tolong mintakan Hak Asuh Anak padaku dan semua uang dijadikan Nafkah Anak jadi Mas Kamal tak bisa memintaku membayar cicilan Pinjaman Banknya!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang memohon dengan mata yang berbinar.


"Jangan khawatir. Aku akan melakukan semua yang kau inginkan karena aku yakin Hakim akan berpihak padamu karena kau memiliki bukti yang sangat kua!" ucap Putra dengan percaya diri.


Riana yang sangat lega mendengar perkataan Putra pun berpamitan untuk ke kamar kecil tapi di dalam kamar mandi Riana tidak menyangka jika Yonna mengikutinya dari belakang.


"Aku senang karena kau benar-benar menggugat cerai Mas Kamal jadi setelah perceraian ini aku dan Mas Kamal bisa menikah secara resmi dan hidup bahagia bersama keluarga kecil kami!" ucap Yonna sambil mengelus lembut perutnya.


"Keluarga kecil?" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut dan tatapan mata yang penasaran.


"Agh, kau pasti belum tau tapi jangan khawatir aku akan memberitaumu kabar gembira ini! Bukankah kabar gembira harus disebarkan?" ucap Yonna dengan senyum yang licik.


"Sejujurnya saat ini aku sedang mengandung anak Mas Kamal. Aku mengandung buah hasil cinta kasih kami berdua!" ucap Yonna dengan sennyum yang lebar sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.


"Agh, aku sangat lelah setelah semua sidang ini. Aku adalah Ibu hamil muda jadi aku tidak boleh capek jadi sebaiknya aku kembali menemui Mas Kamal dan istirahat!" ucap Yonna yang berpura-pura lelah di hadapan Riana lalu berbalik arah dan meninggalkan Riana sendirian.


Riana yang mendengar jika Yonna hamil menjadi sangat terkejut. Riana yang mengetahui perselingkuhan dan hubungan terlarang antara Kamal dan Yonna sudah cukup membuat Yonna depresi tapi kenyataan Yonna yang mengandung anak dari suami yang bahkan belum sah berpisah darinya ternyata sangat menyakitkan.


"Mas Kamal, kamu tega sekali, Mas!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang terkejut lalu kehilangan kekuatan kakinya hingga terduduk di lantai kamar mandi.


"Kau bilang ingin bertahan demi anak-anak tapi nyatanya kau menghamili selingkuhanmu dan berniat menikahinya setelah keputusan cerai ini diketuk oleh Hakim!" ucap Riana dengan tawa getirnya.


"Pantas saja kau menyetujui perceraian ini dengan mudah dan tak berkata apapun di saat sidang mediasi ternyata ini adalah alasan utamamu, Mas!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Jika itu yang kau inginkan, Mas. Maka aku akan memberikannya dengan mudah!" ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam lalu berdiri kembali dengan ekspresi wajah yang serius.


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Yonna berakhir di Pelaminan dengan Kamal? Benarkah Yonna benar-benar hamil? Siapakah Ayah dari anak Riana sebenarnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..