Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
BAB 65. Nada Anjani


Riana yang telah menata hati dan pikirannya setelah mendengar perkataan Yonna memutuskan untuk kembali ke tempat Putra.


Riana yang sedang berjalan di koridor tidak sengaja ditabrak oleh seorang wanita yang datang dari belakang hingga hampir terjatuh.


“Aduuhh! Hei! Lihat-lihat kalau jalan!” ucap Riana dengan suara yang lantang dengan wajah yang kesal dan emosi.


Riana yang tak bisa melihat lagi orang yang menabraknya pun meneruskan perjalanannya lalu secara tak terduga dirinya mendengar suara seperti orang yang sedang terjatuh.


“Aaaarrggghhh! Tidak! Bayikuuu....! Aaaarrgghhh! Tolonggg!” ucap Yonna yang terjatuh di lantai dari tangga lantai dua.


Riana yang melihat semua kejadian itu dengan mata kepalanya pun menjadi sangat terkejut tapi Riana yang telah kehilangan rasa kemanusiaan dan iba terhadap Yonna memilih untuk berbalik arah membiarkan Yonna yang terjatuh.


Riana yang melihat darah yang keluar sangat banyak dari tubuh bawah Yonna dapat meyakinkan dirinya bahwa Yonna pasti telah keguguran.


“Kau tidak akan sedih kehilangan suami tapi kau pasti akan sangat sedih saat kehilangan anakmu karena kau adalah seorang Ibu!” ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam.


Riana yang melihat orang yang menjadi pelaku dari pendorongan Yonna ke tangga pun segera mencari tau yang telah terjadi.


“Mbak, apakah ini jepit rambutmu! Aku menemukannya di koridor Pengadilan Agama!” ucap Riana dengan nada suara yang bersahabat.


Wanita itu yang melihat jepitan yang bukan miliknya sama sekali segera menyangkalnya tapi perkataan Riana yang dibisikkan ke telinganya membuat wanita itu mengiyakan perkataan Riana.


“Agh, maaf! iIni bukanlah jepitan rambutku! Anda salah melihat wajah orang!” ucap wanita itu dengan ekspresi wajah yang bingung lalu berbalik arah.


“Aku tau jika kau yang mendorong Yonna dari atas tangga dan jika kau ingin rahasia ini aman maka pergilah denganku!” ucap Riana dengan nada berbisik.


“Hmmm, maaf! aku salah mengenalinya! Ini benar jepitan rambutku! Terima kasih telah mengembalikannya! Perkenalkan namaku adalah Nada Anjani. Panggil saja aku Nada!” ucap Nada dengan senyum yang lembut.


“Aku Riana! Senang berkenalan denganmu. Apakah kau mau minum kopi bersamaku?” tanya Riana dengan ekspresi wajah yang ramah.


“Tentu saja!” ucap dengan sangat cepat dengan senyum yang lembut lalu menatap tajam ke arah ambulans yang datang membawa Yonna pergi ke rumah sakit.


Riana yang tak ingin membuat Putra menunggunya lama pun meminta izin untuk pulang lebih awal karena ada urusan mendadak.


“Put, maafkan aku! Aku ada urusan yang sangat mendesak! Aku harus pergi sekarang. Kita bicarakan masalah ini lewat wh*shapp saja!” ucap Riana dengan nada suara yang terburu-buru.


“Baiklah. Hati-hati di jalan!” ucap Putra dengan nada suara yang khawatir dan cemas terutama saat mengetahui bahwa Yonna terjatuh dari tangga lantai dua.


Nada yang pergi besama Riana pun akhirnya sampai di Kafe yang tak jauh dari Pengadilan Agama. Nada yang tak suka berbasa-basi pun langsung mengatakan tujuan Riana mengajaknya bicara.


“Katakanlah padaku apa tujuanmu meminta bicara denganku? Jika kau ingin memerasku, aku akan mengatakan dengan pasti bahwa aku tidak akan memberikanmu sepeserpun uang!” ucap Nada dengan nada suara yang tegas.


“Aku tidak membutuhkan uangmu! Aku sudah memiliki cukup banyak uang untuk memenuhi kebutuhanku dan anak-anakku!” ucap Laura dengan senyum yang licik.


“Aku hanya ingin berkata bahwa musuh dari musuhmu adalah temanmu! Aku tau jika Yonna adalah musuhmu dan aku pun akan berkata yang sama bahwa Yonna juga adalah musuhku!” ucap Riana dengan nada suara yang tegas.


“Pria yang ada di dalam foto itu adalah suamiku beberapa jam yang lalu tapi sekarang kami telah resmi bercerai dan wanita yang menjadi penyebab kehancuran rumah tanggaku adalah Yonna!” ucap Riana dengan tatapan mata yang penuh amarah sambil mengeluarkan beberapa foto perselingkuhan Kamal dan Yonna.


"Aku mengerti sekarang maksud dari ucapanmu itu. Kau benar sekali! Musuh dari musuhmu adalah temanmu!" ucap Nada dengan senyum yang lebar.


Riana dan Nada yang sama-sama memiliki masalah dengan Yonna pun saling terbuka satu sama lain tentang latar belakang keduanya.


"Hmmm, kau sungguh istri sah yang cerdas! Aku mengagumimu!" ucap Nada yang memuji Riana karena berhasil membuat Yonna dan Kamal dimasukkan ke dalam Penjara dan mendapatkan semua yang diinginkan Riana dengan mudah.


"Aku hanyalah Tunangan dari Boy yang tidak dicintainya tapi dibutuhkannya!" ucap Nada yang merujuk pada Herman yang merupakan Bos baru Yonna dan Kamal yang berhenti bekerja karena tak ingin skandalnya dengan Yonna terbongkar.


"Aku jatuh cinta pada Boy pada pandangan pertama. Aku yang tak bisa melupakannya meminta Ayahku untuk menjadikannya Tunanganku sekaligus Calon Suamiku!" ucap Nada dengan wajah yang sedih.


"Aku tau jika Boy tak bisa hidup hanya dengan satu wanita pun menutup mata untuk semua yang dilakukannya asalkan tak ada wanita lain yang mengandung anaknya!" ucap Nada yang berubah menjadi marah.


"Aku tau jika Yonna dan Boy pernah tidur bersama sebelum dirimu melakukan penggrebekan! Aku tidak anak siapa yang ada di dalam kandungannya meskipun begitu aku tak ingin meninggalkan jejak apapun!" ucap Nada dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Aku rasa kau mengerti perasaanku jadi aku harap kau tak akan mengatakan apapun tentang ini!" ucap Nada dengan nada memohon dan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan khawatir. Aku tak akan mengatakan kepada siapapun tentang hal ini!" ucap Riana dengan ekspresi wahah percaya diri.


Nada yang belum puas dengan Yonna yang kehilangan bayinya pun meminta izin Riana untuk menyebarkan video penggrebekan itu ke media sosial.


"Aku tak bisa melakukan itu!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menarik nafas yang panjang.


"Kenapa? Apakah kau tak bisa? Apakah kau masih mencintai mantan suamimu yang telah berselingkuh itu?" tanya Nada dengan ekspresi wajah yang kesal.


"Tidak! Rasa yang aku miliki untuknya sudah mati tapi aku tak bisa melakukan itu karena bagaimanapun dia adalah Ayah dari Anakku! Kenyataan itu tak akan pernah berubah sampai kapanpun!" ucap Riana dengan senyum miris di sudut bibirnya.


"Aku tak bisa melihat anakku sedih karena temannya atau orang lain yang menghina anakku karena perbuatan buruk Ayahnya!" ucap Riana dengan wajah yang sedih.


Nada yang belum pernah menikah apalagi memiliki anak pasti tidak tau apa yang dirasakan Riana sekarang tapi perasaan ingin melindungi anak yang telah dilahirkan, disusui, dan dibesarkannya itu sampai pada Nada.


"Aku mengerti tapi wanita j*lang itu harus diberi sanksi sosial yang lebih buruk! Tidak boleh hanya dengan hukuman penjara dan orang-orang terdekatnya yang tau. Semua orang harus tau tentang perbuatan j*lang itu! Dia harus malu karena perbuatannya diketahui satu Ind* esia!" ucap Nada dengan berapi-api.


"Aku menghargai keputusanmu yang ingin melindungi Anakmu sebagai Seorang Ibu jadi aku akan mengkaburkan wajah Mantan Suamimu itu!" ucap Nada dengan ekspresi wajah yang serius.


"Aku pun akan membayar Akun Gosip untuk mengangkat cerita ini dan menyoroti Yonna sebagai pelaku utamanya! Aku akan menjadikan Yonna sebagai orang yang terkenal!" ucap Nada dengan senyum yang licik.


"Terkenal? Terkenal karena perselingkuhannya?" ucap Riana yang kemudian tertawa lepas bersama Nada dengan wajah yang bahagia.


"Jika kau benar-benar bisa memastikan hal itu maka aku setuju! Aku akan memberikanmu Video Penggrebekan itu!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang pasrah lalu mengirimkan beberapa bukti ke akun wh*tshapp Nada.


Riana yang sangat senang karena tak perlu melakukan apapun untuk menghancurkan Yonna karena telah ada orang lain yang akan melakukannya memilih pulang dan istirahat.


#Bersambung#


Bagaimana kondisi Yonna setelah dibawa ke Rumah Sakit? Apakah janin di dalam kandungan Yonna benar-benar tidak ada? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..