Pembalasan Istri Sah

Pembalasan Istri Sah
Bab 108


Alex tak ingin banyak menutup rahasia tentang lelaki tua di sampingnya, ia mulai memperkenalkan lelaki tua dihadapannya. " Dia ayah kandung kamu, Gina. "


"Apa."


Dari raut wajah Gina, ia masih tak percaya dengan perkataan sang kakak.


"Kalau kamu tidak percaya, kamu lihat ini. "


Sang kakak menunjukkan barang bukti yang ada pada tangannya, " kamu lihat ini. "


Meraih kertas putih, bertuliskan bukti. Gina menggelengkan kepala, tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Ini hanya bercanda kan. "


Ferdi mendekat, mencoba memberi pengertian pada Gina, " tidak ada yang bercanda Gina, ini semua benar. "


Gina menangis, ia meremas kertas putih betuliskan bukti itu. Terlihat jika ia belum bisa menerima sepenuhnya.


" Gina. "


Gina malah memanggil pembantu di rumahnya, " mbok, tolong antarkan aku ke kamar. "


"Baik, nona. "


Tak gampang menerima seseorang yang tak pernah ada dalam kehidupan Gina. Gadis itu harus beradaptasi dan menyesuaikan diri untuk menerima kenyataan sesungguhnya.


"Gina."


Panggilan dari sang kakak tak di dengar sama sekali, Gina hanya berucap. " Tolong beri Gina waktu kak. "


Lelaki tua itu sudah menebak jika reaksi anak kandungnya, tidak menerima akan kehadirannya yang tiba tiba saja datang.


Ferdi berusaha mengerti kondisi Gina, ia hanya diam mematung melihat kepergian Gina.


"Nak Alex. Bapak sudah senang melihat anak kandung bapak sehat, bapak bisa pergi dengan tenang. Tanpa menghuatrikan keadaannya. Terima kasih banyak. "


Kata kata keluar dari mulut lelaki tua itu membuat Gina tersentuh, ia memberi kode tangan untuk menghentikan pembantu yang terus mendorong kursi rodanya.


"Kalau begitu saya pergi."


Setelah berpamitan pergi dari rumah, lelaki tua itu menangis, ia baru saja sampai di ujung pintu.


Dimana Gina memanggil lelaki tua itu. " Tunggu, anda mau pergi kemana. "


Kursi roda yang dipakai Gina saat ini, mendekat ke arah lelaki tua itu, " anda tahu, jika saya begitu merindukan ayah kandung saya sendiri."


Hati lelaki tua itu, terlihat bergetar hebat. Ia menangis, tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Membalikkan badan, pipi lelaki tua itu sudah basah dengan air mata. Dimana Gina melebarkan kedua tangannya, bersiap mendapatkan sebuah pelukan dari sang ayah.


Tanpa banyak berpikir, lelaki tua itu memeluk erat tubuh Gina, ia meminta maaf berulang kali.


"Maafkan ayahmu yang tak berguna ini. "


"Jangan katakan itu, anda tetap ayah saya. Dalam darah saya ada darah anda yang mengalir. "


Tersentuh, melihat pelukan antara ayah dan sang anak.


Ferdi mendekat, dimana Gina melepaskan pelukan dari sang ayah. Ia tersenyum dengan menyekah air mata yang terus keluar dari kedua matanya.


Menarik tangan Ferdi lalu berucap, " ayah, Gina akan memperkenalkan seorang lelaki yang sangat Gina sayangi. "


Tidak ada yang akan menyangka, jika Gina mengatakan hal itu di depan Alex dan Kaira. Begitupun sang ayah kandung.


"Ayah sudah tahu dari awal, ayah juga menyetujui hubungan kalian. "


Ferdi begitu senang, " terima kasih pak. "


"Saya yang harusnya berterima kasih, berkat kamu saya bisa bertemu dengan anak saya sendiri. "


Keduanya saling menatap satu sama lain, tanpa rencana Kaira dan Alex bisa menyatukan Ferdi dan Gina.


"Jadi kapan kalian menikah. "


"Secepatnya."


"Selamat."


Keduanya tampak bahagia, senyum terpancar dari bibir Gina. Tak ada kesedihan terlihat lagi dari wajah Gina.


Tamat.


Hai teman teman, apa kabar. Semoga sehat selalu.


Autor mau mempekenalkan cerita baru ini.


Judul.


"LELAKI TUA ITU SUAMIKU. "


Jangan lupa mampir.