
berani juga kau datang ke sini, " batin al menatap tajam monitor ".
semua nya aman tuan, " ucap alex pada al ".
al hanya menganggukan kepala keluar dari ruangan kontrol.
banyak tamu undangan membawa serta keluarga mereka, bahkan ada beberapa di antara nya membawa anak gadis mereka sebab presdir pranaja corp di gosip kan masih muda dan belum mempunyai istri, dan berharap sebuah keberuntungan bagi mereka.
al menatap dari kejauhan istri nya yang sedang bercengkrama bersama umi aisyah dan mamah putri.
kamu tetap seperti dulu kharisma, aku janji akan membuatmu bahagia, " batin al menatap istri nya dari jarak yang lumayan jauh ".
beberapa gadis mencoba mendekat pada al namun lelaki itu selalu di kawal orang orang nya di tambah wajah dingin al membuat para gadis mengurungkan niat nya.
berbeda dengan jey dan rey yang di sapa banyak tamu undangan, selama ini jey dan rey lebih di kenal luas ketimbang sang presdir sendiri.
para dirut pranaja corp pun hadir, semua nya menyapa jey dan rey namun mereka memilih tak menghampiri al sebab laki laki itu hanya duduk di pojok ruangan.
kini wanita yang terpisah cukup lama saling menatap, kedua nya terdiam dengan kristal air mata yang membasahi pipi kedua nya.
nadira berjalan perlahan dan memeluk erat umi aisyah, umi aisyah mengelus lembut kepala putri nya yang selama ini dia rindukan, hampir dua belas tahun kedua nya terpisahkan membuat kedua nya meluapkan kerinduan dengan saling memeluk dan terisak.
ken berjalan menghampirinya dan ikut memeluk kakak dan umi nya, ketiga nya berhambur pecah tangis dari ketiga nya.
semua orang nampak bingung tak mengerti, ada hubungan apa nyonya ZK dengan nyonya besar pranaja.
sugara menatap nanar keluarga tersebut dan menghampiri nya.
dengan ragu sugara menyalami dan mencium punggung telapak tangan umi aisyah.
umi aisyah tersenyum haru mengelus kepala menantu pertama nya.
kedua keluarga nampak bercengkerama menjadi pusat perhatian para tamu undangan.
sedari tadi kharisma hanya diam duduk di samping putra nya yang masih fokus menghafalkan tulisan dari rey.
mata nadira terhenti saat tak sengaja melihat kharisma, yang di lihat langsung mengalihkan tatapan nya ke arah lain.
nadira berjalan berlahan dan duduk di samping kharisma.
apa ini keponakanku ? " tanya nadira pada kharisma ".
kharisma hanya menganggukan kepala nya, dia masih canggung saat berada di dekat nadira.
apalagi kharisma tau permasalahan antara nadira bersama suami nya.
zen menoleh ke arah ibu nya dan menatap wanita yang seperti nya lebih dewasa dari ibu nya.
mata nadira kembali berkaca kaca saat melihat wajah zen, zen sama seperti al di masa kecil saat manja pada nya.
nadira berdiri dan berhambur memeluk zen sambil terisak sesenggukan, zen hanya diam tak mengerti, dia mengelus pundak wanita dewasa yang tengah memeluk nya berusaha menenangkan layak nya orang dewasa.
acara pun di mulai dengan beberapa acara hiburan dan kini acara inti jey memanggil presdir pranaja corp al pranaja.
semua orang bergemuruh menantikan sosok presdir dingin yang selama ini jarang orang ketahui.
para awak media tak luput memfokuskan merekam kemunculan presdir pranaja corp.
begitupun dengan para gadis cantik anak dari para pengusaha nampak gugup dan penasaran.
ini kali pertama al muncul di hadapan publik bahkan pertama kali al membiarkan orang orang mengambil gambar nya.
al berjalan menaiki tangga menuju podium di ikuti alex di belakang nya.
al berpakain blazer yang senada warna drakbrow seperti sang istri.
al berjalan gontal lalu berdiri di tengah tengah podium.
semua orang orang kembali duduk dengan rapi dan hening saat jey sudah memberikan mikrofon pada al.
al mengetuk pelan lalu mendekatkan ke mulut nya.
selamat malam semua nya, dan terimakasih atas kehadiran semua nya.
al pun memberikan sambutan mengucapkan terimakasih pada semua nya.
di hari bahagia ini izinkan saya memperkenankan penerus pranaja corp mendatang zen pranaja, " ucap al menatap ke arah putra nya yang kini berjalan menaiki tangga menuju podium ke arah nya ".
semua orang nampak kaget, lelaki yang beberapa saat lalu di idolakan oleh para kaum hawa mengumumkan kalau diri nya mempunyai putra bahkan putra nya sudah menuju remaja.
zen dengan percaya diri berjalan dengan pakaian yang sama seperti ayah nya.
semua orang nampak terharu, zen memang bak al sewaktu kecil.
kharisma meneteskan air mata nya terharu.
para gadis pun bertepuk tangan meskipun mereka patah hati namun melihat sosok bocah zen semua nya menjadi gemas melihat bocah remaja kecil itu yang kini berdiri di samping presdir.
para wartawan sudah berada di bawah podium namun semua nya belum di izinkan sesi pertanyaan.
kalian semua mungkin sudah mengenal keluarga saya yang lain, ken adik kandung saya, tasya serta keyla adik perempuan saya dan tentu umi aisyah wanita terhebat bagi hidup saya, " lanjut al membuat kembali riuh bertepuk tangan ".
ken tasya keyla dan umi aisyah berdiri lalu duduk kembali, terlihat al menatap ke arah kharisma yang terlihat sendu menatap ke arah putra nya.
dan satu wanita hebat yang membuat saya termotivasi agar bisa berada di titik seperti ini, istri saya tercinta, " ucap al menatap ke arah kharisma yang baru tersadar dari lamunan nya ".
semua orang nampak mencari keberadaan istri dari presdir, kharisma hanya diam dia bingung harus berbuat apa sebab al tak memanggil nya naik ke atas panggung.
ibu naik sini, " panggil zen dengan suara khas anak yang sudah mengambil mikrofon al ".
semua orang makin gemas pada zen juga penasaran pada ibu zen.
kharisma berdiri dengan ragu berjalan ke arah podium.
kini semua orang tertuju pada kharisma.
al berjalan ke pinggir podium dan membantu kharisma naik ke atas podium, semua orang makin haru melihat keromantisan presdir dingin yang hangat pada istri nya.
hallo semua nya, perkenalkan aku zen pranaja putra dari ayah al serta ibu kharisma.
usiaku sebelas tahun,
al mengambil mikrofon zen, al takut bocah itu akan membocorkan data diri nya dan itu cukup berbahaya.
zen belum selesai ayah, " kesal zen cemberut ".
semua orang nampak tertawa melihat tingkah zen.
kharisma mengelus pundak zen dan berdiri di belakang tubuh zen sambil mengelus kepala zen.
al mengatakan isi hati nya pada kharisma di hadapan semua nya dan membuat kharisma terharu tak menyangka kalau al akan mengungkapkan perasaan nya di depan semua orang.
kharisma menyandarkan kepala nya di bahu al, semua orang nampak ikut terharu hanya zen yang nampak cemberut kesal pada ayah nya.