Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 66 menikah


kharisma ikut bersama keluarga barata karena permintaan mamah putri.


sementara al dan zen masih di pemakaman.


silahkan duduk nak, " pinta mamah putri agar kharisma duduk di samping nya ".


dengan ragu kharisma duduk di sopa ruang keluarga barata.


apa kamu anak dari zidan mahendra ? " tanya ayah barata setelah tau tentang kharisma dari jey ".


kharisma mendongak menatap ayah barata.


apa tuan mengenal almarhum ayah saya ?


dia teman saya sewaktu kuliah, namun kami tak pernah bertemu kembali setelah lulus, bahkan ibu kamu dan istri saya juga bersahabat sewaktu kuliah, " ujar ayah barata ".


saya ikut berduka, dan maap putri anda meninggal gara gara saya, " ucap kharisma makin merasa bersalah ".


kamu tidak bersalah nak, ini semua takdir, " ucap mamah putri mengelus pundak kharisma membuat wanita itu makin merasa bersalah ".


kharisma terisak menundukan kepala nya.


alia sudah menceritakan semua nya beberapa hari sebelum kematian nya, bahkan alia menceritakan akan tujuan pertemuan nya dengan kamu, sekalipun adik saya tidak meninggal dia memutuskan membatalkan pernikahan nya dengan al, " ucap riko memberitahukan ".


kharisma mendongak menatap tak percaya pada riko.


penyebab kematian alia juga itu ulah musuh keluarga kami, kebetulan saja saat itu alia memang selesai menemui kamu, " lanjut riko lagi agar wanita di hadapan nya tak merasa bersalah ".


terus terang maksud kami mengajak kamu ke rumah ini agar kami bisa mengabulkan permintaan terakhir alia, " ucap tuan barata akhir nya ".


kharisma menoleh menatap ke arah tuan barata seolah bertanya.


kamu sudah tak punya keluarga, dan keluarga kami akan menjadi wali mendampingi kamu menikah dengan al pranaja, " ucap mamah putri mengelus tangan kharisma ".


kharisma nampak kaget dengan tujuan keluarga barata.


tapi al tak mungkin mau, dia juga pasti akan benci pada saya, " jawab kharisma menundukan kepala nya ".


al hanya salah paham, dan menurut alia al masih mencintaimu nak, " ujar mamah putri lagi yakin ".


kharisma hanya menggelengkan kepala nya tak setuju.


aku tak keberatan menikahi nya ayah. " ucap al tiba tiba masuk dan duduk di sopa lain dengan wajah datar nya ".


al memang punya rencana lain dan ini yang akan dia pilih yaitu menikah dengan kharisma sesuai permintaan terkhir alia dan entah apa tujuan sebenar nya al.


kharisma mendongak dan menatap al, laki laki itu juga tengah menatap datar pada nya.


malam hari nya acara akad pernikahan di lakukan di rumah barata atas permintaan tuan barata.


al mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas dengan lancar.


tuan barata menjadi wali hakim sebab kharisma sudah tak memiliki satu keluarga pun.


semua berjalan seperti umum nya pernikahan hanya al dan kharisma yang nampak berbeda.


al berfikir akan rencana nya sementara kharisma hanya pasrah dengan apa yang akan al perbuat pada nya.


kharisma tau al melakukan ini semua bukan karena dasar menginginkan nya sebab kharisma bukan orang yang mengenal sosok al satu dua hari.


al berpamitan pada keluarga barata meskipun tuan barata meminta al dan kharisma menginap al menolak nya.


kini al sudah berada di kamar nya bersama kharisma.


al nampak acuh setelah sampai di dalam kamar, berbeda dengan saat acara tadi al ramah pada nya.


kharisma duduk di sopa kamar al ini pertama kali kharisma masuk ke dalam kamar al, nampak hanya ada poto zen yang terpajang di kamar tersebut.


al masuk ke dalam kamar mandi lalu membersihkan diri.


beberapa saat al keluar dengan pakaian tidur nya.


lalu berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuh nya.


al memejamkan mata nya tanpa peduli keberadaan kharisma.


kharisma menghela nafas panjang, lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


beberapa saat kharisma keluar kamar mandi dengan pakain tidur nya, beruntung tadi zen ke rumah nya dan membawa beberapa pakain ganti untuk nya.


kharisma duduk di atas sopa kembali lalu membuka tas nya dan mengambil satu jaket milik nya dan menyimpan kembali tas tersebut.


kharisma memakai jaket tersebut sebab di sopa itu tak ada selimut dan menjadikan tas nya menjadi bantalan.


al membuka mata nya lalu duduk di ranjang dan mematikan lampu utama tanpa menyalakan lampu tidur.


beberapa saat terdengar suara tangisan terisak, namun al hanya tersenyum kecil dan kembali memejamkan mata nya.


kharisma yang takut kegelapan hanya menangis terisak memeluk tas yang tadi dia buat bantalan.


pagi hari nya al melihat kharisma masih memejamkan mata nya, al berjalan ke arah kamar mandi untuk bersiap kembali bekerja sebab beberapa minggu ini dia tak pernah datang ke kantor nya.


al hendak membuka pintu kamar namun dia mengurungkan niat nya, al berjalan ke arah sopa dan mengambil botol minuman di meja dan membuka tutup botol nya.


al menyiramkan ke wajah kharisma membuat wanita itu terperanjat kaget dan terduduk.


cepat mandi kita harus sarapan, aku tak mau zen mempertanyakan keberadaanmu, " ucap al sedikit membentak ".


kharisma bergegas melewati al membawa tas nya menuju kamar mandi.


al duduk di sopa sambil tersenyum kecut.


kini al ikut sarapan bersama zen kharisma dan juga umi aisyah.


nampak al bersikap ramah pada kharisma membuat zen dan umi aisyah merasa lega.


selesai sarapan al pergi di ikuti kharisma dan zen.


zen masuk ke dalam mobil al untuk berangkat sekolah, sementara kharisma kembali ke dalam rumah setelah kedua laki laki itu pergi.


umi aisyah menatap menantu baru nya, ada rasa sedikit kesal namun umi aisyah juga kasihan pada nasib kharisma serta perjalanan rumit menantu nya itu.


kita ke taman belakang umi mau panen buah nanas, " ajak umi aisyah sambil berjalan ".


kharisma hanya mengangguk berjalan mengikuti umi aisyah nenek zen yang sekarang menjadi mertua nya.