
al masuk mencari keberadaan zen yang entah di ruangan mana, al membuka pintu kamar alia dan melihat gadis cantik yang tengah mengeringkan rambut nya dengan hanya memakai handuk dan duduk di kursi menghadap kaca rias.
al menelan ludah nya kasar dengan wajah yang memerah, alia yang menyadari sosok al di balik kaca langsung terlonjak kaget dan berteriak.
sialan laki laki mesum, " sumpah serapah alia dengan melempar beberapa botol alat rias ke arah al yang mundur teratur ".
zen yang mendengar teriakan bunda nya langsung menuju arah kamar dan melihat ayah nya yang terdiam dengan wajah memerah, sementara bunda nya sudah berlari memasuki kamar mandi.
jadi laki laki ko mesum keluar sana, " ketus zen pada ayah nya yang nampak seperti shock ".
al yang tersadar menatap kesal pada anak nya, lalu mengangkat tubuh anak nya di pundak bak karung beras.
zen meronta meminta turun namun ayah nya itu tak menurunkan nya dan membawa nya ke apartemen milik nya.
zen masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu karena kesal pada ayah nya.
beberapa saat kemudian bell berbunyi al langsung di suguhkan dengan tatapan tajam alia, dan tanpa basa basi langsung menampar nya.
itu balasan karena anda mesum, plak tamparan kedua membuat al masih terdiam, dan itu karena anda sudah membuat zen menangis.
alia hendak melewati tubuh al namun di halangi oleh al, al menarik pinggang alia dan mendorong nya hingga menempel di dingding.
kini wajah kedua nya saling bersitatap dengan jarak yang sangat dekat, alia menjadi gugup dan membuang tatapan nya.
tanpa di sangka al mengecup bibir alia membuat gadis itu langsung menutup mulut nya tak percaya.
buk.
al langsung terduduk menahan sakit saat benda pusaka nya di tendang oleh alia, itu untuk balasan karena anda mengambil keperawanan bibir saya tuan mesum, " kesal alia kembali menendang benda pusaka al yang kini terhalang kedua tangan al ".
al berteriak menahan sakit, bukan dia lemah tapi al sama sekali tak menyangka sikap barbar wanita yang kini menatap tajam tanpa belas kasihan pada nya.
zen yang mendengar teriakan ayah nya keluar kamar dan melihat pemandangan yang tak di sangka.
bukan nya membantu ayah nya yang kesakitan, zen menarik tangan alia dan mengajak nya masuk ke dalam kamar bocah nakal tersebut.
hingga malam hari alia dan zen sama sekali tak keluar kamar, sementara al selesai memasak untuk makan malam dia masuk ke dalam kamar karena memang dia jarang makan malam.
setelah cukup lama di dalam kamar alia dan zen keluar kamar karena kelaparan nampak di meja makanan sudah tersedia berbagai makanan.
kedua nya makan sambil berbincang tanpa memikirkan sosok lelaki yang sudah menyiapkan masakan tersebut.
sebenar nya alia memikirkan laki laki dingin dan juga mesum tersebut.
alia sadar kalau laki laki itu menyayangi anak nya namun dengan cara yang berbeda, bahkan salah satu kepedulian laki laki dingin itu selalu menyiapkan sarapan makan siang dan makan malam untuk anak nya.
alia sadar anak dan ayah itu tidak bisa berhubungan baik karena komunikasi yang tak berjalan dengan baik, zen bocah yang pemberontak serta al yang selalu dingin pada anak nya dan membuat keputusan se mau nya.
selesai makan alia berpamitan untuk kembali ke apartemen nya, zen yang sudah mendapatkan banyak wejangan dari bunda nya itu menurut meskipun zen meminta besok pagi agar mengantarkan nya ke sekolah.