Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 36 kontrak kerja sama


hari ini merrin berada di kantor anak perusahaan pranaja yang bergerak di bidang maskapai.


merrin di sambut baik oleh dirut langsung.


tuan hendra lelaki muda namun penuh dengan prestasi, usia yang baru dua puluh delapan tahun namun sudah sanggup menyelesaikan s3 nya membuat diri cio memberikan kepercayaan menjawab sebagai dirut.


di bawah kepemimpinan nya perusahaan berjalan cukup pesat.


hendra mempersilahkan merrin duduk di sopa ruangan nya.


jadi bagaimana nona, apa anda sepakat dengan nilai kontrak dari kami ? " tanya hendra ramah ".


tentu tuan, suatu kebanggan bagi saya bisa bekerja sama dengan perusahaan pranaja corp.


memang sudah lama merrin mengidam idam kan bisa bekerja sama meskipun sekarang hanya dengan anak perusahaan.


pranaja corp yang masih terbilang muda dengan pundak karir nya banyak di kagumi banyak pihak, bukan hanya para pengusaha dan pembisnis, seperti para artis pejabat dan lain nya selalu berharap bisa mempunyai kesempatan dengan pranaja corp, selain penasaran dengan pimpinan utama tentu nya.


hampir satu minggu ini merrin sudah bekerja sama dan mulai melakukan pekerjaan nya.


hingga di loby gedung nampak riuh membuat merrin heran.


ada apa ? " tanya merrin pada salah satu karyawan ".


barusan ada presdir, dan beliau sekarang ada di ruang direktur.


memang al sering melakukan kunjungan mendadak dan itu selalu di tunggu para anak buah nya yang bekerja dengan benar, berbeda dengan para pekerja yang bermain curang maka harus siap mundur dari jabatan bahkan harus berurusan dengan hukum.


merrin pun ikut penasaran dengan sosok pemimpin utama pranaja corp tersebut.


nampak cukup banyak pengawal di luar dan loby gedung agar orang orang tak bisa mengambil gambar presdir.


rey keluar dari lip khusus sambil mengawasi ke adaan agar tak ada satu orang pun yang mengambil gambar presdir, cctv kantor pun langsung di matikan.


dengan rambut klimis serta mata tajam hidung mancung rahang yang tegas membuat merrin menyangka itu sang presdir.


tampan sekali, " ucap merrin pada asisten dan juga karyawan yang berdiri di samping nya ".


masih jauh lebih tampan presdir, assisten rey juga sudah menikah kalau presdir kan belum, sahut karyawan di samping merrin.


hingga beberapa menit kemudian lip khusus kembali terbuka, muncul sosok al di ikuti jey juga hendra berjalan lebar menuju keluar loby.


semua orang menunduk hormat, merrin malah membolatkan mata nya pada sosok lelaki yang tersenyum seperti mengejek ke arah nya.


dia apa dia presdir, atau laki laki di samping nya, " batin merrin masih tak percaya ".


kini merrin berada di ruang direktur karena hendra memanggil nya.


hendra memberitahukan kalau diri nya harus datang ke kantor utama pranaja corp dan presdir ingin menemui nya.


merrin menelan ludah nya kasar, kini fikiran nya berkecamuk takut laki laki itu akan memberikan perhitungan pada nya.


merrin mengikuti langkah jey dengan lemah, fikiran nya masih berkecamuk, bahkan karir nya bisa hancur seketika jika sang presdir mau.


kini merrin dan jey masuk ke ruangan yang begitu mewah, nampak laki laki dingin masih membawa berkas di kursi kebesaran nya.


merrin duduk di sopa panjang setelah jey mempersilahkan nya dan keluar ruangan.


al berdiri dengan membawa berkas dan duduk berhadapan dengan merrin yang masih menundukan kepala nya.


anda wanita tempo hari di pesawat pranaja air kah ? " tanya al memastikan ".


glek.


marrin menganggukan kepala nya dengan masih menunduk.


al menyodorkan berkas tersebut di hadapan merrin.


merrin mengambil berkas itu dengan pasrah, namun mata nya membulat saat isi berkas tersebut sebuah kontrak kerja sama.


merrin mendongakan kelapa nya menatap ragu pada presdir.


ini perusahaan anda tuan ?


al menggelengkan kepala nya.


merrin membaca isi kontrak yang menurut nya lumayan besar, namun perusahaan ini baru di dirikan dan hanya perusahaan jasa kecil.


bagi merrin diri nya model papan atas dan tak layak jika harus menjadi brand ambasador perusahaan tersebut.


tapi ini perusahaan kecil dan baru, " tolak merrin memberanikan diri ".


memang, " jawab al santai ".


pintu di buka nampak bocah berumur sepuluh tahun berjalan mendekat ke arah al dan mencium kedua pipi al membuat merrin penasaran dengan sosok anak kecil tersebut.


hallo princess, " sapa bocah itu yang merupakan zen ".


hey, " jawab merrin bingung ".


dia anakku dia yang meminta anda menjadi brand di perusahaan itu, " ucap al memberitahukan ".


ya memang zen mengidolakan sosok merrin hingga dia meminta bantuan ayah nya agar bisa bekerja sama di perusahaan yang di kelola bunda nya.


berbincangan cukup alot terjadi karena merrin menganggap al merendahkan nya, namun zen yang bisa meluluhkan pendirian merrin dengan dalih perusahaan yang baru itu cukup berpotensi dan mempunyai peluang menjadi salah satu perusahaan jasa kebugaran terbesar se asia dengan orang orang besar di belakang nya seperti pranaja corp will serta angkasa bahkan akan masuk beberapa investor baru.


zen meyakinkan merrin jika merrin berhasil justru itu akan menjadi batu loncatan agar karir merrin lebih mendulang serta populer.


akhir nya merrin setuju dengan bujuk rayu zen, hanya menggeleng melihat cara anak nya yang bisa bernegosiasi di usia kanak kanak.