Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 7 spa


babarapa hari berlalu, kini al tengah berjalan bersama monik memasuki mall sementara jey memilih masuk ke dalam restoran bersama sopir karena jam makan siang.


monik sebenar nya al perintahkan untuk makan siang bersama jey namun gadis itu tentu menolak dan memilih menemani bos nya yang entah akan berbelanja apa di dalam mall tersebut.


rupa nya al masuk ke dalam tempat spa karena tubuh nya yang lelah setelah beberapa hari ini dia bekerja hingga larut malam.


al sedikit kaget begitupun wanita yang sekarang berada di hadapan nya yang terhalang meja kasir, monik sendiri tak menyadari hal itu.


al memilih treatment begitupun dengan monic, monik meminta ruangan private untuk diri nya dan al, namun al menolak dengan meminta dua ruangan privat yang berbeda.


alia segera memanggil therafis dan mempersilahkan kedua orang itu masuk ke ruangan private masing masing.


suami istri yang aneh, " batin alia heran karena dia menyangka monik dan al sepasang suami istri ".


alia terdiam melamun membuat para pekerja nya heran dengan tingkah bos nya yang ceria kini malah termenung.


alia memikirkan al yang sudah mempunyai istri yang begitu cantik, entah kenapa meskipun jelas jelas alia mengetahui kalau al sudah menikah alia merasa sakit hati dan seolah tak menerima kenyataan.


alia pergi dari tenan spa nya dan berpesan pada kasir agar tagihan atas nama tuan al di masukan ke dalam tagihan nya.


kini al dan monik sudah selesai treatment dan hendak mem bayar namun monik heran karena sudah di bayar oleh pemilik tempat spa tersebut.


kini kedua orang itu berjalan ke loby mall yang sudah di tunggu sopir dan juga jey.


apa tuan mengenal pemilik tenan tersebut ? " tanya monik memberanikan diri karena penasaran ".


al hanya menganggukan kepala, di masih memikirkan siapa pemilik tempat spa tersebut di fikiran nya tertuju pada satu wanita yaitu alia.


cie yang rindu bunda, " sindir zen yang tau tingkah ayah nya sedari tadi menekan bell seberang apartemen nya ".


al duduk di samping zen dan langsung menggelitik anak nakal nya itu hingga kedua nya tertawa puas.


ampun ayah ampun, " ujar zen menyerah ".


al pun menghentikan ke usilan nya pada anak nakal nya dan menyalipkan leher zen pada ketiak nya sambil mengelus pucuk kepala anak nakal nya.


al menceritakan kejadian siang hari tadi pada anak nya agar tak salah paham.


bunda cantik sih tapi sayang sombong, " ucap zen yang mengingat sosok alia ".


maksud kamu ?


zen menceritakan pertemuan pertama saat di tinggal di lip, lalu membalas nya saat di restoran dan juga saat mengembalikan paperbag.


kamu keterlaluan dia buat satu kali kamu kesal, tapi kamu balas dengan dua kali, " jawab al mengingatkan anak nakal nya yang super jahir ".


kenapa ayah membela bunda ? apa ayah khawatir ? cie cie .


kamu sedari tadi bilang bunda ?


ya soalnya aku ga tau nama nya jadi aku panggil bunda saja, " ucap zen terkekeh entah kenapa dia kesal tapi juga senang bertemu tante cantik menurut nya ".


al hanya menggeleng heran dengan anak nakal nya itu.