
tiba tiba mobil yang di kendarai kiki berhenti mendadak membuat riko dan alia kaget.
ada apa ki ? " tanya riko kesal karena kepala nya mengenai kursi belakang kemudi ".
kiki tak menjawab dia hanya menatap kesal ke arah depan dengan beberapa mobil yang menghadang, kiki mengambil kunci stir hendak membuka pintu namun di cegah alia.
jangan kak, mereka banyakan kita hanya bertiga, " cegah alia apalagi melihat orang orang yang keluar mobil dengan membawa berbagai senjata tumpul tajam bahkan ada yang membawa senjata api ".
kiki yang merasa di khawatirkan oleh wanita pujaan nya malah makin berani dan keluar dari dalam mobil yang tak bisa di cegah.
riko hanya menghela nafas pada assisten dan sahabat nya yang bersikap gegabah, mau tak mau riko ikut keluar dengan mengambil senjata di belakang punggung nya.
alia tak menyangka kakak nya mempunyai senjata api bahkan seperti nya kakak nya itu selalu membawa nya kemana mana.
orang orang itu mendekat ke arah kiki, mana wanita itu ? " tanya salah satu gerombolan itu ".
kiki tau yang di maksud pasti alia, mau apa kalian ? " tanya kiki geram sambil bersiap melawan dengan tangan yang memegang kunci stir ".
orang orang itu nampak tersenyum meremehkan pada kiki, dan kini riko berjalan mendekat ke arah kiki.
duar.
satu ledakan ke arah langit membuat alia menunduk di dalam kursi mobil.
riko pun kaget yang tadi nya akan mencabut senjata nya mengurungkan niat nya.
serahkan wanita itu atau kepala kalian akan kulubangi, " ancam seseorang yang tadi menembakan senjata nya ".
kiki yang emosi langsung menyerang orang tersebut.
akhir nya perkelahian tak terhindarkan, alia masih menunduk takut tiba tiba puluhan letusan terdengar nyaring nampak hanya riko dan kiki yang masih terduduk dengan wajah babak belur nya.
sementara orang orang yang tadi memukul kedua nya tengah di tarik ke dalam truk besar dan beberapa di lembar ke dalam truk seperti karung beras, nampak darah berceceran dimana mana membuat kedua orang laki laki itu shock apalagi kini di dekat nya cukup banyak orang orang berpakaian hitam dengan wajah datar melempar orang orang yang sudah tak ber nyawa itu ke atas truk.
pintu mobil terbuka membuat alia makin ketakutan, nona saya akan mengantar anda pulang, " ucap seseorang di kursi kemudi dan langsung menyalakan mobil dan melaju ".
alia mendongakan tubuh nya menatap ke arah kemudi, anda siapa ?
saya alex nona, saya akan mengantarkan anda sampai rumah anda, " jawab alex masih fokus menyetir ".
entah keberanian dari mana alia memukul kepala alex hingga mobil berhenti mendadak, kamu suruhan siapa ? saya ga perlu tau nama kamu, " kesal alia barbar ".
alex tersenyum kecil meski tak terlihat alia karena berada di belakang tubuh nya, menurut alex nona nya cukup unik.
entah lah alex beranggapan kalau nona nya itu salah satu orang penting bagi al karena baru kali ini diri nya di perintah kan menjaga orang lain selain keluarga besar pranaja.
saya di perintahkan tuan pranaja untuk menjaga anda nona, " jawab alex kembali melajukan kendaraan milik riko itu ".
alia menghela nafas lega dan duduk kembali di kursi setelah tadi sedikit berdiri ke arah depan, alia kira lelaki di hadapan nya salah satu orang yang menghalangi nya tadi.
sejak kapan kamu mengawasi saya ? " tanya alia lagi penasaran ".
alia mengingat kalau dua bulan lalu dia baru awal awal mengenal zen dan juga al.
tapi saya ga pernah lihat kamu ? " tanya alia lagi penasaran ".
kami mengawasi bukan mengawal nona, " jawab alex santai ".
jadi kamu bukan sendirian ?
alex hanya menggelengkan kepala nya.
di rumah utama nampak alia masih khawatir karena kakak nya dan juga kiki belum sampai, sementara alex sudah pergi entah kemana.
mamah putri ayah barata dan juga amelda sama khawatir nya setelah mendengar cerita dari alia.
hingga mobil hitam masuk ke dalam halaman rumah nya, keluar dari pintu belakang dengan kiki dan juga riko yang nampak babak beluar.
mobil hitam melaju kembali meninggalkan kediaman barata, bahkan riko dan kiki sama sekali tak tau orang yang mengantarkan nya itu.
kini semua nya di ruang keluarga riko di obati amelda sementara kiki di obati mamah putri karena alia menolak membantu kiki.
tadi yang membantu kita itu siapa ? apa kamu mengenal nya ? " tanya riko pada adik nya ".
alia tadi mendapat pesan dari alex agar tak memberitahukan pada siapapun termasuk keluarga nya.
ga tau, lagian yang harus kita cari tau orang yang menyerang kita bukan yang menolong kita, " ucap alia mengalihkan pertanyaan kakak nya ".
semua orang nampak curiga menatap alia dan alia hanya santai memainkan handphone nya mengirim beberapa pesan meskipun tak ada jawaban.
makasih, " ucapan itu alia kirim pada al yang pasti sudah mengetahui semua nya dan ini pertama kali alia mengirim pesan setelah mengetahui nomor al dan itu alia mengambil hanphone al lalu menghubungi no nya sewaktu di kantor ".
pesan sudah terbaca namun tak ada jawaban.
di lain tempat laki laki dingin hanya tersenyum kecil setelah membaca pesan dari alia , al menyimpan nomor alia dengan nama alia.
lalu kembali datar setelah mengingat orang yang coba melukai entah alia atau kakak nya alia.
berbeda dengan alia yang menulis lelaki dingin pada handphone nya.
pandangan alia yang menunggu pesan balasan teralih pada riko yang tengah menyalakan rokok dan menghisap lembut.
alia melempar bantal ke wajar riko.
kenapa ? " tanya riko merasa tak bersalah ".
aku kira itu senjata sungguhan, " kesal alia menatap riko yang masih memegang korek berbentung senjata api itu ".
semua orang tertawa karena perkataan alia, hanya gadis itu yang mendengus kesal pada kakak nya.