
kini al berjalan masuk di kantor utama nya, pranaja corp, meskipun pakaian al yang selalu memakai pakaian non formal dengan sepatu sporty, celana levis serta kaos hitam serta jaket tak membuat pesona nya luntur.
banyak dari para kaum hawa mengagumi sosok lelaki dingin tersebut, sebagai seorang presdir al memang tak terlihat karena pakain nya yang jarang sekali berpakaian formal dan hanya memakai saat ada pertemuan pertemuan yang mengharuskan nya memakai pakaian formal.
al berjalan di ikuti jey masuk ke dalam lip khusus petinggi perusahaan.
sebagai presdir yang membawahi banyak anak perusahaan serta dirut al menjadi sorotan publik, namun sampai saat ini wajah nya tak pernah muncul di media apapun dan hanya di wakili jey ataupun rey, para pembisnis pun tak banyak yang mengenal nya hanya para pembisnis kelas atas yang pernah bertemu dengan nya, hanya nama nya saja yang menjadi perbincangan orang orang yang mengidolakan nya baik para pembisnis ataupun para selebritis dan juga para wanita anak pengusaha yang sedikit mengenal nama besar al pranaja.
monik menunduk hormat saat al melewati nya dan berjalan masuk ke dalam ruangan presdir.
monik sudah lama mengagumi bahkan bisa di bilang mencintai sosok al, namun laki laki itu tak pernah memberikan peluang pada nya.
al menyadari itu, namun dia acuh selama pekerjaan monik sebagai sekertaris utama nya itu baik baik saja al tak mempermasalahkan nya.
masih berharap ? " ejek jey melewati monik dan masuk ke ruangan nya ".
monik hanya mendengus kesal pada assisten jey, sementara dua wanita di samping nya hilda dan irma hanya menahan tawa karena takut monik akan marah pada mereka.
ketiga nya merupakan sekertaris presdir dan monik menjadi sekertaris utama, ketiga nya cukup akrab namun karena monik yang tegas dalam pekerjaan membuat hilda dan irma segan pada sosok monik yang sebenar nya ramah di luar pekerjaan.
umi, ada apa ? " tanya tasya sang menantu ".
tasya merupakan istri dari ken, adik dari al lelaki yang kini menjadi pengusaha muda yang sukses seperti sang kakak, perbedaan nya hanya ken tak merintis dari nol karena bantuan sang kakak berbeda dengan al yang benar benar menjalan kan semua nya dari nol.
gapapa sayang, umi cuma teringat kakak ipar kamu dan juga cucu lelaki umi, " jawab umi aisyah lirih ".
tasya mengelus pundak mertua nya sembari mengenggam tangan mertua nya itu menguatkan.
biarkan kakak ipar memilih jalan hidup nya sendiri umi, jangan paksakan lagi kakak ipar menikah dengan keyla umi, " ucap tasya takut kalau mertua nya itu akan tersinggung dengan perkataan nya ".
umi tak memaksa, tapi sampai kapan kakak ipar kamu akan hidup sendiri, usia nya sudah tiga puluh tiga tahun, dia butuh pendamping hidup, keyla wanita baik dan dulu sebelum umi menjodohkan mereka al selalu bersikap baik pada keyla namun sekarang kenapa dia malah menolak keyla dan memilih pergi dari rumah ini, " keluh umi aisyah khawatir dengan kondisi anak laki laki pertama nya ".
kakak ipar menyayangi keyla seperti menyanyagi tasya, layaknya seperti adik bukan perasaan cinta yang ada di hati kakak ipar, meskipun tasya tau keyla mempunyai perasaan cinta itu pada kakak ipar, " jelas tasya mencoba memberi pengertian pada mertua nya ".
tasya dan keyla merupakan anak panti yang di ambil umi aisyah sepuluh tahun yang lalu, dan tasya berjodoh dengan ken karena kedua nya saling mencintai, sementara keyla cinta nya bertepuk sebelah tangan karena al hanya menganggap nya sebagai adik.
kini keyla mengurus beberapa toko perhiasan milik umi aisyah sementara tasya mengurus beberapa butik milik umi aisyah hasil pemberian dari al lelaki yang membanggakan umi aisyah juga menghawatirkan bagi umi aisyah atas kondisi al saat ini yang tak pernah kembali dekat dengan wanita manapun.