Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 45 enam bulan berlalu


kini sudah enam bulan berlalu, jey sudah menikah dengan monik.


amelda sudah melahirkan bayi perempuan yang lucu bernama amira.


dua pelaku yang menjebak kharisma pun sudah di temukan.


kharisma sendiri sudah bisa berjalan meskipun di bantu tongkat.


zen bocah itu menjadi anak yang baik, sejak kepergian bunda nya zen tidak pernah bertingkah, meski kehilangan zen yakin bunda nya suatu saat akan kembali.


di pesisir pantai gadis cantik tengah termenung dimana dia mengingat saat saat kebersamaan bersama lelaki yang tak bisa dia lupakan juga anak angkat yang hampir jadi anak sambung nya.


alia baru sampai di tempat ini sekitar dua minggu, hampir delapan bulan sudah dia berpindah pindah tempat, beruntung dia selalu memakai uang tunai yang dia ambil dari bank sebelum kepergian nya.


sebab jika dia mengambil lewat kartu maka dengan mudah al akan menemukan nya.


apa al sudah bahagia bersama cinta sejati nya, apa zen bahagia karena ayah dan ibu nya sudah bersama, " batin alia menatap lurus ke arah pantai ".


kini tabungan nya mulai tipis kebetulan di sini tengah di bangun resort yang begitu megah, alia berfikir dia harus kembali bekerja dan akan membuka usaha kecil kecilan.


di lain tempat al tengah memberikan hukuman pada orang yang pernah menyakiti kharisma.


wanita tersebut ternyata merrin dan lelaki tersebut kakak dari merrin zonatan.


zo di masukan ke dalam kandang buaya, dia berlarian seperti tikus yang di kejar kucing.


sementara merrin tak menyangka kalau laki laki yang tempo dulu dia hubungi adalah presdir pranaja.


merin di masukkan kedalam lubang yang kedalaman empat meter serta lebar satu meter persegi.


merrin meronta memohon ampun namun al hanya menatap tajam merrin dari atas lalu mengeluarkan lintah dari dalam karung dan soktak membuat merrin histeris.


andai satu dua lintah merrin bisa saja membunuh nya, satu karung terbayang menempel di tubuh kita akan menghisap seperti apa dan masuk ke dalam lubang lubang tubuh kita.


al meninggalkan markas dengan wajah dingin nya, para anak buah nya hanya bergidik dengan cara hukuman yang di berikan bos besar nya.


amar lelaki itu sudah di bebaskan dengan ke hilangan satu kaki dan satu tangan serta lidah yang di potong.


di rumah sederhana kharisma nampak al duduk di sopa melihat anak dan mantan kekasih nya bercanda.


nampak juga dokter arya yang canggung karena keberadaan nya.


zen kita pulang, " ajak al pada anak nya ".


tapi ayah aku mau menginap di rumah ibu saja, " jawab zen tak ingin pergi ".


besok kamu boleh menginap di sini beberapa hari, tapi malam ini saja temani ayah ok, " bujuk al yang di angguki zen ".


bocah itu tau kalau ayah nya kesepian terutama sejak kepergian bunda nya.


kini al dan zen sudah meninggalkan rumah kharisma.


arya menatap kharisma dengan gugup.


sejak awal kharisma sadar kalau dokter tersebut seperti tertarik pada nya, namun kharisma selalu berusaha biasa dan menganggap arya sebagai teman satu profesi nya.


kharisma merasa tak pantas untuk di sukai dokter arya yang masih bujangan, di tambah hati kharisma masih tertanam pada al meskipun kharisma bertekad akan membuang perasaan nya.


anda tak pulang dok ? " usir kharisma halus ".


kok dok sih , ini bukan saat bekerja, apa kamu mengusirku ? " tanya arya kecewa ".


tidak bukan seperti itu, " ujar kharisma tak enak hati ".


dokter arya mengeluarkan kotak perhiasan dan menyimpan nya di atas meja, pasal nya ini bukan kali pertama kharisma menolak nya.


usia aku sudah cukup matang , orang tuaku juga sudah tau semua nya tentang kamu, mereka menerima kamu apa ada nya, jika kamu setuju menikah denganku tolong pakai cincin ini saat kita bertemu kembali, jika kamu menolak nya kamu cukup kembalikan cincin itu padaku, sebab itu cincin turun temurun keluargaku, aku akan ke kampung beberapa hari menemui orang tuaku, jaga diri baik baik, " ucap arya panjang lebar lalu meninggalkan rumah kharisma ".


setelah kepergian arya kharisma terdiam,jujur kharisma akui arya lelaki yang tulus, tapi dia tak merasa layak berada di samping lelaki tersebut.


pintu kembali di buka nampak al dan zen masuk, kedua orang tersebut memang tadi pergi dan bertamu di samping rumah kharisma bukan pergi ke rumah utama pranaja.


zen paham dengan situasi ibu nya langsung masuk ke dalam kamar, al masih berdiri menetap kharisma yang masih terdiam.


kharisma berdiri dan berjalan perlahan lalu memeluk al sambil terisak.


al membalas pelukan tersebut dan mengelus kepala kharisma, kini al sadar dia memang tak mencintai kharisma yang ada hanya perasaan seperti teman sahabat atau saudara.


terbukti tak ada perasaan cemburu atau apalah itu saat tau dokter arya mempunyai perasaan pada kharisma.


aku harus apa ? " tanya kharisma lirih dalam pelukan al "


menikah lah dengan nya, atau kau akan menyesal di kemudian hari, dia laki laki yang baik dan tulus, " ucap al mengelus kepala kharisma ".


sedari tadi zen mendengarkan di balik pintu ikut terisak, di satu sisi dia juga sayang ibu nya, tapi zen tau mereka tak bisa di satukan kembali, apalagi zen pun punya bunda dan zen tau bunda nya dan ayah nya saling mencintai.


zen menangis karena berharap ayah sambung nya akan baik seperti bunda nya, meskipun zen tau dokter arya baik pada ibu nya, tapi zen tidak terlalu dekat dengan dokter arya.