Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 70 surat panggilan


sore hari kharisma membuka mata nya, kharisma melihat suami nya yang terlelap, kharisma juga menatap ke arah dada al yang terlihat bekas luka.


kharisma tau sebab luka itu dan menggeleng dengan kebodohan al.


kharisma menyingkirkan pelan tangan al agar terlepas dari pinggang nya.


mau kemanana ? jangan pergi. " pinta al makin memeluk erat pinggang kharisma ".


aku mau ke kamar mandi, " dengus kharisma melepas kasar tangan suami nya ".


kharisma berjalan keluar kamar sebab kamar mandi berada di sebelah dapur rumah seserhana nya.


saat keluar dari kamar mandi kharisma kaget sebab al sudah berdiri di samping kamar mandi.


kharisma mengusap dada nya karena kaget.


cepat pergi ini sudah sore, " usir kharisma sambil berjalan ke ruang dapur ".


ini rumah mu, tentu aku boleh menginap di rumah istri sendiri bukan, " ucap al santai dan duduk di kursi meja makan ".


kharisma menyeduh kopi, beruntung dia memang suka kopi seperti suami nya.


al tersenyum saat kharisma menuangkan air panas pada dua cangkir itu arti nya satu untuk nya.


sisi lain kharisma yang al tau sejak dulu, meski marah kharisma akan tetap peduli pada nya.


al merogoh saku celana nya dan mengambil rokok lalu menyalakan nya dan meghisap lembut.


kharisma menatap tajam al sambil menyimpan satu cangkir kopi di depan suami nya.


al hanya tersenyum tak merasa bersalah.


apa kamu selalu merokok di depan zen ?


tidak, aku tau ucapan kita sewaktu muda kalau harus memberi contoh baik pada anak kita dan jangan memberi contoh buruk pada anak kita, " jawab al santai sambil menyeruput kopi ".


wajah kharisma nampak merah merona saat al ternyata mengingat ucapan nya tempo dulu.


berarti kamu sudah tua sekarang, " cibir kharisma menutupi ke gugupan nya ".


tiga empat belum terlalu lah, kalau di atas ranjang dua empat mungkin, " jawab al santai membuat kharisma memukul bahu al ".


kenapa ? kita suami istri apa salah bahas hal seperti itu ? " goda al tersenyum jahil ".


kharisma yang belum sepenuh nya memaapkan al memilih menghiraukan suami nya kan kembali melanjutkan rencana nya untuk memasak.


hampir satu jam kharisma memasak dengan al yang mengawasi nya duduk di atas kursi meja makan.


selesai memasak kharisma menghidangkan makanan di atas meja, lalu duduk dan tanpa menawari atau menyajikan makanan ke pada suami nya.


kharisma melahap acuh membiarkan laki laki dingin di hadapan nya menatap kesal pada nya.


al mendengus kesal lalu mengambil piring dan menuangkan nasi serta lauk pauk.


tanpa rasa malu al melahap makanan dengan lahap.


malam hari nya al mengajak kharisma kembali ke rumah utama namun kharisma kukuh ingin tinggal di rumah sederhana nya.


kini laki laki dingin itu tidur di sopa ruang keluarga dengan bantal dan selimut yang di berikan kharisma.


pagi hari nya al terbangun dan mencari keberadaan istri nya namun wanita itu sudah tak ada di rumah.


al berlari ke arah dapur di sana juga tak ada wanita yang dia cari, hanya ada sepucuk surat di meja makan.


al membaca nya.


ini sarapan untuk kamu, dan mungkin ini terakhir aku memasak untuk kamu, pulang lah aku sudah mengurus surat perceraian untuk kita.


al meremas surat tersebut dan terduduk di kursi meja makan.


al fikir istri nya telah memaafkannya namun ternyata tidak, kharisma memang wanita yang baik dan peduli pada semua orang dan al salah menanggapi sikap baik istri nya.


al memakan sarapan dengan malas.


lalu dia kembali ke rumah utama.


di sana nampak sepi hanya ada para pekerja sementara semua keluarga termasuk istri nya kini meninggal kan diri nya sendiri.


al berjalan malas memasuki rumah utama dengan perasaan sedih.


hampir satu minggu sudah al hanya sibuk dengan pekerjaannya, al sama sekali tidak menghubungi kharisma atau mencari tau keberadaan nya sebab al tak ingin memaksa kehendak nya pada kharisma.


kini di kantor tepat nya di ruang presdir al termenung, ucapan kharisma bukan isapan jempol kini surat penggilan dari pengadilan sampai di meja kebesaran nya.


wajah datar tenang dan dingin itu kini menjadi lelaki yang lemah.


al menundukan kepala nya dan menempelkan di atas meja.


dia teringat akan janji masa lalu pada kharisma.


buktikan kamu bisa jadi lelaki hebat, maka aku dan zen akan kembali padamu dengan aku yang menjaga hati jiwa dan ragaku untukmu.


al mendongak, jiwa raga. " batin al berfikir ".


apa dia benar benar menjaga itu semua denganku ? " pertanyaan itu berputar di fikiran al ".


aku berada di puncak seperti ini untuk membuktikan ucapanku pada kharisma, lantas kenapa kau meninggalkan aku sekarang, " batin al menghela nafas panjang ".


al teringat perjuangan membangun usaha nya, lantas kenapa saat dia berada di puncak al malah menghakimi kharisma bukan kembali mengejar cinta nya.


al benar benar menyesali perbuatan nya.


sedari tadi jey rey dan alex yang memang al perintahkan datang kembali ke negara ini berdiri menunggu apa yang akan di ucapkan bos besar nya.


kumpulkan semua dewan direksi dan seluruh petinggi perusahaan siang ini, dan undang semua wartawan, " ucap al akhir nya ".


jey rey dan alex menganggukan kepala nya dan keluar dari ruangan al meskipun tidak tau rencana apa yang sedang di fikirkan bos besar nya.


al kembali merebahkan tubuh nya di kursi kebesaran nya menatap kosong ke depan.


maaf sayang, aku harus egois, " batin al getir ".