
pintu terbuka nampak zen dan alia berjalan melewati ke empat orang yang menatap kedua nya heran.
alia dan zen keluar dari dapur dengan masing masing membawa satu piring besar berisi nasi dan juga lauk pauk masakan al.
kedua nya kembali melewati ke empat nya seolah tak melihat membuat al makin kesal.
jey mulai besok kamu hancurkan dapur itu percuma saya masak hanya untuk para penunggu gedung ini, " sindir al sinis pada kedua orang yang hendak menutup pintu ".
kau kira saya hantu es balok, " bentak alia tak terima sambil membalikan tubuh nya ".
ada suara tapi tak ada wujud nya, " jawab al memandang ke arah lain membuat alia makin kesal ".
paman jey hancurkan saja dapur nya, tapi kalau dapur itu hancur dan tak ada makan untuk zen dan bunda maka zen akan tinggal bersama umi, " ancam zen menarik tangan bunda nya dan menutup pintu ".
ke empat orang itu hanya diam saling pandang melihat tingkah zen.
keyla melihat tatapan berbeda al saat menatap alia namun keyla tak bisa menyimpulkan.
di seberang apartemen zen tengah menceritakan tentang nenek nya dan juga beberapa sodara ayah nya pada alia karena alia tadi bertanya tentang siapa yang di maksud umi oleh zen.
alia hanya menganggukan kepala nya, meskipun alia sedikit kaget tentang keyla dan al yang pernah di jodoh kan oleh umi aisyah.
alia nampak tak asing dengan nama umi aisyah namun dia tak dapat mengingat apalagi zen tak pernah menunjukan poto poto keluarga nya dan alia hanya tau nama nama keluarga zen.
beberapa hari kemudian zen dan alia masuk ke apartemen al untuk sarapan, ini sudah hampir satu minggu bi sari izin pulang kampung jadi nampak sepi di dalam apartemen tersebut.
kedua nya nampak heran karena di meja makan tak ada menu makanan bahkan nasi pun tak ada.
padahal selama al tak keluar kota dia selalu memasakan untuk kedua nya sarapan makan siang dan makan malam meskipun al tak pernah akur dengan kedua nya.
jam menunjukan pukul sepuluh pagi di hari libur seperti ini biasa nya al berada di ruang gym namun saat zen dan alia masuk ke ruangan tersebut nampak kosong.
akhir nya zen mencari keberadaan ayah nya di kamar pribadi nya, pintu tak di kunci perlahan zen membuka pintu nampak al masih terlelap.
zen mendengus kesal, namun alia malah terlihat khawatir karena terlihat wajah al yang pucat.
perlahan alia mendekat ke arah ranjang dan menempelkan telapak tangan nya di kening al.
zen ayah kamu deman tinggi, " ucap alia khawatir ".
zen yang tadi kesal kini menjadi panik, zen langsung menghubungi kharisma entah kenapa dia malah menghubungi ibu nya karena panik.
beberapa waktu kemudian kharisma datang dengan membawa alat medis nya, ingin kharisma memeluk anak nya namun dia takut mendapat penolakan zen.
kharisma tersadar akan tujuan kedatangan nya dan langsung masuk ke dalam kamar al mengikuti langkah gadis cantik yang entah siapa nya al.
kharisma penasaran pada sosok gadis itu, namun dia harus mengutamakan memeriksa kondisi al.
hanya satu kesalahan al membuat kharisma membenci al, padahal selama ini al lah yang paling menderita bukan diri nya.
kapan ayah kamu terakhir makan zen ? " tanya kharisma pada anak nya ".
zen ga tau ibu, " jawab zen menundukan kepala nya karena takut ibu nya akan marah pada nya ".
alia kaget namun berusaha tenang saat mendengar zen memanggil dokter tersebut ibu, alia ingat zen pernah menceritakan kalau ibu nya seorang dokter.
kharisma menghela nafas panjang setelah selesai memasang infus pada al.
seperti nya ayah sudah berhari hari tak makan perut nya kosong bahkan sampai kekurangan cairan, apa selama ini kamu dan ayah tak makan bersama setiap pagi siang atau malam ? " selidik kharisma pada anak nya ".
zen hanya menggeleng dengan masih menundukan kepala nya, kharisma nampak jadi tambah khawatir bagaimana pun zen adalah darah daging nya tak mungkin kharisma tidak peduli dan khawatir pada zen .
kharisma mengamati tubuh anak nya, nampak lebih bersih dan berisi kharisma merasa lega dengan pertimbuhan anak nya.
apa selama bersama ayah, kamu makan dengan baik ? " kharisma memastikan ".
sebaik nya kita bicara di ruang keluarga saja, " potong alia karena melihat zen yang seperti takut pada sosok ibu nya ".
kharisma baru menyadari keberadaan orang lain selain anak dan juga mantan kekasih nya.
zen kamu jaga ayah kamu, " pinta kharisma dan berjalan keluar kamar di ikuti kharisma ".
apa anda ibu dari zen ? " tanya kharisma memastikan ".
ya saya ibu nya, lantas apa hubungan anda dengan al ?
saya tak punya hubungan apapun dengan al, " bantah alia tegas ".
lalu ?
alia pun menceritakan semua nya awal pertemuan dengan zen hingga anak itu memanggil nya bunda, alia menceritakan dengan detail agar kharisma tak salah paham pada nya.
meskipun alia sendiri sedikit kesal pada sosok kharisma dengan apa yang wanita itu perbuat pada zen sewaktu zen bersama kharisma.
kharisma mencerna penjelasan alia hingga wanita itu meneteskan air mata nya, kharisma tau bahwa perbuatan nya pada zen dan juga al di masa lalu berlebihan dan keterlaluan.
apalagi beberapa minggu ini kharisma sudah pisah ranjang dengan suami nya karena kharisma memergoki perselingkuhan suami nya.
dengan enteng amar hanya menjawab caci maki dari kharisma dengan perkataan yang menohok, kalau amar menikahi kharisma karena orang tua kharisma yang memberikan saham perusahaan untuk nya.
kini perusahaan milik orang tua kharisma sudah sepenuh nya atas nama amar hingga amar tak takut berpisah dengan kharisma.