
selama beberapa hari ini alia berusaha bertemu dengan zen, namun dia tak bisa melewati gerbang tinggi yang menghalangi rumah utama pranaja, para penjaga tak memperbolehkan karena tak mendapat izin.
akhir nya dia ke sekolah zen laki laki bocah itu tak masuk sekolah beberapa hari ini, dan kesempatan trakhir bagi alia yaitu ke kantor al meskipun dia ragu dia datang ke kantor utama pranaja corp.
dia berharap bisa bertemu al di sana, namun semua orang tak mengenal sosok al bahkan kini dia berada di hadapan resepsionis.
kalau tuan pranaja ? " tanya alia lagi pada resepsionis ".
resepsionis tersebut memicingkan mata nya curiga, tuan pranaja presidir maksud anda, dan apa anda sudah membuat janji temu dengan tuan pranaja ?
belum, tapi saya ada hal penting yang harus di sampaikan secara langsung, " pinta alia memohon agar di pertemukan dengan al ".
monik yang selesai makan siang tengah berjalan masuk bersama hilda sementara irma berada di lantai presdir karena tak boleh ke tiga nya beristirahat bersamaan.
alia yang kebetulan menoleh ke arah monik bergegas menghampiri monik, monik dan hilda menghentikan langkah nya karena di halangi alia.
maap mbak apa masih mengingat saya ? " tanya alia berharap ".
monik hanya memperhatikan penampilan alia yang memang hanya memakai kaos dan celana jeans serta tas kecil yang dia bawa.
saya alia, teman al waktu itu kita pernah bertemu di tempat spa ? " alia mengingatkan ".
monik nampak berfikir dan mengingat, tapi seingat monik antara al dan alia waktu bertemu nampak seperti orang yang tidak saling mengenal, tapi monik juga ingat waktu itu diri nya tak membayar karena sudah di bayarkan oleh teman tuan al.
monik malah membuka dompet nya dan mengeluarkan beberapa lembar dan menyodorkan ke arah alia.
ini waktu itu presdir dan saya belum bayar kan, monik malah menyangka alia hendak menagih tagihan di tempat spa milik alia.
alia hanya diam dia ingin membantah namun suara seorang laki laki membuat ketiga wanita tersebut menoleh.
anda ada apa datang ke sini nona ? " tanya jey yang dingin mirip bos nya ".
ikut lah, " tanya jey sambil berjalan ke arah lip khusus ".
monik dan hilda berjalan ke lip karyawan, hilda bertanya pada monik tapi gadis itu nampak enggan menjawab dengan mengatakan tidak tau, karena kini dia masih memikirkan ucapan zey yang mengatakan gadis itu dengan sebutan nona itu arti nya gadis itu bukan sembarang orang apalagi tanpa bertanya pada presdir assisten jey langsung memperbolehkan alia bertemu presdir.
para resepsionis nampak bingung dan takut kalau tadi mereka berbuat salah karena tidak langsung mempersilahkan gadis itu bertemu presdir, apalagi setelah gadis itu masuk ke lip khusus bersama jey.
pintu di buka setelah orang di dalam mempersilahkan, nampak alia masuk di belakang jey.
al mendongakan kepala nya di kursi kebesaran nya dan menatap dingin ke arah kedua orang itu.
jey yang terbiasa dengan tatapan itu nampak santai sementara alia sedikit merasa takut.
jey sengaja tak meminta izin dulu pada al saat membawa masuk alia, karena jey tau antara alia dan zen hanya kesalah pahaman, lagian itu semua karena al yang selalu menutup diri dan alia mungkin tak mengetahui kekuasaan al.
jey tau itu semua karena al sendiri yang bercerita pada nya sebab anak nya menangis karena ucapan alia dan keluarga nya.
silahkan duduk nona, " pinta jey pada alia dan alia langsung duduk di sopa panjang ".
al ingin memaki jey namun asistennya itu sudah berpamitan dengan menunduk dan keluar ruangan.
al berdiri dan berjalan lalu duduk di sopa berhadapan dengan alia menatap nya tajam.
pintu di ketuk muncul irma membawakan cemilan dan minuman untuk tamu bos nya lalu kembali keluar ruangan setelah menyajikan di atas meja.
cantik dan anggun kan ? " tanya hilda pada irma ".
ia tadi aku ga tau karena lagi ke kamar mandi, meskipun pakaian nya sama kaya bos kita sederhana, " jawab irma membenarkan ".
monik hanya diam mematung dia masih memikirkan hubungan apa antara gadis tadi dan bos nya.