
sore hari nya al datang ke kantor alia setelah menjemput zen, sore ini ketiga nya akan bermain bersama ke sebuah taman hiburan.
para karyawan alia menunduk memberi hormat saat al dan zen berjalan menuju ruangan alia.
nampak gadis itu juga tengah membereskan meja nya bersiap untuk pulang.
alia menatap heran pada penampilan kedua laki laki berbeda usia itu.
kedua nya memakai sepatu sporty dan celana levis serta jaket bomber berwarna hitam.
serta al yang membawa paperbag di tangan nya.
ini cepat ganti pakaian kamu, " pinta al menyimpan paperbag di atas meja alia ".
alia mengambil paperbag tersebut dan melihat sepintas lalu kembali menatap al bingung.
kita akan pergi memakai motor bunda, " ujar zen yang tau kalau bunda nya kebingungan ".
al menatap gemas pada calon anak sambung nya dan mencubit pipi zen lalu berjalan ke arah ruangan sebelah.
alia memang tadi memakai gaun panjang dan tak mungkin al membiarkan calon istri nya memakai gaun saat naik motor.
kini ketiga nya berjalan bersamaan dengan zen yang berada di tengah tengah dengan pakaian mereka yang sama.
para karyawan nampak ikut bahagia melihat kebahagian ketiga nya dan sangat serasi dengan pakaian yang sama pula.
nampak seperti keluarga bahagia.
al memasangkan helm kecil di kepala zen, dan juga alia.
bocah itu langsung naik ke atas motor trail ukuran M milik nya. dan al menaiki trail ukuran Xxl dan alia naik di belakang al.
zen melajukan motor nya di ikuti al, alia memeluk pinggang calon suami nya dan tersenyum senang menatap zen yang melajukan motor nya di depan meskipun alia sedikit khawatir pada bocah nakal itu.
di jalan raya dengan gesit zen melajukan motor nya menyalip kendaraan lain dan al hanya mengikuti memberi jarak aman dengan anak nya.
hingga di persimpangan alia sedikit kaget dengan orang orang yang sama memakai motor trail dan juga jaket yang sama pula.
alia lihat ada sekitar lima motor dan hanya satu motor yang seperti sesama laki laki, dan ke empat motor lain nya berpasangan seperti diri nya.
zen melajukan dengan cepat di ikuti ke lima motor tersebut dan al melaju paling belakang, alia ingin bertanya pada al namun karena suara bising motor al juga kerdaraan lain nampak nya percuma alia bertanya meskipun berteriak.
alia memilih diam dan memeluk erat saat al menambah kecepatan motor nya mengejar rombongan yang di pimpin zen si bocah nakal.
hingga hampir satu jam rombongan itu memasuki area pegunungan, padahal setau alia al dan zen hanya mengajak nya ke taman di pinggir kota.
hingga rombongan motor itu masuk ke jalanan yang sedikit kecil dengan jalanan yang lumayan rusak, pantas semua nya memakai kendaraan trail.
beberapa kali di antara mereka hampir hilang kendali namun tak ada yang bernasib sial.
dan setelah perjalanan cukup melelahkan alia merasa lega saat sampai di puncak gunung, nampak alia kagum dengan pemandangan sekitar dengan udara yang sedikit berkabut.
rupa nya yang tadi alia lihat itu rombongan ken dan tasya, rey dan keyla, jey dan monik, riko dan amelda serta mex dan kiki.
di sana juga mereka di sambut oleh alex dan anak buah nya yang sudah menyiapkan beberapa tenda api unggun serta nampak dua ekor kambing siap di bakar.
al ko kamu ga bilang sebelum nya, " cemberut alia pada al yang tengah membuka kan helm nya ".
alia tersenyum senang dan merangkul tangan calon suami nya, terimasih sayang, " ucap alia malu malu karena ini pertama kali alia mengatakan sayang pada al ".
al terdiam sesaat seperti tak percaya dengan pendengaran nya.
apa kamu bilang ?
alia mencubit pergelangan al karena malu.
al terkekeh kecil.
apa kamu tak sayang padaku ? " tajuk alia cemberut ".
aku ? tidak, " jawab al santai ".
alia menatap tajam al dan hendak melepaskan tangan nya dari pergelangan tangan al namun laki laki itu manarik pinggang alia dan berbisik di telinga nya.
aku mencintaimu, " bisik al membuat jantung alia berdetak lebih kencang ".
alia menyembunyikan wajah nya di bahu al karena malu.
tiba tiba zen menarik pergelangan tangan alia, dan alia hanya pasrah mengikuti langkah calon anak sambung nya.
al mendengus kesal dan berjalan mengikuti kedua nya.
rupa nya zen tengah menunjukkan pemandangan indah, dimana ada sebuah danau di atas perbukitan dan alia menutup mulut nya, sungguh indah dan alia segera mengambil hanphone nya dan berpoto bersama zen.
alia tau al tak mungkin mau di ajak berpoto jadi alia hanya meminta al mengambil gambar diri nya saja juga zen.
hingga zen memaksa al ikut bergabung.
akhir nya mau tak mau al ikut berpoto dengan kedua nya di belakang pemandangan danau yang indah.
zen yang sudah puas berpoto pergi begitu saja ke arah rombongan lain.
sini handphone kamu, " pinta al pada alia ".
apa ? mau kamu hapus ? " tanya alia menyembunyikan handphone nya ".
al merogoh henphone nya di saku celana lalu membuka aplikasi camera, tanpa alia duga al menarik pinggang nya dan mencuri kecupan di bibir nya dengan satu tangan al memotret wajah kedua nya.
al memperlihatkan hasil jepretan nya dan alia hanya tersenyum malu dengan hasil gambar jepretan al.
ini untuk obat rindu saat aku jauh dari kamu, " goda al terkekeh kecil ".
alia mencubit pinggang al pelan dan merangkul kembali pergelangan tangan al.
kedua nya menikmat pemandangan sore menjelang malam dengan berbincang hangat sambil melihat ke arah danau.
hingga malam hari alex memanggil para pasangan yang malah asik berbincang dengan pasangan masing masing.
alex kesal sendiri pasal nya dia belum mendapatkan cinta hilda hingga sedari tadi dia malah bermain kartu bersama mex kiki dan juga zen.
kini semua orang berkumpul di dekat api unggun untuk melakukan beberapa permainan.
sambil menunggu kambing guling yang sedang di bakar oleh anak buah alex.