
apa tuan pranaja mempunyai assisten bernama jey ? " akhir nya alia bertanya setelah sedari tadi hanya diam dan tentu membuat ketiga nya menatap alia kaget ".
dari mana kamu tau ? apa kamu mengenal nya dek ? " riko balik bertanya karena setau nya adik nya sama dengan istri nya tak tau dunia bisnis ".
alia menggaruk kepala nya yang tak gatal sambil tersenyum kikuk.
aku pernah melihat sepintas di acara berita televisi, " bohong alia yang tak ingin kakak nya mengorek lebih ".
nampak ketiga nya percaya pada ucapan alia, namun gadis itu masih melamun jauh.
apa dia pemilik pranaja corp, tapi penampilan nya selalu berpakaian santai seperti pemilik usaha kecil biasa, dan dia tinggal di apartemen sederhana, dia juga hanya memakai motor besar, saat berangkat bekerja aku tak pernah melihat jey atau rey memakai apa saat menjemputnya, " batin alia heran namun dia juga yakin kalau al adalah pranaja dan pranaja adalah al ".
kini sudah dua minggu berlalu dan hari resepsi pernikahan antara keyla dan rey di gelar di ballroom hotel mewat milik pranaja corp.
alia yang datang bersama keluarga nya ingin memastikan ke curigaan nya, namun sudah satu jam berada di acara pernikahan tersebut alia tak menemukan sosok al dan zen.
karena penasaran akhir nya alia memberanikan diri bertanya pada jey yang tengah berbincang bersama mocik.
tuan jey, " sapa alia ramah ".
jey dan monik menoleh ke arah alia, monik nampak mengingat ingat alia seperti pernah bertemu gadis itu, namun monik lupa dimana dan kapan sebab monik terlalu sering bertemu orang orang penting.
panggil jey saja nona, jangan pake kata tuan, " jawab jey ramah ".
monik tampak heran, jey yang dingin kenapa jadi ramah pada gadis di hadapan nya.
al dan zen kemana ? apa dia tak datang ? " tanya alia tutup poin ".
zen sekarang sedang sakit nona, dan tuan al, jey menghentikan sesaat ucapan nya.
tuan al melarang saya memberitahukan ini pada anda nona, tapi saya tak tega karena zen selalu mengigau kan nama anda, " lanjut jey lirih ".
dari rasa penasaran kini bercampur menjadi rasa kesal pada al juga khawatir pada bocah nakal nya.
jey memberitahukan rumah sakit tempat zen di rawat, alia berpamitan meninggalkan monic dan jey.
monic nampak ingin bertanya namun jey sudah berbincang dengan para rekan bisnis yang menghampiri nya.
kini alia sudah dalam perjalanan bersama kiki, ya alia meminta kiki mengantarkan nya karena tadi dia menumpang mobil kaka nya dan kebetulan kiki datang dengan mobil nya sendiri.
siapa yang sakit alia ? " tanya kiki sambil menyetir sebab dia hanya berani memanggil nama saat berdua ".
anakku, " jawab alia masih khawatir pada kondisi zen dan menatap lurus ke depan ".
mobil berhenti mendadak karena kiki yang kaget, kamu jangan bercanda alia, kamu kan belum menikah , " ujar kiki setelah sadar dari ketergaketan nya ".
alia baru sadar kalau barusan salah berbicara, sudah kamu jalankan saja nanti aku jelasin, " perintah alia karena ingin segera sampai di rumah sakit ".
kiki menjalankan kembali mobil nya hingga sampai rumah sakit kedua nya hanya diam dengan fikiran masing masing.
alia turun dari mobil di ikuti kiki dari belakang, alia menanyakan pada resepsionis ruang rawat zen dan berjalan menuju ruangan zen di ikuti kiki yang belum tau siapa orang yang membuat alia se khawatir itu.
alia sampai di ruangan zen dan membuka perlahan, nampak zen yang tengah menolak suapan ayah nya.
aku ga mau makan sebelum bertemu bunda ayah, " tolak zen kukuh ".
di sana juga sudah ada kharisma yang duduk di sopa ruangan karena memang zen sama sekali tak ingin ibu nya itu mendekat.
boy ayo makan biar cepat sembuh, " perintah al sambil mendekatkan kembali sendok makanan tersebut ke mulut zen ".
zen menyingkirkan kasar sendok tersebut hingga terlempar ke lantai.
zen pranaja, " bentak al dengan keras sambil melempar piring makanan itu ke lantai lembuat semua orang kaget serta zen yang nampak ketakutan ".