Pelabuhan Lelaki Dingin

Pelabuhan Lelaki Dingin
bab 2 jey dan rey


kini kedua laki laki berbeda usia itu sampai di apartemen milik al, dalam perjalanan kedua nya nampak diam dengan al yang selalu dingin dan datar serta zen yang hanya menunduk takut pada ayah nya itu.


al masuk ke dalam kamar nya beberapa saat hingga kembali ke ruang keluarga dan nampak anak nya masih menundukan kepala di sopa ruangan dengan wajah dan tubuh yang lebam karena perkelahian dengan teman teman nya di sekolah.


al menghela nafas panjang dan duduk berhadapan dengan anak nya yang masih menunduk.


boy, "kenapa kamu berkelahi " ? tanya al akhir nya pada sang anak .


aku hanya membela diri ayah, teman teman di sekolah aku selalu mengatakan kalau aku anak haram, apa aku salah di lahirkan hasil ayah dan ibu yang tidak menikah ? " jawab zen lirih dengan wajah masih menunduk ".


tanpa zen ketahui sang ayah meneteskan air mata setelah mendengar perkataan nya itu.


" mulai besok kamu pindah sekolah, masuk lah ke dalam kamar dan bersihkan tubuhmu ", perintah al dan berdiri lalu berjalan masuk ke dalam kamar nya ".


zen pun ikut berdiri dan masuk ke dalam kamar lain karena memang di apartemen tersebut hanya ada dua kamar.


dua minggu sudah zen tinggal bersama sang ayah, serta bersekolah di tempat baru, meskipun sikap ayah nya sama dingin nya seperti sang ibu, namun zen merasa nyaman karena perlakuan al yang masih peduli pada nya serta dua assisten al yang selalu bersikap ramah pada nya.


rey dan jey assisten dari al, mereka berdua sodara kembar, kedua nya nampak dingin seperti bos mereka namun saat bersama bocah nakal maka kedua nya akan bersikap ramah serta selalu menemani bocah nakal itu kemanapun pergi atas perintah al.


rey adik dari jey yang selalu menemani zen sementara jey hanya sesekali saat dia mempunyai waktu luang di perusahaan.


ini merupakan hari libur dan tentu zen jey dan rey tengah asik menikmati hari libur mereka di sebuah mall.


zen duduk di salah satu kursi di dalam restoran, terlihat sengat penuh restoran tersebut dan hanya kursi kosong itu yang tersedia, di samping kursi tersebut terlihat ada sebuah tas wanita namun zen tak mempedulikan itu malah memilih milih menu makanan.


sementara jey dan rey sedang pergi ke toilet terlebih dahulu.


setelah memesan beberapa menu untuk nya dan juga paman jey dan rey, ken melirik ke samping nampak wanita cantik tengah memandang nya tajam.


" kenapa tente " ? tanya zen ketus karena tatapan tak ber sahabat dari wanita cantik tersebut .


" kamu ga lihat tas ini hah "? sinis alia pada bocah nakal menurut nya .


" lihat " , jawab zen santai .


" lalu kenapa kamu duduk di sini " ? itu artinya meja ini sudah terisi, ucap alia menekan kan nada bicara nya .


yang terisi kan cuma satu kursi, dan masih ada tiga kursi kosong, " jawab jey yang baru datang dan langsung duduk berhadapan dengan zen di ikuti rey di samping nya ".


kalau nona mau gabung bersama kami silahkan, kalau tidak silahkan cari meja lain, " lanjut rey santai ".


" kalian ", kesal alia menatap ketiga lelaki tersebut. lalu mengambil tas nya dan pergi meninggalkan restoran tersebut.


ketiga lelaki itu nampak tertawa kecil seolah tak merasa bersalah atau kasihan pada wanita yang sudah keluar restoran tersebut.