
Disclaimer : Ini merupakan bab Extra dari couple yang ikut meramaikan cerita Seira dan Dandy. Hanya akan berisi satu / dua short story.
Abaikan Setting waktu yang tidak ada kaitanya dengan cerita utama.
...*****...
“TEEHHOO BANGUNN!”
Guncangan super menyakitkan dan mematikan ditubuhnya membuat Theo, si pangeran mau tidak mau terbangun. Gimana enggak, orang yang udah ngebangunin dia seenak jidat itu pakai kekuatan kuku panjangnya buat nyubit paha, dan hidung. Ditambah teriakan super melengking yang membuat telinga Theo serasa berdengung.
“Apasih cabe setan! Iya iya bangun nih bangun!”
Theo langsung berdiri ngeri melihat sepupunya Bianka, si ketua cabai yang udah ancang-ancang mau nyakar dia lagi.
Pagi ini mendadak banget Bianka ngebangunin Theo dan nyuruh dia buat nganterin Bianka ke acara ulang tahun Chris gebetannya. Rusuh banget Bianka dari pagi ngerengek ke Theo.
Mau nggak mau dia anterin tuh sepupu cabenya dengan malasnya. Bahkan dia nggak sempetin buat mandi cuma ganti baju sama parfuman aja, untung udah ganteng. Gen dari papanya, dan mamahnya hanya dapat hikmahnya aja soalnya gak mirip sama sekali sama Theo.
Sampai di tempat pesta udah rame banget, mana Bianka dengan seenaknya langsung nyelonong masuk ninggalin Theo yang lagi celingak-celinguk kayak orang ilang sendirian. Kan dia datengnya bareng Bianka. Kalau bukan sepupu udah dilelangin tuh cabe satu. Karena Theo masih agak ngantuk dia nggak sengaja nabrak seseorang.
Brak!
Apes banget, yang dia tabrak itu Kirana adik kelas yang terkenal paling galak seantero sekolah. Satu sekolah nggak ada yang berani gangguin dia, soalnya dia atlit silat kesenggol sedikit bonyoklah ditangan Kirana.
Kirana yang lagi bawa minumanya juga kaget, karena minuman itu malah tumpah ngebasahin bajunya yang malah memperlihatkan dada montoknya itu. Dengan cepat Kirana mengambil taplak meja disebelahnya buat nutupin dadanya sambil melototin orang-orang dengan ganas.
"WOY! SIAPA YANG UDAH NABRAK GUE YA BANGSAT!"
Tentu saja Kirana berteriak dan mengamuk, dia lagi celingukan mencari orang yang sudah nabrak dia dengan seenak jidat. Mana dingin lagi.
Sedangkan oknum yang menjadi biang kerusuhan itu, si alien aka Theo udah ngacir dengan tidak tahu malunya sama sekali, tanpa minta maaf atau sekedar membantu kerusuhan yang dia buat itu.
Theo langsung lari waktu dia sadar bahwa yang dia tabrak itu Kirana. Bukannya diseleseikan sebagai pria sejati malah dia kabur. Dasar, memang kalau punya otak cuma seperempat begitulah ahlaknya.
Theo sekarang lagi uring-uringan sambil menggigit jarinya diatas kasur ukuran king sizenya yang sekarang sudah nggak karuan bentuknya. Dia masih mikirin kejadian tadi itu, dia malah sekarang lagi nyesel main kabur gitu aja.
Soalnya tadi Theo melihat postingan Kirana di insta yang katanya bakal ngasih pelajaran sama orang nggak tau diri. Orang yang udah buat dia malu karena dia pulang sambil memakai taplak meja punya Chrish. Beruntung ada malaikat baik hati yang meminjamkan jaketnya untuk dipakai sama Kirana.
...*****...
Sekarang Theo sangat mirip tersangka narapidana yang baru aja kabur dari penjara. Habisnya waktu sampai di sekolah kelakuannya makin nggak normal, tapi memang kapan sih Theo berkelakuan normal.
Semua orang sudah tidak heran lagi sama tingkahnya itu, jadi mereka biasa-biasa saja waktu Theo bersikap makin nggak normal lagi. Karena itu adalah hal yang biasa Theo lakukan setiap harinya.
Waktu mau jalan ke kelas sambil mengendap-endap, tiba-tiba Theo mendengar suara orang yang sedang dihindarinya itu lagi ngobrol sama orang lain, Theo langsung lari buat sembunyi, tapi sambil nguping juga.
Malaikat baik hati itu Seira, dia juga diundang kemarin ke pesta Chris pastinya bareng Dandy. Soalnya Dandy masih cemburu sama kakak kelasnya itu yang masih suka godain Seira.
“Iya sama-sama." Seira mengambil jaketnya dari tangan Kirana. Tapi muka Kirana masih terlihat kesal.
"Gara-gara orang gila nggak bertanggung jawab itu sih! Untungnya ada kamu Sei. Kalau ketemu, gak ada ampun aku pastiin bonyok dia!" Mata Kirana seperti berapi-api.
Theo yang masih sembunyi dan mendenger itu langsung keluar keringat dingin. Mati nih kalo sampai ketahuan.
"Eh—memangnya kak Theo nggak minta maaf kemarin?" Seira mengerutkan keningnya, mengingat kemarin dia melihat dengan jelas bahwa yang menabrak Kirana itu kakak kelasnya.
Jantung Theo dibalik tembok serasa mau melompat mendengat perkataan polos Seira barusan.
Kirana melebarkan matanya, "Kak Theo?"
Seira mengangguk dan menjelaskan. "Iya kan yang nabrak kamu kak Theo. Kemarin aku lihat dia lari-larian kirain mau ambilin sesuatu buat kamu dimobilnya."
Seira menjelaskan dengan santai sambil melipat jaketnya untuk dimasukan ke dalam tasnya. Seira tak melihat raut wajah Kirana yang sekarang sudah berubah jadi maung, siap buat menghajar mahluk alien yang nggak tahu diri.
Sedangkan Theo, dia lagi keringet dingin serasa mau ngompol. Duh dek Seira kamu kenapa harus ngadu ke Kirana sih manis. Habis ini dia pasti akan bonyok ditangan Kirana. Dia harus cepat-cepat kabur sebelum ketahuan. Tapi belum sempat kabur, Theo malah ketauan sama Bianka yang lagi negur dia karena sembunyi dibalik tembok.
"Teh, ngapain sembunyi disitu?" Bianka menghela nafas, lupa kalau Theo itu nggak pernah normal harusnya dia nggak usah bertanya. Menggelengkan kepalanya Bianka berlalu gitu aja ninggalin Theo yang udah serasa mau nangis.
Mampus, ketahuan kan, lagian ngapain tuh cabe harus muncul disaat nggak tepat si ah.
Kirana langsung menengok ke arah kakak kelasnya itu yang juga lagi ngeliat kearahnya sambil tersenyum paksa memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
"Pagi neng Kirana yang manis.”
Theo melambaikan tangannya menyapa Kirana dan langsung melesat dengan jurus langkah kaki seribu.
Kirana yang melihat itu tidak tinggal diam dan langung mengejar Theo dengan teriakan yang lantang tentunya.
"WOY ALIEN! LO YANG UDAH NABRAK GUE YA KEMARIN! SINI LO NGAKU!"
Begitulah Kirana dia sudah tidak perduli tentang kesopanan jika sudah menyangkut dengan seseorang yang sudah mengganggunya. Apesnya lagi, dia adalah kakak kelas yang kelakuannya dibatas normal, bakalan susah Kirana untuk menghadapinya.
Tapi dikamus Kirana tidak ada kata menyerah, orang itu harus kena akibatnya karena udah main-main sama dia.
"AMPUN KI, GUE NGGAK SENGAJA!"
Balas teriak Theo sambil terus lari menghindari amukan Kirana. Sekarang mereka berdua lari-larian disepanjang koridor dan jadi tontonan warga sekolah.
Sedangkan Seira terpaku dan baru sadar, dia menggaruk kepalanya merasa bersalah, “Aku kira Kirana udah tahu, duh maaf ya kak Theo. Selamat berjuang buat larinya!”