
"SEIRA!"
Serumi langsung memeluk Seira sambil menangis sejadinya. Kangen banget sama sahabat kecilnya itu. Sudah 17 tahun mereka tidak bertemu, Jerendra juga sama, dia sangat terharu.
"Kamu kapan sampai Ra?" Tanya Serumi, mereka sedang duduk diruang tamu.
"Baru tadi pagi, aku juga langsung lihat Aaron disekolahnya tadi." Jawab Seira.
Serumi memperhatikan Seira yang sudah berbeda. Dari penampilanya yang elegan, tambah cantik dan dewasa berbeda dengan Seira yang dulu. Seira yang lugu dan manis yang berpenampilan sederhana, sekarang berganti menjadi Seira seorang CEO muda yang kaya.
Flashback
Dokter membawa bayi itu kepada Seira.
"Kau tampan, seperti ayamu." Gumam Seira. Tak lama kemudian Seira tak sadarkan diri.
Serumi dan Jerendra yang sudah didalam sana terkejut ketika melihat Seira tak sadarkan diri. Mereka disuruh keluar sedangkan para dokter mengambil alat kejut untuk Seira, yang lain membersihkan Aaron kecil yang menangis.
Pada kejutan pertama Seira tak bereaksi!
Kedua sama!
Ketiga!
Bersama dengan tangisan Aaron yang lebih keras, akhirnya Seira membuka matanya. Untuk Aaron kau harus bertahan Seira. Para dokter bernafas lega, Seira dipindahkan ke ruang rawat, dan Aaron dikamar bayi.
"Lucunyaaa." Ucap Serumi ketika menjenguk si kecil yang masih didalam box.
Seira terseyum dia sudah sadar dan meminta diantarkan utuk kekamar bayinya. Dengan bantuan kursi roda. Seira belum kuat untuk menggendong anaknya.
"Kau mau menggendongnya?" Tanya Serumi,
Seira menggeleng, “Aku belum berani, takut si mungil jatuh.”
Serumi mengelus pundak Seira. "Oh ya, ngomong-omong kau belum memberi nama padanya."
Seira terdiam agak lama, "Uhm, Aaron Justin Christian. Bagaimana?"
"Sangat bagus." Serumi tahu Christian adalah nama keluarga Seira, sudah pasti anaknya tidak akan dia beri marga Dandy.
Seira sudah lebih baik dan sudah dianjurkan pulang oleh dokter, dia masih tinggal dipanti. Seira sekarang memaksakan diri untuk bekerja, dia tidak ingin berhutang banyak lagi sama Serumi. Walau Serumi pun tak merasa terbebani.
Seira bekeja dicafe yang jaraknya tidak terlalu jauh dari panti. Setiap istirahat pasti Seira pulang untuk memberikan Aaron asinya. Seira juga sering mendapatkan bonus karena kerjanya yang sangat rajin.
Brukkk!
Seira tidak sengaja menumpahkan kopi yang sedang ia bawa ke seseorang. Seira menunduk untuk membersihkanya sambil meminta maaf.
Orang itu tidak mempermasalahkannya. Ketika melihat wajah Seira orang itu malah terkejut, "Uh, Nona Seira?"
Seira mendongak. "Ah ya? Apakah anda kenal dengan saya?"
"Oh benar anda Nona Seira Christy!” Orang itu bernafas lega. “Anda lupa dengan saya? Mantan sekertaris alm tuan Chris. Daryl Diaz."
Seira tampak berpikir, "Paman Daryl?"
Dia mengangguk, tak lama mereka duduk karena Daryl ingin menyampaikan sesuatu yang penting untuk Seira.
"Syukurlah, saya sudah mencari anda selama tujuh tahun ini. Saya kerumah lama anda dan itu malah sudah disita, tahun lalu saya juga mencari anda disini, kerumah bibi anda tapi nihil. Akhirnya tuhan mempertemukan saya dengan anda Nona.”
"Maaf? Tapi saya sudah tidak punya apa-apa lagi.”
"Iya anda benar nona Seira, bisnis alm tuan Chris memang sangat berkembang di Indonesia dulu. Semenjak alm tiada keadaan berubah. Tapi apakan anda tahu? Jika alm tuan Chris juga melakukan pencabangan proyeknya di Amerika? Sebelum beliau wafat dia menitipkan cabang itu dengan saya atas nama anda nona Seira. Dan perusahaan di Amerika sedang dalam masa jayanya sekarang. Itu adalah milik anda jika anda mengesahkanya segera."
"Maksudnya? Saya tidak mengerti sungguh."
"Biar saya sederhanakan, Perusahaan di Amerika akan menjadi milik anda jika anda bersedia mengesahkanya dan mengelola perusahaan itu. Anda harus terbang ke Amerika." Singkatnya.
"Apa anda yakin nona?" Tanya Daryl meyakinkan. "Tidakah anda ingin mengubah hidup anda disini dan seseorang?"
Aaron...
Tapi Seira juga tidak bisa membawa Aaron. Akhirnya dengan keputusan matang-matang yang dibuatnya, Seira bertekad untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Seira menitipkan Aaron pada Serumi.
Bertahun-tahun Seira bersabar, menahan rasa rindunya kepada Aaron, dia bertekad sebentar lagi akan berhasil. Dan mereka akan bersama. Seira bahkan memutuskan kontak dengan Serumi maupun Jerendra.
Walau begitu Seira selalu mengirimi Aaron uang lebih setiap bulanya. Dan paket-paket yang dibeli Seira untuk Aaron. Seira sekarang sudah berhasil, sudah sukses dan dia berencana pulang menemui Aaronnya.
Sekarang ini yang membuat Seira ragu apakah Aaron mau nerima kehadiran ibu yang sudah menelantarkan anaknya sendiri. 17 tahun Seira hidup dalam penyesalan, kekhawatiran, ketakutan, dan kerinduanya pada Aaron.
Seira cepat-cepat ingin menemui Aaron, maka pertama menginjakkan kaki di Indonesia dia langsung menuju ke sekolahnya. Karena di jam ini pasti Aaron sedang belajar di sekolahnya.
Seira sudah sampai gerbang, ini juga bekas sekolahnya ngomong-omong. Ketika sedang kesusahan mencari kelas Aaron ada gadis cantik yang kebetulan lewat. Seira memutuskan bertanya kepadanya dan disambut ramah, diantarkan sampai kedepan kelasnya.
Seira menangis bahagia melihat Aaron disana, ingin rasanya berteriak "Aaron, ini mamamu nak..," sambil memeluknya erat. Tapi Seira belum siap dengan semua reaksi yang akan Aaron berikan kepadanya. Sampai bel berbunyi dan Seira pergi dari sana.
Flash back off.
Drtt...drtt...\~
Ada notif pesan yang masuk ke hp Serumi, Serumi membuka sebentar hpnya dan betapa terkejutnya, sampai dia jatuhkan ke lantai.
^^^\~dede\~^^^
^^^Bibiii, Aa kecelakaan 😭😭... Dede sekarang sedang menuju ke rumah sakit New Medic. Biii...cepat kesinii...😭😭^^^
Mereka langsung bergegas menuju ke rumah sakit. Sedangakan Daewi yang sampai duluan di rumah sakit bertanya ketempat informasi. Dia langsung menuju ke UGD. Setibanya disana, dia melihat orang asing yang sedang duduk menunggui Aaron.
"Om ini siapa ya?" Tanya Daewi dengan suara serak.
"Oh, saya disini cuma mengantarkan anak yang kecelakaan tadi."
Cklekk!
Pintu ruangan operasi dibuka menampilkan Dokter dan beberapa suster lainya. Dokter bertanya kepada Daewi dan orang asing itu, apakah ada diantara mereka yang mempunyai golongan darah AB+, karena Aaron sedang kekurangan darah sekarang.
Daewi menggeleng, dia sudah jatuh terduduk sambil menagis tersedu mendengar Aaron yang sedang kritis. Sedangkan orang asing itu terdiam lalu mengangguk.
"Ambil darah saya saja dok, kebetulan golongan darah saya AB+."
Dokter langsung membawanya ke ruangan. Sebelumnya suster bertanya namanya untuk mengisi biodata.
"Maaf tuan nama anda?"
"Nama saya adalah—"
******
Seira, Jerendra dan Serumi sudah sampai di rumah sakit. Jerendra ketempat informasi buat nyari Aaron. Mereka langsung menuju ke UGD didepan sana sudah ada Daewi yang lagi menangis sendirian. Begitu melihat bibinya datang Daewi langsung memeluk Serumi.
"Aa kritis biii, hikss...!"
"Hust...tenang De, Aa adalah anak yang kuat. Dia pasti bisa nglewatin ini, kita berdoa saja ya.. untuk dia." Serumi memeluk Daewi menenangkannya.
Disisinya Seira juga masih sangat syok dan mencoba untuk tegar.
"Bi, tadi Aa kekurangan darah AB+, tapi kebetulan ada yang menndonorkan buat dia. Om-om yang menolong Aa kesini."
"Syukurlah ada orang baik. Kita harus berterimakasih kepadanya. Dimana dia sekarang De?"
"Dia sedang diruang—oh itu dia, Om!" teriak Daewi kearah orang itu, mereka semua menengok dan tercengang.
"Dandy!"