
Tidak ada kata minta maaf atau apa mereka sudah balik seperti biasanya, lengket banget dan nempel terus, sudah biasa nebar kemesraan.
Mereka lagi ngumpul di kantin lagi bercanda, ngetawain tingkah Jerendra sama Ayunda yang gak pernah akur.
Tiba-tiba ada seseorang yang mendekat ke arah mereka. Melis yang pertama melihatnya langsung menyikut lengan Seira.
"Ra..lihat siapa yang datang." Mereka langsung melihat kearah seseorang yang ditunjuk oleh Melisa.
"Hhaiii..." Sapa orang itu dengan canggung, gimana enggak, tatapan mereka disana semuanya sinis banget.
"Mau apa David?" Ayunda yang menanggapi dengan muka datar.
"Anu mau bicara sebentar sama Seira boleh...?" Ucap David agak ngeri dengan tatapan teman-temannya Seira. Seira yang disebut menoleh.
Dandy mengangkat alisnya tidak suka dan menyela. "Bicara disini aja kan bisa."
Seira yang disebelah Dandy mengangguk polos. Dia menurut aja apa kata Dandy, takut nanti malah berantem lagi.
"Aku cuma mau minta maaf soal kemarin sama Sei—em sama kalian berdua." Ucap David dengan tulus. Dia ngaku salah, harusnya setelah tahu bahwa Seira sudah punya pawang dia nggak usah berlagak.
Untungnya Mina kemarin mengkuliahnya seharian. Kalau nggak, mungkin David malah mau maju terus. Ternyata teman Mina juga suka David, yaudahlah dari pada mengejar yang mustahil mending yang pasti-pasti aja.
Seira tersenyum dan menyikut Dandy. Mereka sudah memaafkan David, tapi Dandy masih tak suka melihat muka David. Karena Dandy nggak ingin punya musuh mereka berbaikan.
...*****...
Akhirnya waktu UTS pun tiba, teman-teman Seira berterimaksih padanya soalnya mereka mendapat nilai yang bagus-bagus. Setelah UTS selesai sekolah meliburkan mereka satu minggu.
Ya biasa lah libur satu minggu tak berarti apa-apa untuk Seira karena dia masih terus bekerja dirumah sebagai babu. Dandy juga sering mengajak Seira kencan walaupun cuma sebentar.
Soalnya Dandy tahu kalau Seira pergi lama-lama pasti akan dimarahi bibinya. Dandy sudah tahu semuanya, Seira yang cerita. Akhirnya setelah satu minggu berlibur, mereka masuk kesekolah lagi. Seira senang bisa bertemu dengan teman-temanya lagi.
"Katanya ada murid baru, ganteng lagi." Ayunda yang memulai aksi gibahanya, biasa langsung ditanggapi oleh Milka.
"Eh serius?" Milka sangat antusias, tapi tidak bertahan lama soalnya didekatnya ada hawa-hawa yang nggak ngenakin. Ternyata Arbie sedang menatapnya dengan raut datar.
"Dasar cabe!" Batin Arbie mencela, tapi dia sayang.
"Nah itu dia wah!" Ayunda berseru heboh sambil merapikan penampilanya yang membuat Jerendra disebelahnya mengejek.
Mereka melihat kearah seseorang yang sedang jalan dengan gayanya yang cool. Sangat tampan dan kayaknya bule, karena rambutnya pirang juga wajahnya bukan wajah Indonesia.
Haikal langsung sigap nutupin mata Melisa dari godaan itu, padahal Melisa nanggepinya biasa aja. Ayunda sama Milka yang langsung heboh sedang mengomentari anak baru itu.
Arbie mengabaikanya dan membahas urusan osis dengan Yura mengabaikan duo cabe itu. Jerendra mendecih dan berkata masih gantengan dia kemana-mana katanya.
Sedangkan Seira dia biasa saja, ketika melirik kearah Dandy, ternyata Dandy sedang menatap orang itu sambil mengepalkan tanganya.
Ada apa dengan Dandy?
...******...
Dibelakang gedung sekolah, terlihat dua anak yang saling bertatap, yang satu menatap dengan raut tak suka yang satu lagi menatap dengan raut meremehkan.
"Mau apa kau kesini?" Ucap salah satu anak yang menatapnya dengan raut tak suka, dia adalah Dandy.
"Wow tidak ada salam pertemuan kah? Setelah sekian lama tidak bertemu sahabatmu, Dandy Atmajaya?" Ucap anak yang menatap Dandy dengan raut meremehkan, dialah si anak baru itu.
Dandy menatap orang didepanya dengan dingin. Anak baru itu bernama Brian Lee orang yang paling dihindari Dandy. Dia memutuskan pulang juga salah satunya ingin menghindari orang ini. Karena dulu ketika di Kanada, Dandy dijadikan boneka oleh Brian.
Waktu pertama Dandy ke Kanada dia tidak tahu apa-apa lalu Brian menawarkan pertemanan palsu untuknya. Awalnya Dandy sangat senang dan bahagia karena ada orang yang mau berteman denganya tapi lama-lama Dandy hanya dimanfaatkan oleh Brian.
Brian itu sangat urakan dan liar. Akhirnya Dandy bertahan tiga tahun di sana. Tapi sekarang dihadapanya adalah orang yang sama yang sangat dibencinya. Apa lagi mau orang ini?
"Oh ayolah, aku hanya ingin memperbaiki hubungan kita sahabat." Ucap Brian sambil tersenyum. Senyuman yang membuat Dandy sangat muak.
Dandy mentap Brian benci lalu pergi begitu saja meninggalkan Brian yang tersenyum licik dibelakangnya.
"Sepertinya aku ada mainan baru." Gumamnya sambil bersiul.
Kring!
Bel berbunyi dan Brian menuju ke ruangan kepala sekolah. Dia diajak oleh Bu Irina untuk menuju ke kelas barunya.
"Anak-anak mohon perhatianya sebentar, kalian kedatangan murid baru. Kesini perkenalkan namamu." Uca bu Irina.
Para murid sontak terdiam dan memperhatikan, ketika anak baru itu masuk, kelas langsung berubah riuh mereka semua memekik kagum memujinya ganteng dan seorang bule, kecuali Seira dan Melisa.
"Perkenalkan nama saya Brian Lee, mohon bantuanya teman-teman." Ucapnya memperkenalkan diri dengan bahasa campuran Inggris dan Indonesia.
Bu Irina lalu dipersilahkannya untuk duduk. Dia duduk dibangku belakang Seira. Mereka mulai pelajaran seperti biasanya lagi. Sebelumya Brian tersenyum miring sambil melirik ke seseorang.
Sebelum kedatanganya ke sini tentu saja Brian sudah menganalisis semuanya. Dia bersekolah disini bukan karena kebetulan.
“Kau akan membalas semuanya Dandy!”
Gumam Brian dengan ekspresi penuh dendam dan kebencian.
...*****...
Dandy sedang jalan-jalan berdua dengan Seira. Kebetulan Seira mau membeli buku jadi Dandy ikut menemaninya. Sekalian kencan kata Dandy.
Tapi ditengah perjalanan, mereka bertemu dengan orang yang paling dihindari Dand yaitu Brian. Dandy mau mengabaikan dia, tapi orang itu malah menyapa mereka duluan.
"Eh Dandy, kebetulan ketemu disini." Tegurnya dengan kaget sambil melirik ke Seira. "Dan kamu..?"
Padahal mereka sekelas, tapi Brian berpura-pura tidak kenal dengan Seira. Seira yang ditunjukpun mengenalkan dirinya, sedangkan Dandy menatapnya tidak suka.
"Oh aku S—"
"Pacar aku Seira."
Potong Dandy sambil meraih tangan Seira yang akan menjabat tangan Brian. Brian menurunkan tanganya sambil tersenyum palsu.
"Udah ya kita mau lanjut-jalan, permisi."
Dandy menggandeng Seira menjauh meninggalkan Brian.
"Tenang saja Dan, aku ada kejutan spesial buat kamu." Brian tersenyum licik sambil memandang Dandy dan Seira yang sudah menjauh.
Seira yang melihat mood Dandy berubah sejak bertemu Brian tadi jadi penasaran. Memang mereka ada apa? Mereka bermusuhan kah?
"Kamu nggak papa Dan?"
"Emm eh emangnya aku kenapa? Nggak papa kok hehe." Dandy berbohong, namun dia langsung memperingati Seira agar menjauhi Brian. "Em Ra, aku minta kamu buat jauhin Brian bisa?"
"Eh kenapa?" Tanya Seira penasaran, tapi Seira tidak memaksa Dandy untuk bercerita.
"Aku belum bisa bilang alasanya ke kamu sekarang, tapi tolong jauhin dia ya." Ucap Dandy dengan serius.
Seira mengangangguk agak ragu, soalnya mereka kan satu kelas bagimana mau menjauhin Brian, masa secara terang-terangan.