
Seira terkejut dengan perlakuan Brian yg tiba-tiba berubah. Apa ini adalah sifat asli Brian? Tiba-tiba Brian mendorong Seira ke tembok dan menciumnya. Seira reflek menampar Brian.
Plakkk!
Brian malah tersenyum meremehkan Seira. Brian lalu mengunci pintu kamarnya dan mencium paksa Seira lagi namun lebih kasar, walau Seira terus menolaknya. Brian langsung emosi dibuatnya.
"Heh! Nggak usah jual mahal jalxng! Kau pacaran sama Dandy juga karena dia kaya kan!" Bentak Brian dengan kata-kata yg membuat Seira sakit hati sambil menjambak rambut Seira.
"Aku...akh...mmmpphh..."
Brian mencium Seira dengan kasar, Seira sudah mendorong Brian dengan sekuat tenaga, namun Brian malah berbuat makin kasar ke Seira.
Sekarang keadaan Seira sudah sangat berantakan. Bajunya robek karena ia terus melawan, bibir dan matanya yang bengkak karena ia menagis terus dari tadi. Dan sekarang Brian lagi menarik Seira dan mendorongnya ke kasur.
"Jangan...hiks...aku...mohon...jangan.." Seira memohon sambil menutupi badanya dengan selimut.
Brian tidak peduli dan menarik selimut itu dengan paksa. Seira langsung menendang Brian sampai jatuh ke lantai. Dan Brian makin tersulut emosi, dia sekarang menampar Seira sampai bibirnya berdarah.
Plakk!
"Dasar jalangp nggak tahu diri!"
Brakkk!
Buagh..buagh…!
Brian terjatuh kebelakang karena Dandy yang menendangnya. Dandy tak bisa menahan amarahnya dan menghajar Brian tanpa ampun. Namun ia langsung berhenti ketika sadar dengan keadaan Seira yang sudah sangat berantakan itu.
Tak lama pintu kamarnya tiba-tiba terbuka lebar oleh para polisi yang langsung mengamankan Brian.
"Jangan bergerak! Angkat tangan anda!"
"Sialan!" Umpat Brian karena tak sempat membalas Dandy.
"Seira!" Dandy langsung berlari dan memeluk Seira yang sedang gemetar ketakutan. "Maaf aku telat Ra."
"Udah tenang Ra, kamu sekarang aman." Ucap Dandy terus mengusap-usap punggung Seira memberi ketenangan.
Setelah polisi membawa Brian untuk diamankan, Dandy langsung mengntarkan Seira pulang. Sebelumnya mereka berterimakasih ke Keisya, karena berkat dia mereka bisa menyelamatkan Seira.
Dandy ikut sakit melihat keadaan Seira yg seperti ini. Kelihatan banget Seira masih sangat takut dan trauma. Dandy lalu menepikan mobilnya, dia mengusap kepala Seira dengan sayang.
"Kamu jangan takur lagi sayang, sekarang kamu udah aman." Dandy mengenggam tangan Seira.
"Tapi Dan, aku udah kotor huaa..." Seeira menunduk sambil menangis lagi.
"Hei...hei...lihat sini! Kamu mau aku bersihin dari jejak bajingan itu?"
Seira mendongak dan menatap Dandy yang lagi menatapnya juga, Seira mengangguk. Dandy menangkup wajah Seira dan mengecup seluruh wajahnya, Seira hanya diam sambil memejamkan matanya atas perlakuan Dandy.
Dan terakhir, Dandy mencium bibir tipis Seira yang masih sedikit bengkak. Seira ngalungin tanganya dileher Dandy. Dandy yang dapet respon dari Seira tersenyum dan berani berbuat lebih. Makin lama ciuman itu semakin panas.
Nggak! Ini nggak cukup! Dandy ingin lebih!
-
-
-
-
Dandy memperlakukan Seira dengan sangat lembut karena dia tahu ini adalah yang pertama untuk Seira, juga yang pertama untuknya. Dia tak mau memberikan kesan buruk pengalaman pertama mereka.
Mobil yang bergoyang dan seakan sedang bernyanyi karena didalamnya dipenuhi dengan suara tepuk pramuka dijalanan yang sepi. Menjadi saksi bisu oleh dua orang remaja yang sedang dimabuk cinta dengan rasa penasaran yang tinggi.
Namun mereka tak sadar, bahwa akan ada sesuatu yang besar menunggu mereka dikemudian hari. Dan mereka menyebut ini semua Accident yg tak sengaja mereka lakukan.
Dan yang harusnya mereka tak lakukan!