Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3
Rumit


《 Hai, Kay. Aku mau tanya, aku mendapat informasi dari seseorang. Dia bilang kalau di antara Mas Reza dan almarhumah Salsya sudah terikat pernikahan. Apa itu benar, Kay? Apa kamu tahu soal itu? Tolong aku, Kay. Tolong jawab jujur.


《 Hai, May. Aku mau tanya sesuatu. Apa kamu tahu soal pernikahan diam-diam Mas Reza dan Salsya? Mas Alfi pasti tahu tentang itu, kan? Kenapa kalian merahasiakan hal ini dari aku? Yang kalian lakukan itu jahat, May.


Terkirim. Pesan messenger-ku terkirim kepada Kayla, dan pesan whatsapp-ku terkirim pada Mayra. Aku sengaja mengirim pesan whatsapp yang sarat akan tuduhan terhadap Reza. Aku ingin mendengar reaksi alami Mayra dan Alfi tentang hal ini. Dan...


Ponselku langsung berbunyi. Panggilan telepon dari Mayra.


"Ngomong apa, sih, kamu?" semprot Mayra dari ujung telepon. "Mana ada pernikahan antara Reza dan Salsya. Kalaupun ada -- sumpah, Ra, aku sama sekali tidak tahu. Kamu jangan bercanda, dong... ini tidak lucu...," suaranya yang agak berteriak serasa memekakkan telinga.


Cara Mayra memyampaikan hal itu begitu murni, begitu alami -- seolah dia memang tidak tahu apa-apa.


"Kamu serius? Kamu tidak tahu apa-apa?"


Dia mengeran*. "Aku serius. Tapi ini kamu cuma bercanda, kan? Mana mungkin, sih, Reza melakukan itu. Aku kenal Reza semenjak kecil, lo. Itu tidak mungkin, Ra. Kamu tahu soal itu dari siapa? Coba ceritakan dari awal supaya aku ngerti."


Kepanjangan, May. Aku sedang tidak mood menjelaskan hal itu, apalagi lewat telepon. Lagipula aku menelepon bukan untuk curhat. "Kamu bohong, May," kataku -- sengaja memancingnya lebih lanjut. "Aku sudah menganggapmu sebagai saudariku. Tapi kamu--"


"Ya Tuhan, Ra. Kamu tidak percaya padaku? Sumpah, lo. Aku benar-benar tidak tahu. Bahkan Mas Alfi pun tidak tahu soal itu."


Well, cukup. "Oke, trims atas waktunya. Maaf sudah mengganggu."


Klik!


Sambungan telepon terputus. Aku yakin, Mayra atau Alfi akan langsung menelepon Reza untuk menceritakan tentang whatsapp-ku. Cepat-cepat aku keluar kamar untuk mencari Reza -- maksudku menguping kalau-kalau Mayra meneleponnya. Dan persis dugaanku, Mayra dan Alfi memang meneleponnya. Saat itu Reza tengah berdiri di ujung tangga.


"Itu fitnah, May, Al," bantah Reza. "Aku tidak tahu Nara mendengar soal itu dari mana, dari siapa. Sumpah, demi Tuhan itu fitnah."


Huffft... aku sedikit lega. Meski tak menghapus semua keraguanku, paling tidak itu sedikit menenangkan, sebab biasanya Reza tidak merahasiakan apa pun pada Alfi. Kuharap, itulah fakta yang sebenarnya, Mas.


Ting!


》 Kamu tahu soal itu dari siapa? Dari Aarin?


Lo? Kok Kayla bisa menebak dengan tepat?


Cepat-cepat aku kembali ke kamar untuk membalas messenger Kayla tanpa memedulikan Reza dan sambungan teleponnya yang masih terhubung.


《 Kok kamu bisa menebak soal itu dengan tepat?


》 Bisalah. Sekalian kukatakan padamu, kamu jangan terlalu percaya pada orang lain.


《 Oke. Trims nasihatnya. Tapi tolong jawab pertanyaanku dulu. Please....


》 Tidak pernah, Ra. Salsya tidak pernah mengatakan soal itu kepadaku.


《 Kamu tidak sedang meindungi Mas Reza, kan? Please, katakan yang sebenarnya.


》 Sama sekali tidak. Setahuku mereka belum pernah menikah. Dan soal Aarin, percaya padaku, dia tidak sebaik yang kamu kira.


《 Maksudmu dia sengaja memfitnah Mas Reza? Kenapa? Apa masalahnya? Dia membenci Mas Reza, atau aku? Apa dia membenciku?


》 Sori. Aku tidak tahu. Tapi yang jelas, antara dia dan Salsya, mereka berhubungan baik. Dia seringkali memberikan informasi ke Salsya tentang kalian.


Ya Tuhan... kok bisa? Kenapa? Apa salahku pada gadis itu?


《 Terima kasih banyak atas informasinya, Kay.


Tapi tetap saja, aku tidak boleh percaya pada siapa pun. Siapa yang salah, siapa yang benar, dan siapa yang ingin menjatuhkan siapa?


Kepalaku pusing. Semuanya begitu rumit. Teka-teki apa lagi yang mesti kuhadapi?