
"Buat apa? Kalau mau juga biar dia yang cerita kenapa jadi kamu yang penasaran dan heboh? Aku saja biasa," kata Rita yang sangat aneh terhadap sikap Ney. Rita kan bukan siapa - siapanya Alex jadi buat apa dia memaksa sesuatu yang tidak perlu diketahui.
"Dia tidak akan bilang, Rita! Kamu yang harus bertanya sama dia," Ney terus memaksa.
"Aku tidak mau! Kamu maksa banget sih! Sebenarnya kamu kan yang ingin tahu soal itu. Tanya saja ke orangnya sendiri buat apa kamu terus memaksa kehendak aku buat bertanya hal tidak penting?" Rita masih tetap keberatan untuk menanyakannya. Suami saja bukan.
"Ya kan kamu yang kenal jadi kamu yang harus banyak tahu. Aku hanya ingin membantu," terangnya. Membantu tapi kok maksa ya?
"Tapi tidak dengan jalan memaksa dong aku harus begini harus begitu sesuai yang kamu mau. Kejadian minggu kemarin itu waktu aku disalahkan dan dimarahi sama ibunya, kamu kemana? Ada kamu membantu? Ada kamu menjelaskan situasinya pada Alex atau Ibunya? JAWAB LO!!" seru Rita kesal sekali sama satu makhluk yang kasat mata ini. Bagi Rita, Ney tidak hanya sekedar orang yang hanya membuat masalah tapi sangat mengganggu privasinya juga.
Sesaat saja ada keheningan saat itu, Arnila tahu benar Rita masih sangat kesal sekali perihal kejadian yang tidak mengenakkan itu. Tapi Ney memang muka badak dia sama sekali tidak merasa tidak enak ataupun merasa bersalah. Dan itulah yang membuat Rita semakin kesal dengannya, baginya penting orang yang berbuat salah harusnya minta maaf.
"Aku sudah kasih tahu Alex kok, menjelaskan semuanya!" Kata Ney yang tampaknya salah tingkah dengan rasa amarah Rita. Dia sama sekali tidak menyangka Rita masih mengingat kejadian minggu lalu.
"Mana ada! Saat itu kan Alex langsung dibawa ke rumah sakit, jangan bohong deh! Hpnya dia itu dipegang oleh ibunya dan dalam keadaan tidak aktif jadi kamu menjelaskan pada Alex lewat apa? Pikiran? Aku juga sudah tanya sendiri ke Alex apa ada chat dari kamu soal kejadian waktu itu. Alex bilang dia sama sekali tidak menerima chat apapun dari kamu. Jadi mau bersilat kalimat apa lagi?" Tanya Rita yang puas dengan kebenaran yang dia peroleh.
Ney berpikir Rita bodoh makanya tidak berani bertanya pada Alex tapi dia salah besar! Sekali Rita merasa kejanggalan, dia akan langsung bertanya sekalipun itu adalah ibunya Alex juga. Ney sepertinya seseorang yang pandai memanipulasi dan membuat drama konflik tentu saja pemeran lainnya adalah Rita sendiri. Dipikirnya Rita bisa Ney atur seenaknya tapi semua itu akan berubah saat Rita mengetahui sesuatu nanti. Well, semua orang mengatakan bahwa Ney bukan orang yang baik dijadikan sebagai teman dan mengharuskan Rita tidak terlalu dekat. Alex pun berkata begitu.
Fenomena ini selalu Rita alami sewaktu masa SMA sampai kuliah, apa yang Rita rasakan selalu sangat aneh. Kenapa sepertinya Ney selalu ingin yang paling menonjol bahkan diantara teman - temannya yang Rita kenal tapi masalahnya, membuat semua temannya malah memperingati Rita agar tidak terlalu dekat dengan Ney. Karena mereka berpikir Rita dan Ney sama sekali tidak cocok, mungkin mereka menyadari perilaku memanipulasinya atau istilah ini bisa disebut Gaslighting.
Nah pelakunya sendiri adalah pribadi yang cenderung narsistik, arogan, sosiopat dan psikopat. Widih, yang terakhir serem ya bukan berarti dia pembunuh ya. Tapi disini dimaksudkan bisa membunuh kondisi kejiwaan korbannya. Sebenarnya Alex juga ada pecahan - pecahan ciri gaslighting karena menurut Rita dia agak perfeksionis dan kurang menerima kekurangan orang di sekitarnya termasuk Rita.
Ciri lainnya yang tampak pada Ney menurut sudut pandang Rita karena dia lumayan cukup lama berteman dengan Ney, jadi dia bisa menyimpulkan dari pertikaian dan sedikitnya hal yang sama dengan Ney. Yang tampak sekarang, Kebohongannya Selalu Tampak Jujur. Jujur saja pertama kenal Ney, Rita berpikir positif kalau semua perkataannya jujur ternyata menurut Arnila jangan terlalu percaya karena kebanyakan adalah bohong besar. Hmmm... aku tertipu! Pikir Rita. Kemudian Terus Membantah Meski Terbukti Bersalah, ini nih dia bangeeet baca kan dari saat dia terbukti bersalah susahnya dia mengakui salah dan meminta maaf. Tidak seperti orang lain yang punya salah pada dia, diharuskan meminta maaf dan terus mengungkit pada orang tersebut.
Sikap Dan Perbuatan Tidak Sesuai Dengan Perkataan alias Munafik. Katanya ingin membantu Rita dengan Alex tapi sikapnya berbanding terbalik jadi itu semua membuat Arnila dan Rita bertanda tanya, bagaimana sih niat aslinya? Membantu Rita tapi mendukung buli bersama Alex dan Arnila. Pikirlah teman sejati seperti itu? Rita merasa otaknya memang rusak! Kemudian Pintar Memanfaatkan Kebaikan Orang Lain, itu sangat terlihat ya. Bagaimana kebaikan yang Rita berikan selama ini ternyata tidak dianggap sama sekali oleh Ney. Begitu juga Arnila, jadi mereka berdua adalah korban ketidakjelasan Ney. Saat Rita kenal Alex, langsung saja dia merasa tinggi merasa dirinya sangat pantas padahal Rita saja merasa tidak serasi dengan Alex makanya dia ingin berteman saja.
Dibuat Bingung Dengan Sisi Positifnya. Memang Ney baik tapi baiknya itu entah baik apa. Dia bermaksud membantu tapi yah agak aneh. Yang paling terlihat dia membantu karena ingin Rita banyak berhutang budi pada dia, ingin dia LEBIH dilihat oleh Rita dan mempercayainya. Namun, caranya salah banget! Malah berbalik Rita semakin kecewa dan kehilangan kepercayaan kepadanya. Sisi positifnya, Rita tidak tahu dimana positifnya karena selama berteman dengannya, positifnya entah dimana. Memang sih dia peduli tapi yah.... no comment.
Menyebut Semua Orang Berbohong. Pada kasus Anggara yang mencari tahu soal Ney, dijelaskan beberapa orang temannya memberitahu seperti apa perilaku Ney saat di kampus makanya disebut perempuan gampangan. Karena sudah banyak yang tahu kalau Ney selalu berganti pacar setiap 3 hari. Hahhh sudah seperti ganti baju saja kan jadi dia juga bilang pada Anggara kalau semua orang berbohong tentangnya. Rita saja yang orang lihat langsung memang begitu kenyataannya. Gampang menerima dan gampang menendang.
Memposisikan Diri Sebagai Korban. Apa yang dia ceritakan pada Alex mengenai Rita sebagai pelaku yang membuat Ney sebagai korban. Rita yang tidak pernah melakukan tindak kejahatan membuat Rita memiliki kesalahan pada Ney membuatnya semakin bingung. Siapa yang korban? Apa dia tidak sadar, dulu seperti apa perilakunya pada Rita? Dijelekan didepan sahabatnya sendiri lalu berkata kalau Rita tidak sesuai dengan sahabatnya dan berusaha merebut semua sahabatnya semasa SMP? Diluar dugaan ternyata warna aslinya seperti itu yang membuat Rita semakin kecewa berat pada Ney. Seperti itukah dia yang sebenarnya saat kenal Alex seperti apa, tidak bisakah dia jujur mengakui? Mungkin terlalu malu ya makanya malah melemparkan pada Rita.
Menggunakan Hal - Hal Berharga Korban Sebagai Senjata. Kalau disini malah dia mengorbankan Arnila sendiri teman yang selalu ada untuk dia, dengan mengatakan Rita tidak akan memandangnya atau menjadikannya teman lagi. Hanya karena Rita nanti menjadi lebih kaya darinya, paraaaaaaaahhhh!!!! Kebayang tidak sih kalian kalau diperlakukan seperti itu oleh teman atau sahabat kalian sendiri yang mengklaim bahwa dia adalah teman dekat kalian? Tidak terbayangkan! Mirislah orang seperti itu! Hadeuuuh....
Mengajak Orang Lain Untuk Menyerang Korban. Iniiiii dia bangeeeet... dia ajak Arnila untuk ikut serta membuli bersamaan dengan Alex, Safa dan Feb. Author lupa menyebutkan nama mereka berdua HAHAHAHA.. coba kalian pikir ya teman macam apa yang setuju melakukan hal seperti itu dengan beralasan agar Rita menjadi pribadi yang lebih baik? Kebayang tidak, sahabat kalian lakukan cara itu yang ekstrim ya hanya agar kalian berubah? Stres kan? Dipikirnya mereka Tuhan kali ya bisa segampang itu mengubah pribadi seseorang? Author saja geram banget sama mereka semua rasanya ingin sekali mengubah Rita menjadi Vampire yang menghisap habis darah mereka! Sayangnya, ini hanya cerita kalau asli mungkin authornya sudah di tembak mati oleh polisi. Ney bukanlah sosok teman sejati apalagi Sahabat, dia hanyalah musuh yang harus dijauhi.
BERSAMBUNG ...