ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(327)


"l read her heart, she believed for a long time with you as a person who was with her for years would definitely refuse anything l offered about bullying. But when she found out that you joined, then her trust in you collapsed


( Aku membaca hatinya, dia percaya lama sama kamu sebagai orang yang bersama dia bertahun - tahun pasti akan menolak apapun yang aku tawarkan soal perundungan. Tapi saat dia tahu bahwa kamu bergabung, saat itu kepercayaannya kepadamu runtuh )," jelas Alex membeberkan semuanya. Bukan bermaksud menjebak Ney atau apapun tapi kenapa dia baru menyadarinya setelah harus ada yang memberitahunya?


Ney terkejut dia menutup mulutnya, kedua tangannya bergetar untuk memegang ponselnya dan menelungkup kan badannya. Disitulah dia merasa semuanya sudah runtuh oh tidaaakk Rita sudah lebih dahulu runtuh karena pemikiran egoisnya bersama Alex. Soal mudahnya mengubah kepribadian orang hanya dalam sehari.


"Why... why DIDN'T YOU SAY THAT IN THE BEGINNING? Now... Now... ( Kenapa... kenapa KAMU TIDAK KATAKAN ITU SEJAK AWAL? Sekarang... sekarang... )," kata Ney yang mulai kebingungan. Dia mulai mengingat semua perilakunya pastilah Rita sangat hancur dan sangat sedih mengetahui bahwa dirinya lebih memilih pilihan yang menyakitkan.


Digambarkan dalam sebuah latar berwarna hitam sejak kejadian itu, Rita sudah bersimbah air mata dan berjongkok memeluk dirinya sendiri karena satu - satunya orang yang masih dia percaya meski perilakunya salah. Masih membuat Rita yakin Ney tidak akan berbuat berbalik menyakitinya tapi salah. Rita percaya meskipun kepribadian Ney tertutup, DIA PERCAYA!! Bahwa seburuk nya Ney, dia akan tahu kalau Rita tipe Introverted dan percaya kalau dia akan menolak tapi... yang terjadi ternyata tidak dibayangkan oleh dugaan Rita. Yang membuatnya sangat kecewa dengan apa yang dipikirkannya. Di sisi lain Ney berdiri mengulurkan tangannya lagi pada Rita tapi yang terjadi Rita bangkit dan berjalan menjauhinya dengan perasaan yang hancur untuk Ney.


Itulah yang Rita rasakan dan semuanya tidak akan berjalan sama seperti yang dulu lagi. Apa yang Ney perbuat padanya membentuk suatu pemahaman baru "Lama sudah banyak kecewa ternyata ujungnya juga lebih mengecewakan". Kini, Rita lebih memutuskan untuk membuat banyak kegiatan agar dia bisa melupakan rasa sakitnya pada Ney. Rita buang jauh rasa kepercayaan yang dia bahkan tidak pernah peduli akan apa kata orang lain mengenai kelakuan aslinya Ney. Rita selalu percaya, Ney pasti bisa berubah nanti nanti dan... Entah kapan. Apalagi ditambah Alex lelaki yang dia sukai pun ternyata dalang semuanya.


Tentang Alex, dia menyadari mengenalnya banyak pembelajaran yang diterima tapi dia juga kecewa padanya yang hanya bisa memikirkan jalan yang kasar. Pemikirannya yang ingin mengubah semua sifat, kepribadian bagi Rita itu mencerminkan dirinya bukan lelaki yang selama ini dia cari terutama Alex tidak bisa menerima kekurangan kelemahan Rita. Jadi dia merasa bodoh sekali sudah bisa merasakan suka kepadanya. Sedih dan sakit itulah yang Rita rasakan tapi karena dia masih kuliah apalagi sekarang bekerja sampingan sebagai Waiters juga membuatnya bisa melupakan semuanya.


"Why are you blaming me now? If only you had thought more about Rita before... but there's an Ego of you that wants to see her dissapointed with me. l know that, you flare up. You have other intentions right?


( Kenapa kamu menyalahkan aku sekarang? Bila saja kamu berpikir lebih mengenai Rita sebelumnya... tapi ada sebuah Ego darimu yang ingin melihatnya kecewa padaku. Aku tahu itu, kamu membara. Kamu punya maksud lain kan? )" Tanya Alex yang menebak tepat pada maksudnya. Tampak sekali Ney tidak suka kalau Rita atau Alex mendapatkan sesamanya. Berkenaan dengan materi pasti.


"l'm not selfish! That's the most selfish Rita! l didn't expect her... to me... ( Aku tidak egois! Itu Rita yang paling egois! Aku tidak menyangka dia... kepadaku... )," membuat Ney berhenti memikirkan jauh mengenai minusnya. Selama ini Rita menaruh harapan besar tapi secara otomatis dirinya lah yang membuat semuanya hancur. Padahal kalau saja Ney lebih mendahulukan kepentingan orang, dia tidak akan rugi, dia akan mendapatkan banyak piala dari Rita.


"She's not selfish, at all. If so, she will not put her trust in you. I was wrong, she cares more about others than herself. Not like us, we are selfish. Yes... and she is very sad about it. That's why l am apologizing because firstly, l broke her trust in you both and secondly, she was dissapointed also in me who trusted you more and thirdly, we all lost her trust. And I also apologize to you for being wrong


( Dia tidak egois, sama sekali. Kalau memang iya, dia tidak akan menaruh kepercayaannya pada kamu. Aku salah, dia lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Tidak seperti kita. Kitalah yang egois. Ya... dan dia sangat sedih karena itu. Itulah sebabnya aku meminta maaf karena pertama, aku hancurkan kepercayaan dia kepada kalian berdua dan kedua, dia kecewa juga padaku yang lebih percaya pada kalian. Ketiga, kita semua kehilangan kepercayaannya dan aku minta maaf juga kepada kamu katena salah )," kata Alex panjang sekaliiii dia menyesal sudah salah berpikiran jauh. Ternyata Rita sangat sederhana dalam hati Rita juga dia membaca, ingin semua orang di sekitarnya bahagia karena itulah yang membuatnya bahagia.


Ney mengumpat soal Alex yang ternyata mulai tidak sepemikiran padahal dia sudah senang menanggap Alex sama dengannya soal Rita. Sekarang bagaimana? "Do you mind if one say she will hurt your heart? ( Apa kamu tak masalah kalau suatu hari nanti dia akan menyakiti hati kamu? )" jauh di dalam lubuk hatinya dia berharap Rita membuatnya sangat kecewa dan mungkin bisa lebih menerimanya.


"l was the one who hurt her first, not the other way around. It's not her fault so can you stop sending her pictures of me and my cousin? She was hurt by my behavior and language and you already know that right. I still like her because only with her, l can be myself. l can act like anything, she doesn't matter as much when she is with you. No problem l Will accept it as a consequence of the trouble l created. You, are you okay? Say something that's actually your hope


( Akulah yang sudah lebih dahulu menyakitinya bukan kebalikan. Jadi bisakah kamu berhenti mengirimkannya foto aku dan sepupuku? Dia tersakiti oleh kelakuan dan bahasa ku dan kamu sudah tahu itu kan. Aku masih menyukainya karena hanya dengan dialah, aku bisa menjadi diriku sendiri. Aku bisa bertindak seperti apapun, dia tidak masalah aku akan terima itu sebagai konsekuensi masalah yang ku buat. Kamu sendiri, apa tidak masalah? Berkata sesuatu yang sebenarnya itulah harapan kamu )," kata Alex yang baru kali ini dia bisa berkata banyak mungkin kebiasaan yang dimiliki Rita telah merasuki dirinya.


"About? ( Soal? )" Tanya Ney tidak mengerti dan baru kali ini juga membaca panjang kalimat dari Alex. Perlahan Ney merasa Alex seperti menduplikasi kan kebiasaan menulis Rita. Dan dia mulai malas membacanya tapi karena masih ada rasa kepo dan penasaran terhadap Alex, dia tekan rasa malasnya. Kalau Rita sih selalu dia lewatkan tapi nyatanya malah membuatnya double mendengarkan dari mulutnya Rita.


"You sure Rita will hurt me ( Kamu yakin Rita akan menyakiti aku )," kata Alex langsung ke sasarannya. Tentu saja Alex pun tahu alasannya merasa Rita tidak cocok lalu berharap Ney yang bisa mendapatkan posisi bersama Alex.


"Do you like me so much that you wish Rita did? ( Sebegitu sukanyakah kamu kepadaku sampai kamu berharap Rita begitu? )" Tanya Alex tidak menyangka. Masih ada rasa suka sedikit sih tapi terhalang entah seseorang sepertinya.


Ney salah tingkah dan berusaha menenangkan dirinya, sedikit dia memang menyukai Alex tapi tidak dengan sifat dan kelakuannya. "Yeah, l just feel Rita doesn't suit you. After all you will also hurt her. Like now you are with other girls ( Ya aku hanya merasa Rita itu tidak cocok dengan kamu. Lagipula kamu juga sakiti dia. Seperti sekarang kamu dengan perempuan lain )," kata Ney yang sangat kesal pada Alex tapi dengan begitu Ney bisa cari tahu siapa orang itu. Yah, niat memanasi Rita malah membuatnya salah langkah.


"Is that how you take care of Rita? Hoping she hurts me it's not a form of caring but you deliberately want to make her ugly in front of mr right ( Seperti itukah cara kamu memperdulikan Rita? Berharap dia melukai aku itu bukan bentuk kepedulian tapi kamu sengaja ingin membuatnya jelek di hadapan aku kan )," kata Alex. Kalau begitu sih tidak heran kalau yang dilihatnya Rita memang tidak lagi dengannya malah dengan beberapa orang baru dari negaranya sendiri.


"No, you misunderstood! l really care about her ( Bukan, kamu salah paham! Aku benar - benar perduli sama dia )," kata Ney yang tidak ingin membuat Alex salah mencerna kalimatnya. Dia takut ya ada perasaan takut soal Rita menjauhinya lebih tepatnya dia tidak disebut sebagai teman dekatnya tapi lebih takut lagi kalau Alex tahu yang sebenarnya.


"Then why did you agree to join the group last years? ( Lalu kenapa kamu setuju untuk bergabung kelompok tahun kemarin? )" Tanya Alex membuat Ney berkata jujur kepadanya. Toh nanti juga Rita akan mengetahui semua kebenarannya.


"Yea you know l agree to ... ( Ya kamu tahu kan aku setuju untuk ... )," kata Ney yang mau meneruskan kalimatnya berulang lagi meski dia lelah juga.


"No, there is another reason that l read. You day, 'I'm gonna give her lesson.' Rita ever Made it difficult for you? Has she ever bullied you or was it because you were jealous of her? ( Bukan, ada alasan lain lagi yang aku baca. Kamu bilang 'Aku akan berikan pelajaran.' Rita pernah membuat kamu susah? Dia pernah rundung kamu atau sebenarnya karena iri hati kamu kepada dia? )" Tanya Alex. Masalahnya yang dia lihat, Rita bukan tipe orang yang senang merundung, tidak seperti dirinya dan Ney.


Ney berpikir kesempatan sekali dia mengatakan sesuatu agar Alex tidak mempercayainya lagi. "Yes, it's kind of like that ( Ya seperti semacam itulah ),"


Alex mengernyitkan dahinya dan memikirkan sesuatu mengenai Rita. Ameera dan Tania memperhatikan Alex yang sedang berpikir keras.


"Example? ( Contohnya? )" Tanya Alex ingin lebih tahu apakah ada darinya yang terlewatkan soal Rita? Dia sudah siap pasang peluru dan bom atom untuk menggebrak Rita tapi masalahnya... dari hatinya terasa ada yang salah.


"She's very arrogant. Show off you to both of us even though it's not necessarily right? Then ... ( Dia sangat sombong. Memamerkan kamu pada kami berdua meski belum tentu kan. Lalu... )," kata Ney yang mau melanjutkan namun lagi - lagi terpotong.


"You forgot? Rita is insensitive to men. l just love that she is completely unaware, even if l want to use seduction everything bounces suddenly. Even when l used the code, she threw everything and l don't think she ever did that. Are you sure she EVER said that? Not only your reason right?


( Kamu lupa? Rita itu tidak peka dengan lelaki. Aku suka saja dia sama sekali tidak sadar, mau aku pakai rayuan pun semuanya memantul tiba - tiba. Bahkan sampai aku pakai kode saja, dia malah melemparkan segalanya dan menurutku dia tidak pernah melakukan itu. Kamu yakin dia PERNAH berkata begitu? Bukan alasan kamu saja kan? )" Tanya Alex yang akhirnya membeberkan kenyataan menyakitkan.


Di saat banyak perempuan mengejarnya untuk mendapatkan Hatinya, malah ini perempuan sama sekali tidak mengerti apa yang ingin dia berikan. Sampai berdarah - darah pula tetap saja masih tidak tahu kalau Alex sangat menyukainya. Tepar juga dia semua rayuan, godaan tidak ada satupun yang kena. Makhluk apakah yang dia hadapi itu? Tapi akhirnya Alex menyadari kalau Rita itu Tidak Peka dengan Lelaki. 🤣🤣🤣


Tentu saja Ney yang membacanya meledak tertawa di kala dirinya dilanda keputus asaan karena salahnya yang mulai menggunung. Tapi dia tersadarkan kalau sudah menggali lubang untuk menyalahkan Rita sebagai penyebabnya. Ya sudah terbongkar semua kenyataannya juga bahwa dia lupa kalau Rita memang tidak peka, jadi alasannya tadi malah tidak tepat. Alex pun menyadari kesalahan yang dipakai oleh Ney.


BERSAMBUNG ...