ETERNAL ENEMY

ETERNAL ENEMY
(284)


"Asyiiik sebentar lagi mungkin akan ada undangan!" Tanya Popy. Sudah lama tidak mendengar kabar mereka berlima sepertinya mereka sedang ada waktu luang.


"Kita selaku mengikuti perkembangan kamu. Maaf ya kita semua kuliah di Luar Negeri," kata Ara.


"Kita jauh eh Rita dapat orang Malaysia. Nanti kalau kita bertemu kita siram Rita pakai glitter yuk!" Kata Rei yang antusias.


"Ide bagus!" Kata Sina.


"Ayo Rita semoga menikah juga ya nanti aku amplopnya kasih kamu banyak deh hahahaha! Semangat terus ya!" Kata Anata dengan foto kekasih jepangnya.


Banyak sekali yang mendoakannya dan menyemangatinya, tidak ada dari mereka yang menyinggung soal jeleknya Alex atau apalah. Alex juga melihat dan membaca semua komentar yang ada pada status Rita. Dia tersenyum senang melihat teman - teman Rita memang baik dan tulus. Tidak juga yang menanyakan lagi soal Alex well, mereka menyerahkan segalanya pada Rita soal Alex memang nyata atau tidak. Itulah tugas teman yang baik, tidak perlu ikut campur meyakini temannya dia palsu atau bukan apalagi soal sifatnya.


Itulah kenapa tidak ada satupun dari temannya yang membalas komen Ney dan Rita menghapusnya dari tab komennya. Apalagi Alex juga sudah melangkah cepat yang langsung menyembunyikan akun miliknya. Setelah itu, Rita melihat Alex mengirimkan chat di dalam inbox.


Alex : "Kamu tahu alasan kenapa Ney ke Jakarta?"


Rita : "Tidak tahu dan tidak mau tahu juga. Paling juga masalah yang dia buat sendiri,"


Alex : "Aku tahu alasannya,"


Rita : "Lagi - lagi kamu gentayangan ya,"


Alex : "...... begitu amat sih menyebutnya. Astral Projection. Coba bilang begitu,"


Rita : "Gentayangan! The End,"


Alex : "Kamu tahu ya alasan dia pulang. Iya dia membuat masalah sendiri, kenapa kamu tidak menemaninya saat ada masalah? Selama ini setiap kamu ada masalah, dia selalu ada buat kamu!"


Rita : "Tahu apa kamu? Tukang ikut campur masalah orang. Terserah kamulah aku tidak mau tahu!"


Alex : "Dia yang bilang begitu,"


Rita lelah sekali dengan Alex ini, setiap hari dia selalu menguji dirinya. Akhirnya Rita biarkan saja dia dan merapihkan tempat tidurnya lalu membaca komik sambil memakan cemilan. Ibunya datang dan meminta beberapa cemilan untuk dinikmati bersama keluarganya.


Alex : "Rita. Where are you? Oh come on. You angry? Aku tidak bermaksud hal yang lain!"


Rita masih belum mau chat lagi dengan Alex, dia nonton film di ponselnya dan mulai melupakan Alex.


Alex : "Oke, aku minta maaf aku hanya ingin menguji kamu saja. HEY!! SAMPAI KAPAN KAMU MENDIAMKAN AKU!?"


Akhirnya Alex stres sendiri, dia memang selalu sengaja menguji Rita. Dia selalu marah - marah kalau Rita mulai meledak, dia juga suka menyalahkan Rita padahal salahnya adalah punya dia sendiri. Hampir 11 12 sama Ney tukang masalah juga makanya sekarang kalau Alex mulai berbuat onar padanya, sering didiamkan. Alex dan Ney membuat energinya sangat terkuras dan lama kelamaan dia mulai bosan pada mereka berdua. Alex merasakan itu, minat Rita kepadanya pun mulai menyurut, dan Alex khawatir.


"Berhentilah membuat masalah kalau kamu masih mau terus berkontak dengan Rita. Jangan anggap dia sama dengan mantan - mantan kamu, dia itu sangat berbeda." Itulah pesan dari kakaknya Jasmine yang sekarang sudah pulang ke Inggris bersama suami dan kedua anaknya. Alex ingat kata - kata kakaknya dan memang benar akibat Alex yang sering menguji dan mengetes Rita, lambat laun Rita agak mulai bosan kepadanya.


Alex kurang bisa mempercayai Rita karena pengalamannya yang selalu ditipu perempuan, dikhianati sampai diselingkuhi. Kasihan juga diaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚tapi itu semua karena dulu dia terlalu over bekerja sampai punya kekasih, kekasihnya jarang diperhatikan. Makanya tidak aneh juga semuanya selingkuh di belakang dia. Yah, jurusan kuliah dan bekerjanya pun di bidang net - net gitu. Alhasil semuanya ketahuan selingkuhπŸ™„πŸ™„πŸ™„ dan mereka putus juga.


Tapi dia tahu Rita memang berbeda dan Rita tidak seperti kebanyakan para perempuan umumnya. Alex pun sadar kalau tidak semua perempuan sama, dia nyaman dengan Rita karena dia bisa menunjukkan warna aslinya yang dimana Rita sama sekali tidak keberatan, sifatnya yang agak mesum pun, Rita anggap wajar. Jarang sekali Rita mengejeknya kecuali kalau menurutnya Alex terlalu lebay dan keterlaluan.


Alex : "Rita, maaf! Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku tahu kamu tidak suka tes tes tapi aku begitu karena aku tidak percaya diri. Hampir semua mantanku menusukku dari belakang. IM SORRY!!! Pleaseeeee answer meeee!! 😞😞😞"


Rita : "Tolonglah jangan selalu menguji. Aku ini bukan siapa - siapa kamu, jangan kamu bertingkah seperti lebih! Dari kejadian lalu, aku sadar harus jaga jarak dengan kalian semua, aku tidak mau sampai kejadian yang tidak mengenakkan lagi. Lalu buat apa juga kamu tes aku terus? Kalau kamu merasa tidak bisa percaya, itu pilihan kamu untuk pergi cari yang lain sampai kamu bisa percaya orang itu. Saya capek! 😞😞"


Alex : "............"


Alex lupa! Dia memang bukan siapa - siapa Rita begitupun sebaliknya. Ada rasa yang tertahan di dalam hatinya, dia mengingatkan dirinya kalau selama ini mereka belum pernah bertemu jadi sebaiknya memang berlaku seperti biasa saja. Dirinya ingin sekali memiliki Rita tapi dia tersadar pada kalimat Rita iya mereka bukan siapa - siapa, saling menyukai tapi hanya sekedar keberadaan mereka dalam media sosial.


Alex : "Yea, sure!"


Meski ada rasa sedih dan kecewa dalam diri Alex. Dia ingin menyampaikannya pada Rita bahwa sebenarnya dia memiliki rasa suka yang lebih besar kepadanya tapi Alex sadar siapa dirinya bagi Rita. Dia tampak menahan air matanya jatuh, baru kali ini dia ditolak oleh seorang perempuan. Dan dia sama sekali tidak menyesali bila Alex memilih yang lain, dia akan menerima jalannya. Ada rasa sesak dalam hatinya yang ingin sekali dia utarakan. Tapi sekali lagi, dia sadar selama mereka belum bertemu, dirinya hanya dianggap sebagai teman.


Kakaknya masih selalu melihat perkembangan percintaannya dan dia tertawa pada kelakuan adiknya yang sudah bucinnya pada Rita tapi Rita menolak.


"Aku merasa aneh baru kali ini ada yang menolakku," kata Alex sambil menghapus air matanya.


"Hah!? Memangnya aneh?" Tanya Rita yang heran.


"Ya biasanya perempuan yang mengejar ku tapi sekarang malah aku yang mengejar. Dan ternyata lelah juga," kata Alex sambil memberi sebuah kode.


"Hah? Dimana - mana itu lelaki yang mengejar perempuan. Kalau seperti itu kasusnya memang dunia mulai kebalik ya. Kalau menurut aku sih perempuan mengejar lelaki biasanya hanya untuk bikin anak saja," kata Alex membuatnya melongo.


"Jadi itu bukan cinta?" Tanya Alex. Meskipun Rita bukan perempuan yang peka tapi apa yang menurutnya selalu sesuai dengan yang Alex alami.


"Ya bukanlah. Lelaki yang mengejar perempuan, itu cinta. Tapi ada juga sih lelaki mengejar perempuan hanya untuk status saja. Kalau kamu sih, kamu juga sama saja keganjenan. Pasti merasa bangga banyak yang mengejar padahal artinya jelek," kata Rita.


Alex melongo tidak ada kata - kata yang keluar dari otaknya untuk membalas apa yang Rita katakan. Itu semua menancap tajam ke setiap ulunya dari sudut apapun.


"Hanya karena wajah ganteng, body oke, banyak uang, biasanya orang seperti ini harga dirinya tinggi selangit kan tapi dia bakalan jatuh mengerikan kalau ada yang bisa membuat semua yang dimilikinya hancur," kata Rita yang mengungkapkan pendapatnya.


"Artinya?" Tanya Alex yang penasaran.


"Kamu orangnya tidak pernah merendahkan hati. Menganggap semua orang pasti menyukai kamu dengan tulus, padahal sih yang mengejar kamu tidak selamanya tulus. Benar tidak? Hanya dengan tebar uang, semua perempuan bisa kamu dapatkan tapi kamu melewatkan wanita yang memang menyukai kamu seperti biasa," kata Rita.


"Eh?" Alex tidak percaya dengan pengamatan yang dilakukan Rita menurutnya semuanya benar.


"Mungkin karena pernah ada yang meremehkan ya makanya kamu seperti menonjolkan saat sudah sukses. Padahal uang yang kamu pakai itu punya orang tua bukan usaha kamu," kata Rita lagi.


"Enough," kata Alex yang tidak mau mendengarkan kelanjutannya lagi.


"Padahal kenapa juga kamu mau menurut dengan orang yang meremehkan. Hadapi mereka dengan senyum jangan dengan emosi, apalagi sampai foya - foya terus kebablasan. Baru sekarang menyesal setelah bertemu aku," kata Rita yang masih saja terus memberi sudut pandangannya.


"I SAID ENOUGH!! HOW LONG ARE YOU GOING TO KEEP REMINDING ME OF MY MISTAKES?! Do you think you can just say something like that to me? ( AKU BILANG CUKUP!!! BERAPA LAMA KAMU AKAN TERUS MENGINGATKAN KESALAHANKU?! Apa kamu pikir kamu bisa seenaknya berkata seperti itu kepadaku? )" Teriak Alex membuat Rita kaget saat membacanya. Dia kaget banget tiba - tiba Alex membentaknya meski hanya dalam media sosial.


"Astagfirullah, aku kaget! Oh, so you are like that, yes, As expected it's appropriate that all of your ex's cheat on you, yes, who wants to be with you for a long time? ( Oh, jadi kamu memang seperti itu ya orangnya. Sudah kuduga, pantas semua mantan kamu selingkuh, ya siapa juga yang mau lama dengan kamu? )" kata Rita sekarang tahu deh jeleknya si Kampret ini.


Alex sadar dirinya malah lepas kendali karena perkataan Rita sebelumnya. Dia menjadi sangat kecewa dan sedih dirinya ditolak oleh perempuan yang baik. Apakah ini hukumannya juga sampai dia tidak bisa mendapatkan hati Rita?


"What you mean? ( apa maksudmu? )" Tanya Alex yang menahan amarahnya.


"You're a Bossy builder, just playing with orders. You must often yell at them right? After that you will apologize but later you will do it again. Like you did to me ( Kamu tukang perintah, seenaknya main perintah. Kamu pasti sering membentak mereka kan? Setelahnya kamu minta maaf tapi nanti kamu akan melakukannya lagi, Seperti yang kamu lakukan padaku ). Aku hanya menyampaikan pendapat saja tidak perlu kamu semarah itu," kata Rita yang mulai merasa tidak enak. Baru kali ini ada yang semarah itu padanya.


"Aku marah karena kamu tidak mengerti maksudku yang tadi itu," kata Alex yang amarahnya mulai surut.


"Aku mau tidur. Bye." Kata Rita lalu mematikan ponselnya.


Alex membacanya dan malah semakin kecewa. Dia salah meledakkan emosinya pada Rita, dia tahu kalau Rita tidak bisa peka pada semua kode Alex, dia menyalahkan Rita yang akhirnya membuat dia terluka karena sentakkannya. Sudah sering Alex membentak Rita karena tidak peka, dan sering juga Rita sakit di hatinya dan selalu menangis karena Alex. Alex merasa tidak enak selalu melukainya tapi dia juga terlalu bodoh tidak bisa berkata lebih lembut dan sabar menghadapinya.


"Besok. Semoga Rita mau bicara lagi denganku." Kata Alex yang melihat Rita memang sudah tidur. Alex kemudian tidur juga tanpa dia ketahui, Rita sudah memblokir akun Alex. 🀣🀣🀣


BERSAMBUNG ...