
Bara masuk ke warung kuliner Mirna dan dia menuding Arga telah merebut kekasihnya, lalu Bara pun mengatakan jika warung itu hanya kedok belaka. Bara juga menuduh Fras telah menipu kakaknya dengan mengambil alih perusahaan kembali di saat kakaknya sedang sakit.
Para tamu pun kasak kusuk mendengar hal itu. Arga, Artha, Dirta dan pengawal Fras, mengusir Bara dan teman-temannya yang baru saja tiba. Mereka tidak mau acara terganggu karena mulut Bara yang terus meracaukan hal-hal buruk.
Fras yang merasa kesal akhirnya membuat klarifikasi bahwa perusahaan itu memang miliknya yang di ambil secara curang dengan memanfaatkan ibunya yang sedang sakit.
Setelah membuat klarifikasi, Fras dan Mirna meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dan mereka mempersilakan para tamu untuk menikmati hidangan yang telah tersedia.
Kabar kerusuhan itupun tersebar di media sosial, di sana terpampang wajah Bara yang dengan sempoyongan menghina keluarga Fras.
Riko yang sedang mencari Bara berkeliling ke tempat-tempat di mana Bara sering nongkrong. Tapi, Riko kecewa tidak menemukan putranya di sana.
Saat Riko hendak kembali, ponselnya kembali berdering. Anak buah Riko memberi tahu jika ada kabar terbaru tentang kerusuhan yang terjadi di warung Kuliner.
Pengawalnya itu mengirimkan beberapa foto Bara bersama teman-temannya dan juga foto Fras bersama sang istri.
Riko memperhatikan dengan seksama, dia seperti mengenal istri Fras dari perawakan tubuhnya, tapi sayang wajahnya tertutup oleh kerumunan orang-orang.
"Dasar anak nakal, di sana rupanya dia. Bukannya menjaga Rendi, malah membuat kerusuhan."
"Aku sudah menduga, Cinta pasti mencintai orang lain, makanya dia menolak pertunangan. Dasar Bara yang keras kepala, sama seperti Gisella yang suka memaksakan kehendak," monolog Riko.
"Warung kuliner itu milik istri Fras, berarti pria yang dicintai oleh Cinta adalah salah satu putra Fras. Besok aku akan menemui Fras dan putranya untuk meminta maaf atas tindakan Bara."
"Jika sekarang rasanya tidak sempat karena hari hampir malam, sementara Gisella sendirian di rumah sakit," ucap Riko sembari memutar balik mobilnya untuk kembali ke rumah sakit.
Riko pun menelepon kembali pengawalnya, dia meminta agar pengawal itu membawa Bara pulang.
Sesampainya Riko di rumah sakit, dia melihat Gisella sedang membantu Rendi menyuapkan makanan. Dan saat melihat Rendi telah tiba hatinya pun merasa lega.
"Bagaimana Mas? Apakah kamu menemukan Bara?"
"Bara sedang dalam perjalanan pulang, dia mabuk Ma. Anak itu belakangan ini sangat menyusahkan."
"Biasa Ma, membuat kerusuhan. Mama tahu, siapa yang dia ganggu?"
"Siapa memangnya Pa?"
"Keluarga Fras, tepatnya di acara syukuran pembukaan warung istrinya."
Jantung Gisella terasa berhenti berdetak dan tiba-tiba nafasnya sesak saat Riko mengatakan hal itu.
Gisella pun merasa penasaran lalu dia bertanya, "Darimana Papa mengetahui masalah ini?"
"Dari pengawal papa Ma dan dari medsos yang ramai membicarakan hal itu."
Kembali Gisella terkejut, kini posisi Mirna dan putranya semakin membuatnya terancam.
Melihat Gisella terdiam, Riko pun berkata, "Mama lihatlah di medsos, nama mama juga di sebutkan di sana."
"Benarkah Pa, sebentar mama cek dulu."
Riko menarik lengan Gisella dan berkata, "Ma, sebaiknya berdamailah dengan Fras, Dia keluarga kita juga. Tidak baik hanya karena kesalahpahaman, akhirnya kita bermusuhan.
"Besok aku akan menemui dia Ma, aku akan meminta maaf atas kelakuan Bara."
Gisella syock, dia harus bisa menghalangi Riko untuk bertemu Fras.
"Ma, mama bisa ikut kan? Besok kita minta Bibi dan Bara untuk sementara menjaga Rendi."
Gishella masih diam, lalu Riko pun kembali memanggil, "Ma, kenapa diam? Mama tidak mendengar omongan papa? Bisa ikut kan Ma?"
Tidak ada satu jawaban pun keluar dari mulut Gisella, dia masih bingung harus memberi alasan apa agar Riko tidak jadi pergi ke rumah Fras.
Bersambung...