DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
Hampir Gagal Piknik


Ketika Arjuna hendak menghampiri Kenzia, tiba-tiba Ponselnya berbunyi dan dia melihat kalau Papanya yang menelpon dan dia segera mengangkatnya.


“ Halo Pa, ada apa ?


“Arjuna kamu di mana ?” tanya Bram


“Aku lagi di luar pa, emang ada apa Pa ?” tanya Arjuna


“Kamu pulang sekarang, ada yang mau Papa kenalkan sama kamu,” Arjuna mengerutkan keningnya, dia tidak mungkin mengajak Kenzia untuk pulang karena mereka baru saja sampai di sana tetapi dia juga enggak bisa menolak perintah Papanya.


“Pa, apa enggak bisa besok saja, Arjuna lagi sibuk nih Pa,”


“Kamu sibuk apa sih, ini kan Weekend, pokoknya Papa enggak mau Tau kamu harus segera pulang kalau tidak...,”


“Iya Pa,”sebelum Bramantyo melanjutkan kata-katanya Arjuna sudah menjawabnya, Ia tidak mau mendengar kata-kata tersebut sampai keluar dari mulut Papanya.


Arjuna memutuskan sambungan telponnya, dia binggung apa yang harus dia lakukan sekarang. Perlahan Arjuna menghampiri Kenzia Lalu memegang kedua tangannya, Kenzia mengerutkan keningnya, sementara di dalam mobil itu wajah Kenta kembali memerah menahan amarah.


“Sayang maafkan aku ya, aku harus segera pulang, ada hal penting yang harus aku kerjakan,” Reflek Kenzia membelalakkan matanya ke arah Arjuna.


“Jadi maksud kamu kita harus pulang, jadi batal pikniknya ?” tanya Kenzia kecewa.


Arjuna sangat merasa bersalah pada Ken, Dia yang mengajak Ken jalan-jalan tetapi dia sendiri membatalkannya, padahal Kenzia kelihatan sangat bahagia ketika sampai di sana tadi.


“Maafkan aku sayang, gimana kalau kamu di sini saja dulu, nanti setelah urusanku selesai aku menjemput kamu lagi,” usul Arjuna


“Jadi kamu mau meninggalkan aku sendiri di sini, kamu sudah gila ya mas,” ucap Kenzia sedikit meninggi. Arjuna semakin gak enak sama Kenzia, tiba-tiba dia teringat dengan Kenta, sebuah ide muncul di kepalanya.


“Begini saja sayang, kamu di sini di temani oleh Kenta, aku pulang sendiri dan nanti kalau urusanku sudah selesai aku akan balik lagi,” Mata Kenzia berbinar, memang itu yang dia harapkan sedari tadi.


“Tapi kamu enggak apa-apa pulang sendiri mas ?, atau aku ikut pulang saja, walaupun aku sebenarnya ingin lama-lama di sini,” ujar Kenzia


“Kamu lanjutkan saja pikniknya ya sayang, aku gak enak sama kamu, aku yang ngajakin malah aku juga yang membatalkannya, aku janji kok nanti aku akan kembali lagi ke sini,”


Gak usah balik lagi juga gak apa-apa kok,, Batin Kenzia


“Ya udah deh, kalau begitu kamu pulang Gih, aku doain biar urusan kamu cepat selesai dan kamu bisa balik lagi ke sini,” ucap Kenzia.


“Makasih ya sayang, kamu pengertian banget sih, aku semakin cinta deh sama kamu,” ucap Arjuna.


“Kalau begitu aku pergi dulu ya sayang,” Arjuna mengecup kening Kenzia sehingga Kenta hampir saja turun untuk melabrak mereka, namun akal sehat Kenta masih berfungsi dan dia pun mengurungkan niatnya itu.


Arjuna terlihat berjalan menuju ke arah Mobilnya bersama Kenzia, sampai di sana Dia mengetuk pintu mobil itu agar Kenta yang berada di dalam mobil keluar dari sana.


Kenta menarik nafas lalu


menghembuskannya untuk menetralkan kemarahannya lalu keluar dari mobil itu.


“Ada apa pak Arjuna,” ucap Kenta


“Begini Kenta, saya mendadak harus pulang, saya minta kamu berada di sini untuk menjaga Kenzia untuk saya, biar saya pulang sendiri,” ucap Arjuna


“Baik pak Arjuna,” ucap Kenta dengan senyum menghiasi bibirnya.


“Bagus, tapi kamu jangan menggoda Kenzia ya, kalau enggak..


“Kenapa pak Bos berpikiran seperti itu, apakah kepercayaan pak Bos pada saya sudah berkurang ?” tanya Kenta


“Mengerti Bos,” sahut Kenta, Arjuna pun masuk ke dalam mobil lalu pergi dari sana.


Setelah kepergian Arjuna Kenzia segera melompat ke atas Punggung Kenta sehingga keta kaget dan hampir saja terjerembab ke pasir.


“Kenzia apa yang kamu lakukan,” ucap Kenta


“Aku mau di gendong sama kak Kenta dan bermain air di sana ,” ucap Kenzia manja sambil menunjuk ke arah Laut. Arjuna hanya tersenyum melihat sifat manja kekasihnya itu, seketika  rasa marahnya yang sedari tadi menyelimuti hatinya berubah menjadi kebahagiaan yang tak terkira.


Kenta berjalan membelah ombak yang berdebur di pantai menuju ke kedalaman sedada mereka. Kenta menurunkan Kenzia lalu mulai menatap matanya dengan Lekat.


“Sayang aku tadi cemburu melihat Arjuna mengecup kening kamu,” ucap Kenta pelan


“Ah ayolah kak, kenapa kamu harus cemburu sih,Lagian Arjuna itu sepupu aku Kan, aku hanya menganggap kecupan itu hanya sebatas rasa sayang Kakak ke adiknya saja tidak lebih,” ucap Kenzia.


“Tapi Arjuna tidak menganggap kamu begitu, kamu tidak lihat tatapan penuh cintanya padamu tadi ,” ucap Kenta Cemberut


“Ha.. ha.. ha.. kamu ini Lucu banget sih sayang, kamu jelek tahu kalau cemberut seperti itu,” Kenta masih saja menekuk wajahnya itu.


“Oke.. apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak ngambek lagi ,” ucap Kenzia


“Aku juga mau melakukan apa yang Arjuna lakukan sama kamj,” ucap Kenta yang membuat Ken membolakan matanya.


“Huff susah deh kalau dia lagi cemburu, aku iyain aja kali ya,” guman Ken


“Ya sudah...lakukanlah ,”


“Beneran boleh ?” Kenzia mengangguknya.


Kenta sangat senang dia memeluk Pinggang Kenzia di dalam air laut dengan gelombang sedang menghampiri mereka , Kenta mulai melakukan aksinya.


Kenzia kaget ketika Bibir Kenta menyatu sempurna dengan bibir mungilnya, tapi perlahan dia mulai terbawa dengan perlakuan Kenta itu sehingga mereka terhanyut dengan alunan cinta yang begitu indah di dalam lautan Cinta yang membara.


*


*


Arjuna sudah sampai di Mansionnya, dia melihat ada sebuah Mobil yang sangat asing terparkir di depan mansionnya itu.


“Siapa mereka, kenapa Papa ngotot menyuruh aku pulang, padahal aku masih ingin bersama  kenzia tadi.” Guman Arjuna, tanpa banyak berpikir lagi Arjuna segera masuk ke dalam Mansionnya.


Dia kaget karena di sana sudah ada sahabat Papanya Om Marvel beserta keluarganya. Dan Netranya tertuju kepada seorang gadis cantik yang duduk di samping Mamanya .


“Apa itu Bella, ah tidak mungkin, dia kan jelek, dekil dan Hitam tapi yang ini kelihatan cantik tapi masih cantikan Kenzia sih,” guman Arjuna


“Nah..itu orang yang kita tunggu sudah datang ,” ucap Bramantyo.


Mau tidak mau Arjuna berjalan menuju ke arah Ruang tamu dan berdiri di sebelah Papanya.


“Arjuna ini Bella anaknya Om Marvel, teman kecil kamu dulu,” ucap Bram


“Jadi benar kalau ini Bella, terus mau apa mereka berkumpul di sini,” gumannya lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...