DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
Minta Maaf


“Pak kenapa berhenti mendadak sih ?” tanya Kenzia kesal karena lamunannya jadi buyar semua.


“Maaf Mbak sepertinya Mobilnya Mogok deh,” ucap Supir itu lalu turun dari mobil itu untuk mengecek apa yang terjadi, Kenzia melihat ke sekelilingnya ternyata dia tidak menyadari kalau sedari tadi Mereka sudah sampai di Ibukota dan tidak jauh lagi jaraknya dari Rumah yang Di belikan oleh Arjuna.


“Ya sudah deh Pak, kalau begitu saya jalan saja, ini pun enggak jauh lagi kok ,” ucap Kenzia lalu membayar Taksi itu seperti yang sudah di janjikannya.


“Makasih Mbak, kalau begini sih saya senang sekali, kalau mbak butuh Taksi lagi Order punya saya saja Ya Mbak ,” ucap Supir taksi tersebut senang sambil menghitung Uangnya.


Kenzia tersenyum lalu turun dari Mobil itu dan memilih berjalan kaki saja sambilan olah raga.


Di saat dia melewati sebuah taman Netra Kenzia tidak sengaja melihat sosok yang sangat di kenalnya, dia terlihat sangat tidak terurus, pakaiannya berantakan dan wajahnya sudah di tumbuhi bulu-bulu halus.


“Kak Kenta...! Sedang apa dia di sini?” guman Kenzia.


Kenzia berjalan menghampirinya, walaupun dia masih marah akan tetapi dia tidak tega melihat penampilan Kenta seperti orang yang sedang Frustasi begitu.


Kenzia sekarang sudah berdiri di dekat Kenta yang sedang terbaring di bangku taman dengan berbantalkan lengannya sendiri.


“Kak Kenta ...!


Kenta yang baru saja bisa merem langsung kembali melek ketika mendengar suara yang sangat di Rindukannya itu. Ia langsung saja bangun dan mengucek-ngucek matanya, dia masih tidak percaya kalai Kenzia yang seminggu ini di carinya sekarang berdiri tepat di hadapannya.


“Kenzia...! Apa ini benar kamu atau hanya halusinasiku saja,” ucap Kenta.


“Kak Kenta...sedang apa kak Kenta di sini, dan ngapain malah tidur di taman seperti ini, nanti kak Kenta bisa masuk angin,” ucap Kenzia lalu melepas Syal yang di pakainya dan memakainya kepada Kenta.


“Ken, ini beneran kamu, aku minta maaf Ken aku menyesal sudah berbuat begitu sama kamu, aku menyesal...maafin aku Ken,” ucap Kenta sambil bersimpuh di kaki Kenzia.


“Kak Kenta.. jangan seperti ini, malu di lihat Orang kak ,”


“Tidak Ken, aku enggak akan bangun sebelum kamu memaafkan aku, aku gak bisa terus-terusan jauh dari kamu, aku gak bisa bernafas ketika kamu mencueki aku, jangan pergi lagi Ken, Ku Mohon ,” Kenta masih saja memegang kedua kaki Kenzia. Kenzia menghembuskan nafasnya kasar.


“Bangunlah kak, aku sudah memaafkan kamu. Aku juga sadar kalau aku juga salah sama kamu, semestinya aku tidak bermain-main dengan Cinta, tapi aku sudah terlanjur masuk ke dalam permainanku itu, aku janji aku akan segera menyelesaikan semuanya,” ucap Kenzia sambil memegang kedua bahu Kenta, Kenta mendongak ke arah Kenzia dan Kenzia pun tersenyum.


Kenta bangkit dan hendak memeluk Kenzia tapi niatnya terhenti karena dia takut kenzia kembali marah padanya.


“Kalau mau peluk ya peluk saja, kali ini aku mengizinkannya ,” ucap Kenzia, tanpa aba-aba Kenta langsung  menubruk Kenzia lalu mengangkatnya dan berputar-putar dengan wajah gembira yang tidak terkira.


“Kak Kenta turunin aku, aku pusing,” teriak Kenzia sambil tertawa.


Kenta berhenti dan menatap wajah cantik Kenzia sambil tersenyum.


“Terima kasih Kenzia sayang, aku janji kalau aku enggak akan cemburu Buta lagi dan akan selalu mendukung apa pun yang kamu rencanakan.


“Itu ulah Bang Jack, Investor asing itu adalah temannya, Waktu itu bang Jack menyuruh aku ke Markas untuk membicarakan soal itu,” jelas Kenta, tangannya masih setia menggenggam tangan Kenzia.


“Jadi itu semua ulah Bang Jack, aku harus berterima kasih sama Bang Jack karena untuk beberapa hari ke depan aku terbebas dari Arjuna dan bisa melancarkan rencanaku yang lain,” ucap Kenzia dengan serigainya.


“Oh ya Kak Kenta, aku sudah melihat semua berkas Penting Perusahaan Dirgantara Company dan aku berencana akan menduplikasinya mumpung Arjuna sedang tidak ada,”


“Ide bagus itu, semoga kamu berhasil ya sayang, ayo aku antar kamu ke Kontrakan,”


Kenzia Ragu untuk mengatakan kalau dia sudah tidak tinggal di Kontrakan sempit itu lagi, namun dia berpikir kalau dia menyembunyikan lagi soal itu pasti akan menjadi masalah kedepannya, akhirnya Ia memutuskan untuk jujur sama Kenta.


Kenta sudah beranjak dari duduknya akan tetapi Kenzia masih belum bergeming. Dengan kening berkerut Kenta menatap Kenzia.


“Kak Kenta, sebenarnya aku tidak tinggal Lagi di Kontrakan, Arjuna sudah membelikan Rumah baru buat aku, tapi kamu jangan salah paham ya, aku juga baru tahu kemarin saat aku pulang dari Bogor,” ujar Kenzia


Kenta masih terdiam dan menatap ke arah Kenzia lekat dan tak ada Respon apa pun darinya. Sejenak keheningan menyelimuti keduanya, Kenzia semakin  takut kalau Kenta akan marah padanya karena hal itu.


Kenta seketika tertawa melihat wajah tegang Kenzia itu sambil mengacak rambut kekasihnya itu.


“Tenang saja sayang, aku sudah tahu kok, tadi aku hanya mengetes kamu saja,” ucap Kenta lembut.


“Iiiih kak Kenta mah Gitu, aku kesal tau gak..! Bibir  Kenzia manyun dua senti yang membuat Kenta semakin gemas terhadapnya.


“Jangan mancing-mancing sayang, nanti aku Khilaf,” ucap Kenta yang membuat Kenzia membekap mulutnya sendiri, dia tahu apa yang ada dalam pikiran Kenta itu. Kenta terkekeh.


Kenzia mencubit Kenta akan tetapi Kenta menghindarinya dan adegan kejar-kejaran pun terjadi di pagi yang sepi itu.


*


*


Kenzia tersenyum puas melihat Berkas yang ada di tangannya, setelah menunggu beberapa hari akhirnya Duplikat berkas penting itu selesai juga, dia meminta salah satu anak buah Bang Jack yang ahli dalam bidang itu dan Inilah hasilnya.


Kenzia segera berangkat ke Perusahaan Dirgantara Company untuk melancarkan Misinya itu. Kenzia mulai melajukan mobil mewah yang ada di Garasi Rumahnya, dia juga tidak tahu milik siapa itu, mungkin itu sengaja di Beli untuknya oleh Arjuna.


Kenzia tidak memperdulikan hal itu, yang penting baginya sekarang dia harus segera menukar berkas itu dengan yang aslinya agar posisinya semakin mendekati kemenangan, menang merebut kembali semuanya yang telah di ambil paksa oleh Pamannya Bramantyo.


Kini Kenzia sudah berada di dalam Ruangan Arjuna, dengan akses yang sudah di dapatkan olehnya dengan mudah Kenzia memasuki ruangan itu. Terlebih dulu Kenzia menghindari CCTV lalu menutupnya agar aksinya tidak terekam CCTV itu.


Dengan cepat Kenzia menukar Berkas Itu dengan Duplikatnya dan kembali membuka penutup CCTV lalu segera pergi dari sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...