DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS
The-End


Bramantyo bangkit dan membalut luka di tangannya yang tadi terkena timah panas dari Kenta, dia menyerigai.


“Baiklah aku terima tantangan kamu ponakan gak tau diri,” ucap Bram sambil memasang kuda-kuda.


Kenzia mulai mengeluarkan jurusnya dan di saat Bram mulai menyerangnya dia berhasil mengelak namun pukulan susulan berhasil mendarat di Bahu sebelah kirinya dan Kenzia terjatuh.


Bruuk...


“Bagaimana gadis kecil, apa kamu masih mau melawanku hah?


“Paman jangan Jumawa, Aku belum memulainya” Ucap Kenzia tersenyum sinis ke arah Bram


“Menyerah saja Ponakanku, aku beri kesempatan satu kali lagi padamu, kalau kamu tidak mau kenapa-napa ,” ucap Bram


“Cuihh.. paman pikir aku selemah itu?, Aku yang takut kalau Paman yang akan kenapa-napa, bersiaplah menjemput ajalmu Paman,”


Sekarang Kenzia yang menyerang, awalnya Bram dapat mengimbangi Kenzia namun makin kesini Bram menyadari kalau kekuatan Gadis itu semakin lama semakin besar, Bram mulai kewalahan, dia semakin terdesak dan..


Bruukkk...


Bramantyo terpental jauh ke tanah, dia menyemburkan darah segar dari mulutnya ketika sebuah tendangan mendarat telak di dadanya.


Kenzia tampak tersenyum mengejek ke arah Bramantyo.


“Bagaimana paman, bagaimana rasanya tendangan mautku itu,” ucap Kenzia sambil melangkah ke arah Bram.


Tiba-tiba ...


Dor...


“Zia awas...”


Terlihat Arjuna berlari ke arah Kenzia dan ...


Bruukkk...


Arjuna terkena tembakan peluru yang berasal dari pistol yang di pegang Bram.


Dor...


Dor...


Dua timah panas bersarang di dada dan kepala Bram, melihat semua itu Kenta langsung menembakinya sehingga Ajal pun menjemput paman Lucnut itu.


“Kakak Ar...!!!


Kenzia berlari ke arah Arjuna yang sudah terkapar dengan darah terus mengalir di dadanya, sebuah senyum terbit di bibir Arjuna melihat air mata Kenzia mengalir di pipinya.


“Ja..jangan..Me..menangis Zia, a..aku baha..gia...bisa ber..kor..ban untuk..ka..mu, aakhhh...


“Kakak Ar harus bertahan, Zia akan membawa kakak Ar ke Rumah sakit, toloooong....cepat panggil Ambulance,”


“Ma..afkan..aku...Zi..a,” ucapan Arjuna terputus dan dia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Kenzia.


“Tidaaaakk.... kakak Ar banguuun...!


*


*


Setahun sudah berlalu, kenzia meletakkan Bunga di sebuah Pusara yang bertuliskan nama Arjuna Dirgantara.


“Kakak Ar, aku datang dan memberitahukan kabar gembira buat kamu, sebentar lagi kamu akan memiliki keponakan yang Lucu-lucu, Aku mengandung bayi kembar...” ucap Kenzia, sebuah tangan memeluk Kenzia dari belakang, siapa lagi kalau bukan Kenta suami yang Kenzia nikahi setahun yang lalu, kini Kenzia sedang mengandung buah hati mereka.


Tiba-tiba Kenzia memegang perutnya sambil meringis kesakitan.


“Aduuh...aduh mas, sepertinya aku mau ngelahirin,”


“Ayo sayang kita ke rumah sakit,” Kenta terus menggendong Kenzia dan membawanya ke Mobil dan melajukan mobilnya ke Rumah sakit terdekat.


“Mas  cepetan, aku sudah gak kuat...aahhkk...


Kenta  panik, jarak antara pemakaman dan Rumah sakit agak jauh, Kenta semakin panik ketika Kenzia mencengkeram Lengannya.


“Sayang kamu tahan ya, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit,”


“Bagaimana aku bisa sabar mas, ini sangat sakit banget mas Aahhkkk...


Kenzia semakin berteriak, setelah Menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya Mereka sampai juga di rumah sakit terdekat, Kenzia langsung di bawa ke Ruangan persalinan dan Kenta pun ikut masuk ke sana. Kenta mengecup pucuk kepala Kenzia menguatkannya dan....


Oweek...oweeek...


“Alhamdulillah, Bayi anda kembar Cowok,” ucap Dokter yang menangani Persalinan Kenzia.


“Alhamdulillah ya Dok, tapi...auwww... Dok sepertinya ada satu lagi Dok ... Aww...,”


Dokter itu kaget kerena benar apa yang di katakan Oleh Kenzia kalau ada satu kepala lagi sudah Nonggol di pintu dan Dokter itu kembali membimbing Kenzia untuk mengedan dan akhirnya satu bayi lagi kembali lahir dengan selamat.


“Alhamdulillah Bu, kali ini bayi perempuan, selamat ya buat kalian,” ucap Dokter itu, senyum bahagia terbit di bibir Kenzia.


“Terima kasih sayang telah memberikan aku Anugerah yang tidak terkira ini,” ucap Kenta sambil menciumi seluruh wajah Istrinya itu.


“Kira si bungsu kita kasih nama apa sayang?


“Karena Yang cowok Tama dan Tomy, gimana kalau si Bungsu kita namakan Timmy?”


“Boleh Sayang, jadi Nama anak kita TRIPLE T ya , Ha.. ha...


Mereka pun tertawa bersama...


 


 THE-END....


Jangan Lupa Follow IG miss N di @missniar88 agar tahu Novel apa saja yang bakalan Riris ya...


Wassalam dari miss N... Salam Halu..🤩🤩