
“Hai Bella, apa kabar kamu, lama tak jumpa kamu banyak berubah ya ,” ucap Arjuna
“Iya Ar, Kamu juga semakin tampan saja,” ucap Bella terlihat menatap genit ke arahnya. Arjuna merasa Ilfiel melihatnya.
“Ayo duduk di dekat Bella Ar, kita akan membahas tentang perjodohan kalian,”
“Uhuuu... uhuukkk,” Arjuna tersedak sehingga Bella Refleks mengelus-ngelus punggung Arjuna. Arjuna terlihat menepisnya.
“Apa Pa Aku di jodohkan sama Dia, Ar tidak mau Pa,” ucap Arjuna lalu pergi dari sana.
“Kamu tidak punya pilihan lain Ar, mau tidak mau, suka tidak Suka Kalian akan bertunangan Minggu depan,” ucap Bramantyo yang membuat Langkah Kaki Arjuna terhenti.
“Pa Come On...ini tahun berapa sih pakek masih ada acara jodoh-jodohan segala, aku sudah punya pacar Pa, aku enggak mau di jodohkan sama Bella.” Ucap Arjuna lalu pergi dati sana, terlihat Keluarga Bella wajahnya memerah menahan marah.
“Pa gimana ini, Arjuna tidak mau di jodohkan sama Bella,” rengek Bella
“Kalian tenang saja, Arjuna akan menyetujui ini kok, tinggal aku pisahkan saja dia dengan pacarnya yang penting pertunangan kalian tetap akan di laksanakan.
“Aku percaya sama kamu Bram, kalau begitu kami pamit dulu,” ujar Mark yang sudah tak betah di sana karena kelakuan Arjuna itu.
“Maafkan Arjuna sekali lago ya Mark, aku pastikan dia tidak dapat menolak Bella lagi,” ucap Bram, Mark terus saja pergi dari sana tanpa melihat lagi ke arah Bram, Bram Berang dan mulai menghubungi Seseorang.
“Halo, kamu segera cari Tahu siapa pacarnya Arjuna, bila perlu habisi dia,” ucap Bram .
“Baik Bos,” Sambungan telfon terputus dan Bram menghempaskan tubuhnya di Sofa.
“Kalau seperti ini aku butuh Refleksi, lebih baik aku pergi ke tempat yang nyaman buat itu,” ucapnya kemudian.
“Ma aku pergi dulu ya, jangan menunggu ku, aku mungkin akan pulang larut malam,” ucap Bram
“Iya Pa,” Sahut Istrinya
Pergi saja Bram, tidak pulang sampai besok pun enggak apa-apa, aku kan bisa In the Hoy sama Brondongku hi.. hi..,, batin Mamanya Arjuna yang memang sama Hobinya dengan Bram sama-sama suka daun muda.
Sementara Arjuna kembali melajukan mobilnya menuju ke Pantai di mana dia meninggalkan Kenzia dengan wajah kesalnya.
“Apa-apaan sih Papa, enak saja Mau menjodohkan aku sama Bella, ya walaupun Bella sekarang sudah cantik tapi Cintaku hanya buat Kenzia seorang,” ucapnya.
“Eh Kenzia lagi ngapain ya sekarang di sana, alu kasih kejutan saja untuk dia,” ucap Arjuna lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sementara Kenzia dan Kenta masih asyik bermain air, sesekali mereka berpelukan mesra sambil menikmati manisnya bibir masing-masing, jangan ngeres ya.. mereka sedang mengemut lolipop yang tadi di beli dari seorang anak kecil yang berjualan di sana.
“Udahan Yuk, capek nih,” ucap Kenzia hendak keluar dari air itu tapi Kenta menariknya kembali dan merasakan bibir manis Kenzia sekali lagi, nah yang ini baru boleh ngeres he..he..
Kenzia sekilas melihat mobil Arjuna memasuki area pantai itu dan dia memberitahukannya kepada Kenta, mereka mau keluar pun sudah tidak keburu dan akhirnya Kenzia punya ide.
“Kak Kenta kamu pura-pura saja nolongin aku yang lagi tenggelam ya, aku akan pura-pura pingsan,” ujar Kenzia, Kenta pun menyetujuinya.
Kenta mengendong Kenzia dan membawanya ke pinggir, dari jauh Arjuna melihat Kenta menggendong Kenzia, wajahnya memerah menahan marah, dia berlari menghampiri mereka.
“Maaf Pak, non Kenzia tenggelam, tadi saya sudah melarangnya untuk ke sana tapi dia memaksa dan begini jadinya,” jelas Kenta
Arjuna langsung mengambil alih menggendong Kenzia dan menidurkannya di pasir, Arjuna mulai melakukan CPR terhadap Kenzia dan akhirnya Kenzia tersadar dengan mengeluarkan air dari mulutnya.
“Sayang...kamu gak apa-apa, aku akan membawa kamu ke rumah sakit ya ?” ujar Arjuna sambil menangkup kedua pipi Kenzia.
“Aku gak apa-apa sayang,” ucap Kenzia sambil terbatuk-batuk lagi.
“Lo Gue suruh jagain Kenzia malah ini yang terjadi, mulai sekarang Lo Gue pecat,” ucap Arjuna
“Jangan pecat Dia Mas, aku yang salah, aku yang ngeyel mau berenang padahal aku tahu kalau aku gak bisa berenang. Dia mengizinkanku karena aku bilang kalau aku bisa berenang, jangan pecat dia ya sayang, aku Mohon,” ucap Kenzia
“Baiklah kalau itu mau kamu sayang, Kenta berterima kasihlah kamu dengan Kenzia , karena dia kamu tidak saya pecat,” ucap Arjuna
“Terima kasih Non Kenzia , saya tidak tahu harus melakukan apa untuk berterima kasih sama Non,” ucap Kenta, Kenzia mengedipkan matanya ke arah kenta sambil tersenyum.
“Sudah jangan lebay Lo, sekarang buka pintu mobilnya kita pulang sekarang, aku tidak ingin Kenzia sakit gara-gara masuk angin, ayo sayang aku gendong kamu ke Mobil,” ucap Arjuna lalu kembali menggendong Kenzia menuju mobilnya, sebenarnya Kenta kesal melihatnya namun dia menahannya karena takut ketahuan sama Arjuna apa yang terjadi di antara mereka tadi.
Kenta segera berlari le arah mobil dan membuka pintu belakang Mobil itu, Arjuna dengan hati-hati mendudukkan Kenzia di Jok belakang kemudian dia pun masuk juga ke Mobil.
Kenta melajukan Mobil itu menuju ke Rumah Kenzia.
Seseorang yang dari tadi mengikuti Arjuna terlihat menelfon seseorang.
“Halo Bos, Tuan Muda pacaran sama OG yang ada di Kantor Bos,” ucapnya
“Baik Bos,” ucapnya lagi
“Mobil Arjuna sudah sampai di Rumah Kenzia, dia hendak menggendong Kenzia lagi namun Kenzia menolaknya.
“Aku sudah bisa jalan sendiri kok mas,” ucapnya
Arjuna membiarkan saja Kenzia berjalan sendiri masuk ke rumahnya, dia hanya mengikuti dari belakang saja, sedangkan Kenta masih berada di mobil itu, dia sangat bahagia hari ini karena kebersamaannya dengan Kenzia yang sangat di Cintainya.
Tak Lama Arjuna sudah kembali masuk ke Mobil.
“Kenta kita pulang ke Mansion,” suruh Arjuna, Kenta segera melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke Mansion keluarga Dirgantara.
Kenta masih penasaran kenapa Arjuna segera pergi dari sana sedangkan yang dia tahu kalau Kenzia tadi baru saja tenggelam, apa Arjuna tidak ada rasa khawatir sedikit pun terhadap Kenzia, pikirnya.
Namun Kenta tidak berani bertanya karena melihat wajah Arjuna yang kesal dan tidak bersahabat.
Arjuna kenapa ya, kenapa wajahnya di tekuk begitu, padahal tadi dia biasa saja, apa Arjuna mengetahui apa yang kami lakukan di Pantai? tapi tidak mungkin, kalau dia memang tahu dia sudah menonjok aku. Apa Arjuna dan Kenzia berantem ya,, batin Kenta.
“Fokus saja menyetir, enggak usah lihat ke belakang terus,” ucap Arjuna, Kenta kaget karena Arjuna mengetahui kalau dia melirik ke.arah Spion dari tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...