Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
tragedi Pangalengan 3


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismilah


.


.


.


.


.


" brakkk...!!!!!" hanya dengan sekali tendangan keras , Rama membuka pintu dan membuat penghuni villa yg sedang bersantai itu terjengkat kaget dan memasang kuda-kuda nya , beberapa orang pria disana namun tak banyak hanya 6 orang laki laki termasuk Kenzi, ditambah Kristin dan seorang bibi di rumah itu .


" hey..... siapa kalian ???" ucap satu di antara


" ga usah banyak basa basi Ram...siap pemanasan ??" tanya Bayu yg sudah bersiap-siap meregangkan otot.


" astagfirullah,tahan dulu bay...jangan main sikat saja...." ucap Ridwan


Gilang menengok kedua temannya yg sedari tadi ribut saja... seperti emak emak yang akan pergi ke pengajian


tap..tap..tap....langkah sepatu kets menuruni tangga dengan senyuman lepasnya menyambut para tamu yg tak diundang


" hay guysss....welcome di villa keluarga gue !!!" Kristin menyambut mereka yg berwajah menatap tajam padanya kecuali Maria yg merasa tak menyangka,dengan senyuman tanpa beban Kristin menyusuri handle besi tangga.


" well...gue salut begitu banyak orang yg sayang sama Nara termasuk adek gue..."


" mana Nara ???" tanya Rama tak membentak memang,namun aura dinginnya membuat siapa saja merasa sedang berada di dalam kegelapan ....


" Kris...." Maria sedikit mengiba mencoba menyadarkan kalau semua yg ia lakukan adalah hal yg salah namun sepertinya nurani Kristin sudah dibutakan oleh tujuannya....


" sorry, Ri...."


" stop...ini bukan loe Kris... Mutia udah ga ada ...ikhlaskan saja....bukan salah Miftah....!!"


Kristin menatap kesal Maria " ini bukan hanya tentang Mutia ,tapi termasuk adek gue, Ri....loe ga akan paham...."


" Kris....ini semua salah gue jangan limpahkan ini ke Nara dan Rama...hukum aja gue..." ucap kang Miftah


" Nara sangat mirip dengan Mutia justru dengan cara ini gue hukum loe..sorry Ram...gue ambil Nara buat Kenzi..." dengan gampangnya Kristin memintaku layaknya barang


Rama mengepalkan tangannya kuat hendak melayangkan tinjunya kalau saja tak ingat Kristin adalah seorang perempuan


" astagfirullah....!!" hatinya sudah tak bisa bersabar lagi


" sekali lagi gue tanya dimana Nara!!!!" bentakan Rama membuat Kristin sedikit terkejut


" oke gue sama Kenzi bakal bawa Nara jauh ,say goodbye to Nara...anggap saja ini bonus buat perpisahan kalian... Kenzi lebih membutuhkan Nara daripada loe, Ram..." jelas Kristin yg justru membuat Rama marah


" istri gue bukan barang yg mudah buat loe minta..." Rama sedikit menggertakan gigi giginya


" br*eng*sek....!!!" pekik bang Akhsan hendak meraih Kristin namun ditahan Gilang dan yg lain


Rama mendekat tak ada lagi keramahan dan wajah murah senyumnya , namun yg ada hanyalah Rama berandal jalanan .....


" dimana Nara ,jangan sampai gue lupa kalau loe cewek..." ujarnya dengan tatapan menajam


" uhhhh .....!!! ini dia titisan Miftah ...." sambil terkekeh...


" hallo Ram..." dari arah ,,atas wajah lama turun bergabung,wajahnya yg hampir tak berubah banyak hanya sedikit menyamai Rama beranting hitam dan gaya rambut yg sedikit dibuat undercut ....


"sat*bang...!!!!" Rama mendekat dengan sedikit berlari


" buukkk....!!!" Kenzi meringis ,tonjokan keras mendarat mulus di pipinya dan ujung bibirnya, Kenzi pun ambruk namun belum usai Rama menarik kerah bajunya dan kembali melampiaskan amarahnya yg kemudian dibantu ke 5 pria yg membantu Kenzi, Gilang Ridwan dan yang lain pun ikut andil, perkelahian tak terelakkan suasana menjadi chaos


" cukup ....!!!" hanya dengan sekali serangan pada setiap orang , Miftah mampu menghentikan perkelahian itu .


" cukup Ram.... Nara sudah ketakutan melihatmu..." tunjuk kang Miftah ke arahku di atas balkon yg sudah berurai air mata dan sesenggukan melihat Rama yg membabi buta begitu ,membuatku takut , berbanding terbalik dengan Rama yg kukenal yg hanya memakai sarung dan songkok ..... cerita Kristin berputar di pikiranku seperti kaset rusak....inilah kehidupan premannya dulu , Rama meluruh


" Ra..." panggilnya ,wajahnya sendu dan menghangat


" Nara....!!!" panggil bang Akhsan hendak menyusulku


" satu langkah kalian mendekat , pukkk...!! Nara jatoh..!!!" ucap Kristin ,dibelakangku ternyata seorang lagi teman Kenzi tengah menjagaku,siap siap menangkap ku atau bahkan mendorongku dari belakang.


" si*a*lan kalian.....!!!" Rama kembali marah


" Kris... lepaskan Nara ,biar gue yg tanggung semuanya " ucap Miftah


" terlambat mif...."


" Kris...gue mohon...." ucap Maria yg menangis


Kenzi bangun dan menapaki tangga ke arahku seraya mengusap ujung bibirnya ,tangannya hendak menyentuhku


" Ra..ikut sama gue..kita pergi dari sini.." ajaknya


namun aku refleks menjauh


" suhhh... pergi jauh-jauh dari gue...jangan pernah dekat dekat ataupun nyentuh gue...." tolakku , namun Kenzi memaksa hingga aku harus memundurkan lagi posisiku yg kini di ujung balkon , aku hampir saja terjatuh, untung saja tubuhku tertahan pagar besi


" Nara....!!!" dengan sigap Rama menaiki tangga meninju Kenzi dan satu orang lainnya bersama Gilang


" jauhi Nara,jangan pernah loe coba sentuh istri gue..." beberapa kali pukulan melayang di wajah Kenzi , sedangkan yg lain melawan para pria yg berada di ruang bawah ,suasana menjadi chaos .... Maria menahan Kristin


" Ra..." Rama memelukku saat aku menghambur ke pelukannya ,menyesap aromanya dalam dalam , rindu akan sosok nya ....


" ayo , Ra...." Rama menarik tanganku menuruni tangga


" Nara....!!! Rama..!!!!" pekik Kenzi mengejar ,melihat sang kaka terlihat kepayahan ditahan Maria


" bukkkk....." Maria yg menahan Kristin dipukul pada bagian tengkuk oleh Kenzi


" Ria..." Miftah segera menyelesaikan perkelahian nya dan menumbangkan musuhnya dengan mudah


" aww.....!!"Maria meringis dan memegang tengkuknya


" loe ga papa ??" tanya kang Miftah mengusap tengkuk yg di pukul oleh Kenzi...dan segera membawa Maria keluar rumah menyusulku dan Rama


" Lang...!!!san....udah...cabut !!!" sambil memapah Maria keluar yg ternyata Kristin dan Kenzi sudah diluar ,melihat kesempatan yg mengecil Kenzi menarik rambut Maria yg lepas dari penglihatan kang Miftah sebagai senjata terakhir.


" awww. ....!!" pekikan ka Maria membuat kami menoleh


" gue bakal lepasin ka Maria kalo kalian lepasin Nara buat gue..." ucapnya


Kristin meraih balok kayu sebagai senjata bila kami menyerang dan diarahkan pula pada Maria.


" Kris... loe jangan nekat ... Maria tuh temen loe.. " pekik bang Akhsan mencoba membujuk


" Kris... sadar loe...!!!!" kang Miftah mulai jengah dengan sikap Kristin ...


aku hendak mendekat namun di tahan Rama,ia menggelengkan kepalanya tanda tidak mengijinkan ku untuk mendekat


" engga , Ra..."


" please....!!!" aku mengiba


" ka Kristin...loe bilang ka Maria sama ka Mutia sahabat terbaik loe kan...mereka orang berharga buat loe setelah Kenzi dan keluarga loe kan...??" dengan Rama disampingku aku mencoba membujuk ka Kristin dan berjalan mendekat sedikit demi sedikit


" loe bilang loe benci kang Miftah karena sudah merenggut ka Mutia ,terus sekarang apa bedanya loe sama kang Miftah kalo gitu , harusnya loe seneng ka..setidaknya ka Mutia udah nemuin sosok yg sangat di cintai ,bukan salah siapapun kalau teramat banyak orang yg menyayanginya termasuk Tuhannya...loe tau ga ka ??? Mutia justru bakal sedih kalo liat loe kaya gini ....loe bilang disaat terakhir nya Mutia nyuruh loe buat jagain kang Miftah kan biar ga nakal !!! tapi sekarang loe sendiri yg nakal,ka ???" ia meluruh ke tanah berumput pundaknya bergetar menangis sesenggukan termasuk Maria ,kang Miftah pun ikut merasa sendu mendengar kembali kenangan sang kekasih yg sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya ke Haribaan Allah...


" ikhlaskan ka.... Mutia sudah damai disana...nanti kita sama sama ziarah kesana ya karena pasti Mutia udah lama nunggu kalian ..."


" dan buat loe Ken...gue kangen loe...kangen Kenzi temen gue...bukan Kenzi yg seperti orang ke*seta*nan kek gini,sembuhlah buat diri loe sendiri..buat keluarga loe...bukan karena gue...hiduplah bahagia dengan cara loe sendiri bukan karena ada orang lain di dalamnya..loe ga bisa maksain takdir , Ken..." ucapku


namun beda halnya dengan Kristin , Kenzi seperti tak terpengaruh ia malah makin mundur membawa Maria , Rama yg sudah tau akan seperti apa lalu meraih balok kayu yg ada di tangan Kristin yg melonggar


" bukkk......" Rama memukulkan balok kayu itu pada leher Kenzi hingga ia meringis melonggarkan cekalannya dari ka Maria,dengan sekali gigitan dan ka Maria lolos lalu ia hendak meraihku namun Rama cepat menendangnya hingga tersungkur ,membawaku ke dalam dekapannya ,bila mengikuti hati Rama ingin sekali menghabisi Kenzi detik ini juga namun ia melihatku yg sudah gemetar dan mencengkram kuat jaketnya, karena suasana chaos yg tak biasa ini lalu mengurungkan niatnya...


" kita pulang... sekarang..." aku mengangguk Rama membawa kepalaku ke dalam pelukannya saat Kenzi dibawa Gilang dan yg lainnya melewatiku ,


kang Miftah menelfon polisi , bagaimana pun tindakan mereka harus mereka pertanggung jawabkan...


Rama terkekeh melihat wajah kuyu ku,


" dekil banget...! tapi tetep cantik.."tangannya menepuk-nepuk pucuk kepalaku


" bukk....!!!"seperti menjadi sebuah kebiasaan untukku ,bila kesal akan mencari pelampiasan untuk dipukul dan sasaran yg paling pas itu dadanya...


"awwsshhh... istrinya Rama galak..." ucapnya genit


" jangan kaya gitu lagi..kamu tuh nyeremin lebih nyeremin dibanding si kang kutub..." gerutuku menunjuk kang Miftah yg tengah menjaga Kenzi dan yg lain sampai polisi datang


" kang Miftah ! sayang..." jawabnya sambil terkikik..


" iya dia itu dingin kaya kutub.. beda sama bang Akhsan..." jawabku, interaksi ku dan Rama rupanya dilihat oleh beberapa orang


" ngapain loe bawa bawa gue.." sarkas bang Akhsan


" iya kan perbandingan kalo kang Miftah tuh dingin kek kutub kalo loe kaya tembok Berlin,udah mah badannya gede kan kalo gue nemplok udah kaya cicek nemplok di tembok...kaya gini nih.." aku melepaskan pelukan Rama


" hap...!!" aku memeluk posesif lengan kekar bang Akhsan seperti cicak cicak di dinding...


" dihhh dasar ga tau malu, udah punya suami juga..liat laki loe ,udah siap siap ngulitin gue.." sarkasnya namun tak menolak sikapku


" biarin ....Rama ga kan cemburu ,,gue kangen meluk gedebong pisang raja ...."celetukku yg dijitak bang Akhsan


" heh...dasar boncel...." bang Akhsan membalas pelukan ku erat ,rindu dengan adik bawelnya ini


" Ram..jangan cemburu ya.." ucap bang Akhsan tapi Rama hanya tersenyum melihat aku yg sudah seperti anak monkey ketemu induknya


" engga bang ,palingan ntar pulang nya gue kompas loe di jalan..." kekehnya


" loe mau tau ga selain karena badan loe yg kekar apalagi alesan gue bang yg bikin gue bandingin loe sama kang kutub..." aku menaik turunkan alisku ,rasanya kangen sekali menggoda abang tersayang ku ini setelah beberapa hari terjebak di situasi tak menyenangkan


" apa ??" tanya nya


aku melepaskan pelukan di lengan bang Akhsan


"soalnya loe orang paling ga tau malu ,muka tebel setebel tembok...." bang Akhsan tak terima


" enak aja yang ada loe.... Ram coba dia yg ga tau malu loe tau ngga kalo loe ngapel si Nara jarang mandi......" aku lompat lompat menutup mulut si lambe turah


" masa sih bang... perasaan gue endusin wangi ko..." goda Rama bersekongkol dengan bang Akhsan


aku berbalik mengejar Rama menimpuknya berkali-kali tapi yang ada ia malah tergelak


" enak aja aku mandi ihh ..cuma pernah sekali doang itu pun sekaan..." dengusku " lah kamu kalo kentut di depan aku ...jorok..." ucapku mulai membuka aib


" tapi kamu suka suka aja tuh kamu betah tuh diisep aja tuh katanya kentut ku bau surga..." ucap Rama


" dih..dih..engga aku engga bilang gitu aku kepaksa ya karena tiap kentut kamu langsung meluk aku ga boleh pergi...suami macam apa yg begitu, meracuni istri..." Rama memelukku sambil menggelitiki ,sampai akhirnya mood ku kembali membaik ,dari kejauhan kang Miftah yg melihat tersenyum senyum serasa melihatnya dan Mutia dulu


" hemm gue kangen Muti... dulu dia pun gitu ..." Maria pun sama tak lepas dari moment saling buka bukaan aib ini....