
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
lantunan tembang sudah berdendang , cawan cawan berisi uang logam dan permen juga bunga bungaan siap dilempar dan tebarkan,aku tau rasanya berada di posisi Vina saat ini..
" a..! aku mau ikut mungut...!" seruku bersemangat, sepertinya asik berburu memungut saweran walaupun hanya permen dan uang koin,untung saja saat menentukan dress code bersama yang lain aku tak perlu memakai jarik yang bisa menekan perut buncitku. Kalau tidak bagaimana nasib anakku dan tampilan perutku yang kepencet oleh jarik dikira aku sedang mengalami kondisi bu*sung lapar..
" coba ngomong sekali lagi ?? " jawab Rama,jelas jelas ucapan ku sangat lantang dan aku yakin suamiku ini tidak sedang mengalami gangguan pendengaran
" mau ku kurung sampe lahiran??!!" tanya nya sarat akan ancaman dengan menaikkan alisnya
ingin rasanya kucubit saja hidung perosotan anak TK nya itu,
" cuma pendapat a...." jawabku nyengir
" pendapat ditolak...!!!" serunya tak lagi hanya gumaman tapi menolak tegas layaknya orang demo yang meminta harga bbm diturunkan.
" ya udah aa aja kalo gitu yang ikutan ,aku nonton aja..." daripada nanti nasibku yang akan menjadi Rapunzel Indonesia,dan kandungan ku kenapa napa kuurungkan keinginan menggebuku itu dan menyimpannya di dalam palung hati yang paling dalam agar tak mencuat lagi.
" sayang tunggu disini , duduk manis aja sambil nonton ,bumil ga usah macem macem..!!" sementara Rama bergabung bersama trio ubur-ubur di barisan para pemburu saweran manten ,lihatlah..! kaum mahasiswi fans garis keras Ramdhan sang vokalis sekaligus gitaris ,inilah kelebihan lainnya dari seorang Ramadhan Restu Al Kahfi.
menanggalkan gelar panglima tempur nya ,ia kini menyatu dengan para bocil dan melintingkan lengan bajunya ,ia melompat dan berdesakan sesekali berbenturan dengan yang lainnya namun ada tawa lepas disana membuatku ngiri saja.
" aww..!!" aduh nya bersama Ridwan dan Abay.
" punya gue tuh.. !!" Rama menginjaknya duluan menggunakan sepatunya.
" aishhhh si Rama...!!" Abay kalah cepat dan kalah cerdik oleh Rama, seperti nya dulu Rama memang sudah terlatih dalam acara acara seperti ini.
" dukk...!!" kepalanya berbenturan dengan kepala Ridwan,keduanya mengusap kepala masing-masing lalu tertawa bersama.
satu lemparan terakhir yang merupakan last dan boom nya sebuah kantung kundangnya yang berisikan door prize di dalamnya.
" siap bro...!!!" Abay , dan Rama mengambil ancang-ancang begitupun Ridwan
Dengan sekali lompatan yg biasa ia lakukan saat slam dunk
"happ..." tentu saja Ramaku mendapatkan
" beuhhh jangan ditanya ,pasti si bintang lapangan ini yang menang, berasa lagi basket ...!!" ucap Abay diangguki Ridwan,
aku bersorak kegirangan " jagoan ku menang banyak ..." gumamku
.
.
.
Kupegang dan kubentangkan selembar uang 10 ribu rupiah yang berwarna ungu bergambarkan foto Frans Kaisiepo pahlawan dari Papua.
" neng...ini...!!" seorang pria bertopi memberikan satu cup es durian di luar gedung serba guna .
" oh,ini uangnya mang , makasih ! " jawabku , senyumku melebar , setidaknya satu cup es durian bisa mengurangi penat dan rasa pengapku selama beberapa jam berada dalam gedung,ingin rasanya aku membuka susunan jepitan rambut yang menjepit gulungan rambutku dengan rapi ,untung saja aku tak jadi memakai jarik dan kebaya .
" yang..!! aku cari kemana mana kamu lagi mojok ngapelin mang es krim ??!" seru Rama terlihat heboh ,kurasa sedari tadi laki laki ini mencariku ke seluruh sudut gedung .
" abisnya di dalem panas ,bikin sesek mana kejepit jepit lagi..." adu ku memanyunkan bibir.
" uhhh kasian anak daddy..." ucapnya mengelus perutku.
" ko aa keluar ??? nanti penganten nyariin Bridesmaid nya!" jawabku masih asyik menyendok es krim .
Rama merebut es krim yang ada di tanganku "penganten udah gede ! ,justru yang kutakut istriku nanti nangis karena aku sibuk ngurusin penganten, terus ngadu sama papah mertua nanti dia bilang ...suamiku lebih milih penganten baru..!!nanti dia bilang juga ,pulangkan saja aku ke rumah orangtuaku..!!" (dengan nada yang dibuat buat seperti emak emak yang kembalian sayurnya kurang seribu).
rupanya suamiku ini pintar sekali bermonolog ,kalau saja aku tidak melihat cup es krimku mungkin aku sudah tertawa berguling-guling disana .
" a...! ko diabisin es nya...!!" suaraku bergetar melihat cup es bertotol totol merah itu tandas tak ada lagi isinya.
" astagfirullah,yang..!" Rama menggaruk tengkuknya tak gatal ,
" maaf ,ga kerasa udah abis aja!" bibir itu tertarik lebar nyengir..menampilkan susunan gigi seri geraham dan taring nya yg rapi.
rasa bersalah yang kentara dari Rama " mang bikin satu lagi...!!" dengan segera Rama merogoh saku celananya mengambil dompet dan mengeluarkan uang.
tukang es krim itu tersenyum melihat kejadian ini ,yang ngidam ..yang beli ...dan yang pengen siapa tapi yang ngabisin siapa....
satu cup es krim durian kembali mendarat di tanganku
" maaf ya bunda..." Rama mengusap lembut rambutku ,disaat bersamaan netra kami mengedar tepat pada sepasang anak manusia tengah duduk bersama saling mencicipi hidangan pesta
" a... Ridwan sama Mita ,udah jadian ???" tanyaku menikmati es krim seraya kakiku yang duduk menggelantung berayun ayun karena duduk di tembok pembatas samping gedung , Rama menutupi dress brokat dibawah lutut ku yg sedikit terangkat dengan jaketnya .
" kenapa ga tanya sendiri sama Mita ??" tanya Rama balik.
" liat deh a..mereka suap suapan ,wahhh..wahhh... sebentar lagi bakal ada yang nyusul nih...." senyumku jail.
" kenapa ?? sayang mau disuapin juga??" tanya nya .
"enggak...!!" jawabku
" Ram..!!!" pekik seseorang dari arah dalam ,kami berdua mendongak
" anak anak geng mau foto bareng..!!" ucapnya diokei Rama .
" sayang ,aku ke dalem dulu..biasalah fans minta foto bareng idola..." jawabnya
sejak kapan kepedean menjadi nama tengah Rama?? jawabanya sejak dulu lah...
aku membantu Rama merapikan kemeja batiknya dan menyisir rambutnya dengan tangan ,
" aww..." aduhnya ,saat bagian kepala yang tadi berbenturan dengan Ridwan tertekan .
" eh..kenapa a ?" aku menoleh pada Rama " yg bekas kejedot kepala Ridwan sakit ya ??" mataku memandang khawatir
" sakit ! awssshhhh ..sakit banget yang...!!" jawabnya berlebihan.
" tapi kayanya kalo di sun sembuh deh ..." jawabnya terkekeh
" cup.." aku mengecup kepalanya ,kalau hanya sekedar kecupan dengan senang hati kuberikan
" udah sembuh belum ???" tanyaku ,ia menggeleng "kurang yang..!" alisnya masih mengernyit ,kuraih lagi kepalanya lalu aku mendongak dan kembali mengecupnya
" udah ???" tanyaku kembali ,namun ia malah semakin mengernyit " ahh yang..kayanya geger otak deh ...soalnya tadi keras banget benturannya !" ia meringis, terlihat sekali bohongnya
sekeras apakah kepala Ridwan sampai sampai benturan yang tak terlalu keras bisa membuat kepala sang buaya ini geger otak ,memang dasar daddy nya dede ini ada saja akal bulusnya.
" kayanya perlu puluhan kali deh...sama tadi tuh bukan cuma kepala ku aja yang kejedot yang..!! tapi kakiku keinjek Abay , belum lagi bibirku kena sikut " jawabnya ,kadal buntung ! dikasih hati minta jantung,ati,ampela sama paruh...
" geger otak kan ,sini aku pukul aja lagi biar cepet sembuh...!!" sarkasku melepaskan flatshoes yang kupakai.
Rama tergelak dan beranjak " ampun yang..!! " kekehnya menunjukan dua jari perdamaian
ia meraih kepalaku lalu mengecupnya " aku ke dalem dulu ,tunggu disini jangan kemana mana ,cuma sebentar !" ucapnya ,pria beranting hitam ini selalu menyuruhku untuk menunggunya .
Menunggu adalah sebuah pekerjaan melelahkan Rama,tidakkah kau tau ???tapi menunggumu sudah masuk daftar favorit ku saat ini.
Rama menepuk tangan dan bersiul memanggil Ridwan,memintanya masuk juga ,tak lama Ridwan dan Mita yang saling bergandengan tangan menghampiri
"Ta...titip Nara dulu disini bentar..!" pinta Rama pada Mita ,ia pun mengangguk.
" my pleasure..." jawab Mita tersenyum,tanpa harus diminta pun , Mita akan selalu menemaniku.
Rama dan Ridwan masuk ke dalam tapi belum ada beberapa langkah Rama berbalik ,sontak saja kami mengerutkan dahi
" kenapa a ? ada yang ketinggalan ??" tanyaku
" yang...!! " panggilnya
kedua alisku terangkat " apa ??"
" yakin ga mau sun lagi biar sembuh ???" ,mataku menyipit gigiku menggigit bibir dalamku kesal
" Rama...!!!". kali ini aku benar benar melepas flatshoes dan menepuk pan*tatnya hingga Rama terkekeh dan kabur .
jangankan Mita dan Ridwan ,tukang es krim yang masih disana pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya,mungkin fikirnya anak jaman sekarang minta sun di depan umum saja sudah tak malu lagi , untungnya saat tadi aku mencium kepala Rama,dia tak ada disana sedang mengantarkan es krim pesanan orang lain.
selepas kepergian Rama dan Ridwan ,tinggallah aku dan Mita disana ,di bawah pohon rindang ,aku duduk bersama Mita ,angin siang hari sepoi sepoi ,kalau saja ini di rumah mungkin aku sudah merebahkan diri dan menutup mataku untuk tidur siang.
" Ra..! tiap hari pasti loe bahagia ya ,sama Rama?" tanya Mita ,
aku menghela nafas beginilah aku dan Rama kalau dibilang senang terus ya tidak seterusnya senang ,dimana ada suka pasti ada duka ,kita tidak akan tau suka tanpa ada nya duka, begitupun dengan hubungan ku dan Rama,
" engga juga , ta..kebanyakan ngenesnya !" kelakarku membuat Mita tertawa ,ia pasti tau kemana arah obrolan dan maksud ku, siapapun tau kalau keusilan dan kekonyolan Rama bukan lagi hal untuk dipertanyakan...keusilan dan kekonyolan nya sudah tingkat dewa dewi penghuni Olympus...
" ta..gue mau nanya deh ,ini sedikit privasi sih ,abisnya gue kepo ta..."
" apa ??? " tanya nya balik merapikan anak rambut yang keluar karena tertiup angin.
" loe sama Ridwan ???" tanyaku menjeda ucapanku.
Mita mengangguk seraya tersipu malu.
aku tersenyum bahagia ,bahagia dengan kenyataan kalau akhirnya Ridwan sekarang tak hanya mengagumi dari jauh dan memendam perasaannya pada Mita , seperti pungguk merindukan bulan.
Aku menepuk dan mengusap lembut punggung Mita " Alhamdulillah gue seneng ,ta..." jawabku
lalu bagaimana dengan Airin??? mungkin ada seseorang yang sedang menunggunya juga disana ,jodoh siapa yang tau , mungkin Allah juga sudah mengatur dan menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik dari Ridwan dan aku yakin itu...
" semoga kalian bisa cepet cepet nyusul ..." seruku
ditengah tengah pembicaraan serius dan tenangku bersama Mita , sayup sayup terdengar suara dua orang sedang berdebat ,aku dan Mita terbengong seperti kambing be*go
" ihhhh...udah jelas jelas kamu yang keliatan kegatelan,....ga usah ngelak!! aku liat sendiri !!!" tangan Rika menjewer cuping kuping Abay.
" sumpah honey...aku ga lakuin apa apa ,itu cuman ngomong biasa ,kan kamu tau aku seneng becanda ..sama Nara , Vina aja gitu..." bela Abay tak terima disebut buaya dan dituduh kegenitan pada perempuan lain .
aku dan Mita tergelak,harusnya kami membawa popcorn dan segelas soda , pemandangan ini tak boleh sampai terlihat ,sejenak aku mengusap perutku sayang " dede jangan denger ya nak ,aunty nya lagi marahin om ,abisnya om nakal..." ucapku bermonolog.
" ayo ,ka...tarik yang kenceng biar putus sekalian ...!!!" pekikku yang malah mengompori Rika.
" iya Ka...biar kadal buntung bener bener buntung sampai akarnya...!!!" pekik Mita ,kami berdua tergelak puas...
" heh...bumil !!!! bukannya bantuin juga,malah makin nyiram pake minyak tanah " jawab Abay memekik yang kupingnya semakin ditarik Rika.
" hajar ,ka...!!" pekik Mita.
" biarin, biar kebakaran sekalian...!!!" pekikku
Rama,dan Ridwan keluar melihat kegaduhan yang terjadi
" astagfirullah..." Rama dan Ridwan meringis sambil mengusap cuping kuping masing masing
keduanya menghampiri " kenapa sih Abay ???" tanya Rama merangkul dan mengusap perutku .
yang sontak mendapat tendangan dari dalam ,seolah sapaannya di respon dengan baik .
" ga tau ! kayanya ketauan godain cewek lain.." jawabku ,mataku menyipit pada Rama,bila Abay saja yang hanya anak cicak berani seperti itu lalu bagaimana dengan laki laki yang sedang asyik mengusap perutku dan bermain dengan calon anaknya ini ,jelas jelas ia bapaknya buaya si raja gombal.
" awas ya kalo daddy berani berani kaya gitu...!!!!" ucapku dengan mata mengilat sambil menunjukkan kepalan tanganku yang tak seberapa dibandingkan milik Rama, namun dalan bogeman kosong itu bisa mengambil semua hak hidup Rama sebagai seorang suami termasuk ayah...
Rama dengan cepat berkilah dan mengibaskan kedua tangannya " engga yang...!!! aku ga kaya Abay.. aku mah setia...." jawabnya .
" alahhh...bohong Ra...setia ,setiap tikungan ada...di kampus apalagi..." pekik Abay yg memang satu kampus dengan Rama.
mataku semakin tajam dan mengilat " engga yang..!! " kilahnya lagi.
" Bay,jangan bawa bawa gue dong...!! loe yang punya masalah gue yang ikutan kena..." pekik Rama
" biar ada temen , Ram...!!" pekik Abay puas,setidaknya ia tak sendiri menghadapi seorang perempuan dan amarahnya ,ia juga bisa belajar dari Rama bagaimana cara menghadapi perempuan yang sedang mode singanya on...
Ridwan tergelak melihat kelakuan absurd kedua sobatnya dari kecil itu ,tanpa sadar ia pun sedang mendapatkan sorotan tajam dari Mita yg berada di sampingnya , Ridwan menoleh
" kenapa by???" tanya nya
" mereka aja yang deket kaya gitu ,apalagi kita yang jauh...hari sabtu aku balik ke Jogja,loh...!" ucap Mita.
" aku ga kaya mereka by,aku beda suerr , tanya aja Nara..." tuduhnya menunjukku meminta pembelaan ,sontak saja kedua makhluk tertuduh tidak mau sahabatnya luput merasakan manisnya dimarahi oleh pasangan ,dan indahnya perjuangan meluluhkan singa yang sedang mengaum.
" bohong...justru Ridwan diam diam menghanyutkan,ta... patut dicurigai ...!!" ucap Abay dan Rama bergantian,seakan mereka menjadi etan pembawa kabar fitonah...
" si*alan..kalo mau berjuang silahkan tapi jangan bawa bawa gue yang masih anget , bro...!! kenapa ga ajak Gilang sekalian !!" jawab Ridwan.
" kasian baru mau MP masa mau ditendang...!!" pekik kedua laki laki konyol di depannya sambil tertawa geli ,aku dan kedua gadis ini masih menatap pasangan masing-masing dengan tajam
.
.
.
.
.
.