Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
uang jajan dari suami


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


aku melihat dari jendela kamar kepergian Rama yg keluar dari rumah menuju masjid ,senyum melengkung di bibir ku.


" daddy..." tawaku sambil menggelengkan kepala ,aku mulai mengeluarkan isi koperku memasukkan nya ke dalam lemari sesuai titah yang mulia suami ....


lemari berwarna coklat itu kubuka ,bukan main isinya sangat rapi ,apa ini semua yg membereskan ambu atau Rama sendiri ??? kalaupun memang ambu , tapi sepertinya Rama pun begitu ,itu terlihat dari keadaan kamarnya dan lipatan baju yg masih rapih tidak tertarik tarik keluar, biasanya kalau laki laki cara mengambil baju yg sembarang membuat baju yg lain berhamburan tak jelas...tapi ini nampak rapi sekali ,kamar dengan nuansa putih,hitam,dan abu layaknya koran ,jiwa arsitektur Rama memang sudah terlihat jelas dari kamarnya hanya ada beberapa tempelan yg ada di dindingnya itupun hanya sebatas kata kata mutiara berfigura


" jika ada seseorang yang membuat mu merasa bisa lebih dekat dengan surga , perjuangkan..."


dan sisa lainnya adalah asmaul Husna,tak ada foto berfigura disana ,aku duduk di tepian ranjang mengamati setiap inci ruangan hunianku yg baru ,toilet di dalam , aku berjalan menuju toilet bersih,rapi dan wangi ...


segera kumasukkan baju bajuku ke dalam lemari yg space nya sengaja Rama kosongkan untuk tempat baju bajuku ,rasa kantuk menyerang ,kujatuhkan tubuhku di ranjang Rama menghirup aroma Rama yg menempel di selimut dan bantalnya saja sudah memberikan ku rasa nyaman dan aman menghantarkan ku masuk ke gerbang alam bawah sadar.


ceklek...


Rama masuk ke dalam kamar sambil berbisik


" assalamualaikum..." ia menyampirkan kopiah songkok nya ,tersenyum melihat sosok yg selalu menjadi tempatnya untuk pulang tertidur dengan wajahnya yg tenang ,sebelum tidur Rama mempersiapkan tugas yg akan ia bawa esok ke kampus di meja belajarnya,lalu menyusulku ke atas ranjang ,ia meringsek masuk ke dalam selimut yang sama denganku memelukku posesif, pergerakannya sedikit mengusikku ditambah dekapannya yg membuatku tidak dapat bergerak.


" Rama...." suara parauku menyapanya ,aku ingin berbalik namun mata yg sudah terlampau mengantuk memaksaku untuk tetap di posisiku


" sorry...kebangun ya..." ucapnya


" jam berapa ini ???kamu pulang jam berapa??"


" jam kulit kurang bulu..." kekehnya " aku dateng dari jaman penjajahan Belanda.." kembali ia terkekeh


kalau sedang tidak berdaya sudah ku dorong kamu ke lantai bawah....


" kamu tidur lagi aja...aku cuma mau ikut bobo sambil meluk kamu... disini dingin ....jadi butuh seseorang buat dipeluk.. "jelasnya ,aku hanya mengangguk masa bo*do....


" good night honey..." bisiknya lalu mencium pipi ku...


.


.


.


" Ram...kamu mau pakai apa ke kampus ???" tanyaku dari balik kamar mandi


" pake baju lah, Ra..."


" maksudku baju nya apa ??kaos??kemeja??plus jaket ??warna apa ??" detailku


" apa aja yang penting bukan baju kamu..." lalu ia keluar hanya dengan handuk yg melilit di pinggang


ini dia vitamin harianku ,,menikah membuatku punya energi tambahan di pagi hari, mataku tidak munafik menikmati pemandangan ini dengan butiran air yg masih menempel di kulit Rama menguarkan wangi sabun ,dan semua ini milikku seutuhnya...


hadeuhhhh jadi pengen bersandar neng ,a....


" apapun yg kamu siapin aku pake..." jawabnya mencubit pipiku


aku mengeluarkan t-shirt hitam polos dan kemeja kotak-kotak hitam putih ,sementara Rama memakai pakaiannya ,aku bersolek di depan cermin ,tinggal sentuhan terakhir liptin ,lalu done...


" Ra..bisa ga sih kamu ga usah secantik itu ke kampus ..." aku menoleh ke belakang mengangkat alisku sebelah ,lalu beralih melihat penampilanku yg dirasa biasa saja hanya dress putih dibawah lutut dan jaket levis berwarna mint saja..


" kalo kamu cantik begini ,lama lama aku bakal suruh kamu dasteran ke kampus tanpa mandi..." jawabnya


" ih...jangan ngaco...otak kamu pagi pagi udah dipenuhin sama virus..mandinya bener ga sih ??" aku segera merapihkan rambut Rama seperti biasa Rama merapikannya memakai jari jarinya dengan sentuhan finish anting tempelan di kiri..


" Ra...uang jajan mau aku transfer atau mau cash bulanan atau gimana ??" tanya nya serius ,aku tertegun sejenak


aku lupa sekarang bukan lagi transferan papah yg mengisi dompetku tapi dari Rama ..


" terserah kamu aja ,aku terima aja Ram yang penting ada uang jajan..." jawabku tak mau diribetkan masalah itu


ia segera mengambil ponsel dan mengirim via m-banking


" udah ku kirim...nanti kalo mau jajan tinggal gesek aja...maaf ya kalo untuk saat ini aku ga bisa kasih kamu uang jajan yg layak atau dibawah standar papah ....soalnya aku masih harus membaginya sama iuran kuliah kita ke depannya insyaallah nanti kalau sudah ada rezeki aku tambahin,pintar pintar kamu saja me manage uang " jelasnya terlihat sedikit merasa bersalah


" hey..." aku meraih tangan Rama " berapa pun itu aku hargai...itu hasil keringet suamiku sendiri...aku bangga.." jawabku


Rama menatapku dalam sampai aku mengernyitkan dahi" ko tiap hari kamu makin bikin aku klepek-klepek sih, Ra..."


" udah ga usah gombal pagi pagi ,nanti aku keburu kenyang sama gombalan kamu.." kekehku


aku dan Rama turun ,tangannya tak lepas menggenggam tanganku


" penganten baru ,dari kamar aja harus gandengan tangan ,kaya mau nyebrang..." sarkas Nia


" jomblo dilarang sirik ...!!!" jawab Rama


sudah menjadi kebiasaan ku sekarang melayani Rama dalam segala hal termasuk di meja makan


" dihhh ,teh...udah sii biarin aja aa ngambil makanannya sendiri manja bener.." kembali Nia mengkritik aa satu satunya ini..


" Nia... biarin atuh emang udah kewajiban istri buat layanin suami..." sanggah ambu,yang lewat


" loh ..ambu ga ikut makan ??" tanyaku


" ambu udah neng.." jawab ambu mendayu sambil tersenyum


" ambu tuh makannya bareng abah tadi jam 4 ,nemenin Abah sebelum berangkat ke pasar..." jelas Rama


di catat !!! istri yg baik adalah istri yg menemani suaminya makan...


" ihhh tiap hari abah yg manja,sekarang aa..." ucap Nia memutar bola mata malas


Nia bersikap ogah ogahan " ihhh najis..ga mau.."


" hayoo jangan gitu ...teh Nara juga dulu gitu sama aa ,ga suka...benci ,,ehhh sekarang masih benci juga, bener bener cinta..." kekeh Rama


aku hanya merotasi bola mata sambil menggelengkan kepala


.


.


.


.


.


.


Rama menghentikan motornya di sebuah ATM


" mau diambil dulu ga buat jajan ??" tanya Rama,aku mengangguk" iya."


segera aku masuk lalu memencet nominal yg akan kuambil keluarlah beberapa lembar uang pecahan biru


aku tersenyum lebar dan keluar dari ATM


" awet ...awet...." sahutnya sambil menyugar rambutnya lalu memakai helm lagi


" seduuttttt....!!!" aku menghirup uang uangnya


" ngapain???" dahinya mengkerut beberapa lipatan


" bau bau uang suami.." kekehku , Rama ikut tertawa renyah


" gimana baunya ??"


" bau percetakan..." jawabku asal


" ko tau sih ???padahal itu udah lama dicetaknya barengan sama kartu undangan nikah.." kelakarnya


" Alhamdulillah... berkah selalu suamiku..."


" aamiin..." jawabnya " yu..nanti telat " ajaknya


🌻🌻🌻🌻🌻


Rama ikut melepas helmnya" kamu mau kemana ??" tanyaku


" mau ikut nganterin kamu sampe kelas lah..." jawabnya menarik tanganku


pikirku kenapa ga sekalian nemenin aku sampai kuliah bubaran ,mulai lagi deh posesif nya keluar ...!


daripada harus berdebat yang ujungnya aku yang akan di ceramahi tentang dosa dosa mendebat suami lebih baik aku iya kan saja.


sepanjang berjalan bukannya Rama yg cemburu ,tapi malah aku yg merasa risih, lihat saja mata mata jelalatan mahasiswi kampusku yg haus akan cowok keren dan tampan... Airin saja yg tadinya sudah berada dalam kelas tumben tumbenan keluar menyambutku


" hay , Ra...."


" hay Rama...."


aku sedikit meringis melihat kelakuan Airin yg menggelikan


" assalamualaikum... Airin ya...titip Nara ya..jagain takut dia nakal ...kalo lirik lirik cowok laporin aja..." ucap Rama


Airin mengangguk...tapi terlihat sorot matanya yg terpesona.


" aku pamit ya assalamualaikum...." Rama mengacak rambutku


" iya hati hati wa'alaikumsalam..." aku mengecup punggung tangan Rama


setelah dirasa Rama pergi cukup jauh


" ahhhh so sweettt....cakep banget gila ,laki loe keren..." ucap Airin tak tau malunya


" husss laki orang tuh..." aku mengusap wajah mupeng Airin


" Ra... Rama punya kembaran ga ??kenalin dong..." ia memeluk lenganku menuju kursi


" ga ada...cari aja di luaran juga banyak kali..bukannya loe nge fans sama ka Miftah ya ??"


" iya sih tapi maunya yg kaya Rama...ya Allah sisain gue satu yg kaya Rama" Airin menengadahkan tangannya ke atas ,aku tertawa melihat kelakuan konyol,satu lagi makhluk absurd yg ku kenal


tap..tap...tap...


suara langkah sepatu mendekat


" Narasheila...dipanggil ka Miftah ke ruang senat..."


" hah ???gue ???" tunjukku saling melirik dengan Airin


kenapa lagi tuh cowok hipotermia manggil gue, mau ngajak gelut lagi ?? masih penasaran debat sama gue ???padahal gue udah mau mencoba mengajak hati gue berdamai sama tuh orang karena Rama menganggapnya seperti kaka sendiri


" ada apa sih Ra ???loe bikin salah sama dia ???"


" auu..engga deh kayanya " ucapku


" hati hati , Ra...apa mau gue temenin takutnya loe butuh pasukan...??"


" emang loe berani sama ketua senat ??" tanyaku


" engga sih gue di belakang loe bantuin manggilin ka Akhsan aja..." ucapnya


aku merotasi bola mataku " ya udah gue ke ruang senat dulu..."


.


.


.


.


.


.


gimana guys menurut kalian apa kang Miftah bakal jadi orang ketiga atau engga ,atau kira kira dia mau ngapain Nara nih ???jangan lupa like ,vote,rate and komentnya ya...😄😄