Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
senyummu energiku


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


tubuhku lemas apalagi melihat kedua tangan Rama terborgol,aku menggeleng keras, ditambah abah mengambil alih adegan yg bikin sport jantung tangan besar dan kekarnya menampar Rama layaknya ibu tiri Cinderella atau ibu tiri si bawang putih.


" plakkk ...!!! " semua terjengkat kaget namun hanya mampu menunduk ,nampak Ambu membela Rama sambil merangkul anal laki lakinya itu ,lalu Abah masuk ke dalam kantor polisi untuk berbicara dengan Kapolsek disana.


aku ??? sudah sedari tadi kakiku bergetar rasanya tak mampu lagi menjejakkan kaki dan menyanggah berat badanku , sangat lemas....


" Rama....!!!"


sudah sejak kapan lelehan hangat membasahi pipi..


" Nara...!!!" gumam Gilang yg netranya mengedar dan jatuh tepat ke arahku ,tanpa terkecuali ikut melihatku .


"neng Nara.." suara parau ambu ,karena terlalu lama


menangis memecah keheningan,sudah sepantasnya akulah yg mendekat pada ambu ,tapi kenapa jarak yang hanya sekian meter terasa jauh, langkah kakiku yg biasa ringan seringan kapas kini terasa sangat berat , seperti sesak rasanya dadaku


aku memalingkan wajah yg kurasa sudah terlihat kacau karena mataku yg sembab , menghembuskan nafasku dan menghapus jejak air mata walaupun percuma saja tak dapat mengurai kesedihan...kalau mata bisa diajak bicara mungkin sudah ku ajak mengobrol dan memohon untuk tidak menangis lagi.


senyuman selalu terlukis di wajah Rama seolah berkata hey girl i'm ok..!! , meskipun aku tau senyum itu menyimpan luka dan kegetiran...


come on Nara disaat inilah Rama butuh kamu,jangan tunjukan gadis cengeng di depannya ...kata kata itulah yg aku sematkan untuk menyemangati diriku sendiri saat ini


" ga usah senyum ..jelek....!!' sarkasku menatapnya nyalang.


Rama terkekeh ,ambu dan yg lain tau akan kehadiran ku ,mereka akhirnya memberikan ruang dan waktu untuk aku dan Rama ,ambu masuk ke dalam menyusul Abah dan yg lain duduk di pojokan sisi yg kantor polisi yg lainnya ,malah Bayu menawarkan membeli makanan dan minuman bersama Gilang dan Ridwan ,tersisa tinggal kami berdua


aku sudah berusaha ,tapi melihatnya secara dekat dengan keadaan begini rasanya sakit..


" duduk Ra..." ajak Rama


tatapanku nanar biasanya Rama mengajakku duduk seraya meraih dan menarik tanganku ,namun hari ini sepertinya keinginan itu terhalang borgol dan hanya bisa sebatas niatan saja.


kenapa ??? tapi bibirku kelu dan mati rasa ...


" hey... sorry kita ga jadi pergi ..." ucapnya menunduk dan sendu ,orang bilang mata adalah jendela hati kan kesenduan inilah yg kuanggap sebagai perasaan Rama saat ini.


aku mengangguk cepat " ga apa-apa.." suara cicitku sangat pelan dan begitu bergetar ,sesak sekali ....


kata orang juga bilang , kita akan menyadari cinta setelah kita kehilangan, apa ini ?? ya Rabb jika ini jawabanmu atas semua pertanyaan ku ,kumohon jangan seperti ini caranya ??bolehkah aku meminta dengan sangat egois jangan hilangkan Rama dari pandangan ku.


hari ini aku membuktikan gombalan receh yg biasa para kaum fakeboy katakan dan tak jarang menciptakan sorak sorai ledekan teman sekelas " kupinjamkan bahuku tuk bersandar..." ,


aku mengatukkan kepalaku di bahu Rama tanpa pelukan ,menangis sesenggukan disana ,tempat favorit yg mungkin akan kurindukan...


" heyyy ....ko nangis??" pertanyaan konyol macam apa itu ,tentu saja aku menangis dan semua itu karena dirimu...


" Ra..please jangan nangis...." Rama menunduk hendak melihat wajahku , namun aku tak bergeming, sebentar saja aku hanya ingin menumpahkan sedikit sesak dihati.


Rama meraih wajahku dengan susah karena tangannya yg terborgol kuat.


" jangan pernah menangis....kamu tau jika ada yg membuatmu menangis jangan harap orang itu akan melihat matahari esok..." ucapnya seraya kedua tangannya terangkat mengusap air mata di pipi ku dengan kepayahan ,wajahnya pun penuh tatapan mengisyaratkan bahwa ia benar benar serius.


" aku baik baik saja, Ra ....kalo kamu sayang sama aku cukup tersenyum dan do'a kan aku...!!" tatapannya menyalurkan kekuatan padaku untuk tetap tegar seharusnya aku yg begitu untuk Rama bukannya aku yg malah cengeng.


" Ram....kenapa bisa gini...???" aku mulai mengumpulkan kekuatan untuk tetap tegar.


Rama menggeleng,ia pun tak tau namun matanya menajam ke arah lain seperti tau bahwa ini adalah ulah seseorang.


"udah... biar urusan ini , Abah ,pihak sekolah dan yg lain yg mengurus....kamu ga usah khawatir ya Ra..tapi btw makasih ...aku seneng ..kamu khawatirin aku..."


bege...!!!iyalah gue khawatir..berasa jadi pacar kurang aj*r banget gue kalo ngga....


" aku hanya butuh senyuman kamu sebagai energi buatku...." tambahnya.


" aku percaya kamu bukan laki laki seperti ini...apa tuduhannya?? bukannya mereka bisa memeriksa lewat fisik,,?? kan bisa terlihat??" ucapanku sedikit berapi api untung saja kantor polisi ini tidak kebakaran.


" kamu sudah makan ???bahkan kamu masih pakai seragam sekolah...!!saking khawatir nya nih ye....??" Rama balik lagi ke mode menyebalkannya


" bukk...!!" kali ini Rama tak bisa mengelak seperti biasanya saat pukulan telak ku mendarat di dadanya


" aww...sakit Ra...." namun kemudian dia tertawa kecil


" nyebelin ...masih sempet sempatnya becanda lagi..." dumelku.


ia kembali tertawa " udah bisa mukul berarti udah baik baik aja..."


tadi dipukul abah sakit ga ??" aku sedikit meringis hampir lupa Rama kena tamparan tangan lebar abah yg menyebabkan pipinya merah dan sedikit bengkak ,aku menyentuh dan mengelusnya Rama terlihat sedikit meringis


" lebih sakit liat kamu nangis ...." jawabnya ,bola matanya yg hitam tajam namun bila bicara denganku melunak meneduhkan, bertemu dengan manik mataku.


" segalak galaknya abah beliau tetap sayang, Ra...ga akan sampai direbus juga.." tambahnya sekenanya


" ihh emangnya ibu tiri.." ketusku


" nah itu tau..lagian abah kan laki laki mana bisa jadi ibu tiri..."


kami berdua tergelak bersama menertawakan abah ,mungkin otak kami yg sudah stress sampai sampai abah saja bisa dibayangkan menjadi ibu tiri ,fix setelah ini aku harus general check up.


" aku obatin ya...." ucapku kembali mengusap lembut pipi Rama yg ditampar Abah


" boleh..."


aku mendekatkan wajahku ke wajah Rama dan mengecup pipinya lembut sedikit lama , terasa hangat entah karena tamparan yg masih membekas atau karena Rama yg sama sama blushing seperti ku


ini kali pertamanya aku berinisiatif mengecup pipi Rama jangan ditanya seperti apa rasanya,,,karena dari tadi tanganku saja sudah banjir keringat...


" kalo obatnya kaya gitu aku mau beli lagi yang banyak dong Ra...aku rela deh ditampar Abah tiap hari..." ucapnya terkekeh ,aku mengangkat alis sebelah...


" yakin ???tangan abah gede gitu ,emang gak sakit apa ??? tiap hari lagi..." tanyaku


" paling paling ntar wajahku berubah jadi gini.."


Rama menunjukan wajah konyol dan jeleknya yg di miring miringkan ...tapi menurutku menggemaskan..


" bwahahahahah...." tawaku pecah


" kira kira masih sayang ngga ??" tanya nya.


"emmm...." aku berfikir..." ga mau..." sarkasku yg masih menyisakan tawa sambil berkacak pinggang


" yahhh....harus mau...aku maksa!!!!" jawabnya melotot


" ihhh pemaksa ,aku tetep ga mau..." gidikku menggodanya seraya bersidekap.


" oke jangan salahkan aku kalau kamu nanti kuculik.." ucapnya jumawa.


aku membelalakan mata selebar bola globe.." ngeri..!!"


" guyysss makanan datang...." trio rusuh cs Rama datang membawa bungkusan berisi makanan


" suapin !!!" rengek Rama


" ekhemmm uhukk..uhukkk...." Gilang, Bayu dan Ridwan yg sudah memasukkan nasi dan lauknya kedalam mulut langsung terbatuk,


sejak kapan ketua geng sangarnya yg berusia 18 tahun ini , berubah menjadi anak bayi yg butuh disuapin kalo makan,butuh dikelonin waktu tidur...ga sekalian saja..!! mereka mengganti posisi Rama dengan si boneka Susan.


ketiganya menatap horor pada Rama yg dijawab dengan mengangkat kedua tangan yg diborgol oleh Rama.


" modus...!!" gumam Gilang


" jomblo ga akan tau ,makanya punya pacar..." jawab Rama menaik turunkan alisnya .


--------------


"cari tau semua gerak geriknya " setengah berbisik pada Gilang


" gue titip Nara brother..."


" siap aa bro...kalem wae sama Gilang mah..."


ucapan terakhir Rama saat kita pulang...


" kamu baik baik ya...nanti aku kesini lagi..." ucapku.


" iya kamu juga jangan nackal !!! kalo ada apa apa ada Gilang sama yg lain ..jangan ngelakuin apa apa sendiri....!" Rama menekankan kalimat terakhir itu sebelum mengecup keningku.


buat yg baca dari awal mungkin sudah pernah tau visual bang Akhsan ,cuman kuhilangkan karena proses kontrak karya tempo hari disini aku hadirkan lagi ya mohon mangap jangan bully ya , semuanya cuma pandangan dari versi mimin saja kalau punya visual sendiri monggo....


bang Akhsan



Gilang