
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
aku menajamkan penciuman ku lalu memaksa si pemilik tangan melepaskannya dari mataku ....aku berbalik dan jeng..jeng... Kenzi sepaket dengan senyuman tipis nya terarah padaku , namun aku tak ingin membalasnya.
" ga lucu , Ken...!!" aku menjaga jarak dari Kenzi ,mungkin sinyal alarm warning ku telah menyala...
" ya ilah... Ra ..maaf deh...."
" aku kira Rama.." ucapku sengaja dan benar saja raut wajahnya kembali datar.
" Ramadhan lagi.. Ramadhan lagi..kenapa sih Ra ..apa yg loe liat dari dia...." geramnya
keningku berkerut beberapa lipatan hey boy...!!loe lupa siapa Ramadhan apa harus kuperjelas lagi siapa Rama....gue curiga berapa sebenarnya IQ loe Ken....apa jangan jangan kepalanya baru saja terbentur mengakibatkan hilang ingatan ,,.
" apa mesti gue jelasin lagi..." jawabku mendingin ,sudah cukup kali ini ,tingkahnya sudah kelewatan , bukankah Kenzi sudah berpacaran dengan Inggrid lalu sekarang kenapa harus mengganggu ku lagi.
" oh ya by the way bukannya loe sama Inggrid udah pacaran ya ,,gue lupa mau ngucapin ,,selamat ya..." ucapku.
" kamu cemburu ya Ra??" tanyanya dengan menyipitkan matanya ,
astaga.... salah lagi gue......batinku
" serah loe deh...pusing gue....nanggepin lo ken..." tanpa menunggu lama lagi aku segera angkat kaki dari situ dan berjalan menuju kelasku.
" tunggu Ra...tapi gue sukanya sama loe Ra..please ngomong kalo loe cemburu liat gue sama Inggrid ,please bilang kalo loe ga mau gue pacaran sama Inggrid, Ra..." tangannya memegang tanganku aku berusaha berontak sekuat tenaga untuk lepas dari cengkeraman Kenzi.
help me please God.....
" loe ga waras Ken.... lepasin gue tangan gue sakit..." aku memberontak.
kupikir Kenzi sudah berubah tapi ternyata tetap saja ,,,aku semakin tidak menyukai Kenzi ia terlalu memaksakan kehendaknya.
" lepasin atau gue teriak Ken....!!" geramku yg sedikit mengancam.
aku mengumpulkan tenaga untung saja tadi pagi aku sempat sarapan 4 sehat 5 sempurna, dengan penuh perjuangan dan semangat 45 akhirnya aku berhasil lepas dari Kenzi dan segera meninggalkan nya,kini aku berpikir ada yg tidak beres dari Kenzi...
aku sedikit berlari membuat nafasku terengah-engah...kalau aku harus begini setiap hari bisa dipastikan berat badanku turun beberapa kilo dalam beberapa hari...
" Ra..kamu kenapa..??."
" astagfirullahaladzim "..
aku memegang dadaku tergelonjak kaget, Rama datang dari arah belakang ku secara tiba-tiba disaat pikiranku tengah traveling ...
" Rama...!!!." aku menghela nafas lalu duduk di bangku menetralkan badanku yg lemas karena terkejut.
" kamu kenapa , Ra ???" tanya Rama
aku menggeleng cepat ,untuk saat ini aku tidak mau menjadi seorang pacar manja buat Rama ,kupikir kalau hanya Kenzi masih bisa kuatasi ..aku bukan pacar pengadu , walaupun sebenarnya aku ingin sekali mengadu pada Rama, selama Kenzi masih dalam batas wajar insyaallah Allah masih bersama ku.
hahahhaha gaya lu Ra...😂😂
" barusan abis olahraga aja..." jawabku asal
" udah makan ???" tanya nya
" belum..." mana nafsu aku setelah bertemu Kenzi barusan
hebat sekali akting Kenzi bisa bersama Inggrid,di depan semua orang seolah olah kriteria pacar idaman tapi dibelakang dia mengganggu ku dasar Playboy cap Gomeh.... harusnya kuberikan piala Oscar untuk nya.
" nanti pulang nya jadi main ke rumah ???ambu katanya bakal masakin enak buat kamu..."
" jadi dong....udah kangen sama ambu..." ucapku
Rama mengusap pucuk kepalaku " kangen sama ambu apa sama anaknya ???"
" sama ambu lah...." jawabku Rama mengerucut...
______________
" assalamualaikum... Ambu....!!!" pekikku yg sudah tak canggung lagi
" teh Nara??" pekik seseorang yg ternyata itu adalah Rania....dari lantai atas suaranya sudah seperti pengumuman di toa masjid nyaring dan berisik.
" hay... Rania apa kabar??" ia memelukku,sedekat ini aku dengan mereka , sekejap aku melupakan semua masalah yg menjadi beban pikiran ku.
" ehh calon mantu ambu sudah datang.... " aku melepaskan pelukan Rania lalu beralih salim dan memeluk Ambu ,wangi yg menenangkan membuat siapa saja betah dipeluk oleh ambu mungkin selain aroma nya yg lembut serta aura keibuannya ambu memang senyaman ini dipeluk ,aku menyesap rakus aroma ambu untuk disave diindera penciuman ku .
" sini atuh neng kita makan siang ya ....meni sudah lama pisan ga kesini ..." ucap Ambu menggerutu " ga kangen gitu sama ambu...??" tambahnya
" kangen lah ambu...cuman Nara lagi sibuk kan baru beres ujian ..." jawabku
Rama yg sedari tadi senyum senyum melihat interaksiku bersama keluarganya melepaskan kontak matanya sejenak dari kami lalu melangkahkan kakinya ke lantai atas menuju kamarnya ia melemparkan tas nya di kursi berputar miliknya ,kursi yg biasa ia pakai untuk belajar lalu mengganti pakaian nya dan merogoh ponselnya ,ia mengangkat panggilan dari seseorang
" hallo, assalamualaikum..."
" wa'alaikumsalam,,,gimana???"
(..)
" oke...pantau terus kalo ada yg mencurigakan laporkan saja bro..."
(..)
" wa'alaikumsalam..."
Rama menutup sambungan telepon nya
" Kenzi.." gumamnya " loe jual gua beli..." ia menaruh ponselnya di meja lalu turun .
makan siang kali ini perutku menjadi sakit karena Rama dan Rania tak henti hentinya melemparkan candaan...
" ikut yu..." ajaknya
ia mengajakku ke tanah lapang yg ada di area kampung sini.., kebetulan hari ini anginnya lumayan kencang ,saat kami sampai disana sudah ramai anak anak kampung sini, terlihat beberapa nya sudah memegang sebuah tali yg menyambungkan nya ke layang layang yg tengah mengangkasa , terdengar riuh teriakan anak anak, heboh karena layang layang yg dipegangnya tengah beradu dengan layangan lainnya .
" mau coba ga ???" tanya Rama yg entah sejak kapan dan darimana ia sudah memegang layang-layang dan mencoba menerbangkannya,mungkin sejak aku asyik memperhatikan anak anak itu beserta layangan mereka . pikirku katro bener gue...
liat layangan aja seneng kaya dapet lotre.
layang layang milikku terbang dengan begitu gagahnya .
sumpah...gilaaakkk !!! baru pertama kali loh gue ngalamin main layangan kaya gini ,tingkahku sudah seperti anak kecil yg baru menemukan mainan baru ,heboh, memalukan...tapi aku tak peduli yg penting aku senang ...senyum tak pernah luntur dari wajahku hingga peluh menetes pun tak kupedulikan , Rama memasangkan topi miliknya di kepalaku .
" makasih..." ucapku
" sama-sama...."
" ayo, Ram...terus pepet aja ...." pekikku sudah seperti pemandu sorak menyaksikan Rama tengah mengadu tandingkan layangannya dengan salah satu layangan milik anak anak disana .
pertarungan semakin sengit saja sorai, pekikan dan tepuk tangan anak anak semakin membuat suasana makin gawat dan ramai...
Rama menarik ulurkan dengan tempo dan skill yg dimilikinya,begitu luwes dan jago menurut ku yg tak tau apa-apa.
hingga salah satu benang layangan putus melambai menerbang bebaskan layangan satunya yg terbawa angin ,sontak anak anak yg tadinya berkumpul disana berhamburan mengejar layangan yg putus itu , berlomba lomba ingin mendapatkan benda yg harganya tak seberapa itu ,bukan masalah harga tapi cara mereka mendapatkan nya merupakan kebahagiaan yg haqiqi ,dan aku merasakan itu....
" yeeee.....menang !!!!! pacarku memang the best.... " aku mengguncang guncang badan Rama.
" hadiahnya mana ???" tagihnya
keningku mengkerut " apa ??"
" sun...??" ia menunjuk pipi sebelah kanannya dengan ragu namun pasti aku celingukan dan
" cupp...."
" udah " pipiku menghangat
" makasih..."
" mau ikutan ngejar layangan ga , seru loh...." tawar Rama,mataku membola lalu berseru " mau....!!!"
Rama menarik tanganku dan berlari ke arah layangan putus tadi ......