
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
wajah tertekuk masam, saking masamnya mungkin saingan sama belimbing wuluh.
" pffttt...."
abang turunan dak*jal yg satu ini dengan teganya malah menertawakan ku
" waw... donald bebek sekarang ada temennya selain deasy...." bisiknya ,yg aku tau tertuju padaku .
aku melepas sepatu yg kupakai lalu memukul mukul paha bang Akhsan, sepertinya pukulanku mengandung unsur pelampiasan..
" kalian berdua apa sih udah gede berantem terus...ga bisa adem barang sebentar aja ...." decak kesal mamah
" ini nih abang mah..." adu ku..
mood ku benar benar sudah hancur hari ini sehancur remahan rengginang. Aku mengalihkan pandanganku keluar jendela ada rasa sesak yg terus saja memenuhi ruang hatiku ,mataku sudah mulai buram seperti kaca spion yg terkena embun ,
ihhh kenapa aku jadi cengeng gini sih....aku buru buru menyeka nya tak mau sampai bang Akhsan ataupun yg lain mengetahuinya, kulirik bang Akhsan juga sudah menyumpalkan earphone di kedua telinga nya sambil matanya terpejam ,lebih baik aku melakukan hal yg sama ,kusandarkan kepalaku lalu melihat bangunan bangunan di luar mobil yg seperti kilasan klise saling menjauh....mataku yg sudah mulai lelah kini sedikit sedikit menutup , perjalanan dari Jakarta ke Bandung lewat tol tak memakan waktu lama , saat aku sadar dan mengumpulkan nyawa nyawaku yg bertebaran, mataku menangkap jalanan yg sudah memasuki kota Bandung,memanglah gelap karena waktu menunjukan sudah lewat maghrib, papah membawa mobil masuk ke parkiran sebuah SPBU
" kita shalat maghrib dulu sebentar ya...."
setelah terparkir sempurna kami turun seraya meregangkan otot-otot yg kaku karena posisi di dalam mobil selama perjalanan,tulang tulang serasa seperti robot,,kaku kaku .
tak butuh waktu lama hanya butuh 20 menit saja kami sudah kembali melajukan mobil.
ahhh home sweet home....
seperti biasa rumah terlihat sepi, yee mau gimana ga sepi??? penghuninya liburan semua dan hanya menyisakan seorang asisten rumah tangga yg sudah paruh baya .
" bang...bukain gerbang ....bibi kayanya di dalam ga kedengeran...."
bang Akhsan mengangguk lalu turun
" ahhhh sampe juga ..."
" assalamualaikum bi..."
" wa'alaikumsalam neng...." ada yg aneh dengan bi Lastri ia tersenyum senyum menyambutku
tunggu apakah ada yg aneh denganku ???aku melirik ke kaca lemari tempat gelas hias....
" ah kece kece aja tuh walaupun habis bangun tidur tapi gue lucu lucu aja malah...." senyumku tipis menyadari kegilaanku yg memuji diri sendiri....
aku naik ke lantai atas menuju kamarku , menarik nafas panjang mengusir kegugupanku
sekali lagi......sekali lagi akan ku coba menghubungi Rama...
" tuut...Tut....."
cukup sudah..!!! aku menaruh ponsel di meja
aku menjatuhkan tubuhku ke ranjang menatap langit kamarku yg terlihat biasa saja tanpa ada gantungan atau wallpaper kamar
kemana dia ....laki laki itu...laki laki yg katanya selalu ada buatku,laki laki yg unik bin nyeleneh, laki laki yg tak mau menggantikan ku sakit karena katanya kalau dia yg sakit lantas siapa yg akan melindungi ku, mengantar jemput ku pake motor berisiknya,laki laki yg selalu lebih memilih mengajakku jajan cilok dan batagor sambil selonjoran di pinggir jalan ketimbang mengajakku ke restoran " meVah ",katanya itulah kenikmatan yg haqiqi,,,
lamunanku tersadarkan oleh suara berisik di luar ,tepatnya orang yg kurang kerjaan ganggu tetangga yg otewe menuju jam istirahat
" hello ....ini tuh udah malem !! ya kali kaya ga ada hari besok lagi buat ngamen..." pikirku kesal ,karena ketidak sopanan para pengamen yg tak tau waktu berkunjung.
aku melongo dari jendela kamarku yg langsung mengarah ke depan rumah dan halaman samping rumah.
" beri....." lidahku kelu tak bisa untuk meneruskan kalimatku.
aku mengatupkan mulutku tak percaya apa yg kulihat
" ya Allah..."pekikku
" Nara ...turun dong..pegel nih...." teriak Vina
tepat disana Rama sedang bernyanyi diiringi teman temannya,disana juga ada Vina, Rika dan Mita
aku masih mengumpulkan kesadaran ku ,,bukan karena saking romantis nya Rama tapi menebak nebak kiranya apalagi yg akan Rama lakukan ,dia memang laki laki penuh dengan kejutan
bahagia,lega menyeruak di dada ku,,, aku segera turun ke bawah menghampiri mereka ,
lagu sudah habis di nyanyikan " surprise....!!!" Rama tersenyum selebar dunia...aku masih tak bergeming
gilaakk jahat....!!! pikirku
jadi selama beberapa hari ini mereka merencanakan untuk mengerjaiku ,dan cowo ini tersenyum tanpa ada penyesalan .
" plakkk ...!!"
semua terkesiap melihatku menampar Rama termasuk Rama yg masih bengong karena tamparan ku
" uppss...sakit ya Ram... sorry deh...sekali kali aku balas kelakuannya yg keterlaluan membuatku gelisah selama beberapa hari..." batinku.
" itu buat kamu yang udah bikin aku kaya orang bege beberapa hari karena mikirin seseorang yg gila kaya kamu " ucapku penuh penekanan..
lihatlah wajah pucatnya sudah seperti ayam sawan ,,ga kuat sumpahh!!! ,hahhaha maapkeun..maapkeun...kapan lagi aku bisa begini
aduhhh ga kuat gue pengen pipi* nahan ketawa....
" bwahahahahha....." aku tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah Rama yg sudah seperti tertembak panah suku sentinel ,pucat kayanya darah berhenti mengalir sejenak dari wajahnya
" dan ini untuk kamu yg sudah kembali..." aku menempelkan kedua jariku ke bibirku lalu beralih ke pipi Rama.
wajah Rama berubah cerah ,ia mengusap dadanya,entah apa yg digumamkannya ..
" Nara ihhh bikin kaget aja...kirain usaha kita sia sia...ih...." pekik Vina , ternyata mereka semua pun tak kalah berdebar nya
mataku mengedar melihat spot favorit mamah buat berkebun sudah dihias sedemikian rupa dengan lampu lampu kelap kelip berwarna warni .
Rama mengeluarkan sebucket bunga tapi tunggu dahiku mengernyit ini bukan bunga seperti kemarin... mawar ala ala yg romantis ,
" pfffttt .... aduh Ram,,,malu maluin ihhh ..." Rika berucap
" Ram,,,,ga ada yg lain apa bunganya ??masih bagusan bunga anggrek si Ambu di rumah , Ram..." ucap Gilang menepuk jidat nya sendiri
" wahhh..wahhh si Rama nyari masalah sama pak RT ini mah. ." Vina memperingati.
lihatlah si tuan absurd ini tempo hari dia membawa mawar menunjukkan betapa romantisnya dia dihadapan semua penghuni sekolah ,tapi sekarang entah jenis bunga apa saja yg membentuk buket ini ada bunga sepatu, bunga terompet... dan aku sangat hafal semua macam bunga bunga ini, bunga bunga yg ada di sepanjang jalan di kampung Rama...
" suttt...." Rama berbalik pada mereka " ini yg namanya romantis..." katanya membela diri.
" romantis apa ga modal Ram.... " sela Bayu...
" urang sampe arateul ngala na (aku sampai gatel gatel ngambilnya).." keluh Ridwan yg menggaruk garuk tangannya dialah yg sudah berjasa membantu memetik bunga bunga ini dari penjuru kampung nya ... kami tergelak mendengar pengakuan Ridwan
aku menerimanya " makasih "
"berisik ...!! sirik tanda tak mampu..." ujar Rama
" happy anniversary 8month Nara.... " Rama tersenyum lembut.
apa ??? dia sampai mengingat bahwa kami sudah 8 bulan menjalin hubungan ini .
sentuhan terakhir Rama bersiul menggunakan kedua tangan dan bibirnya membuatku semakin tak percaya dengan kemampuan berfikir Rama yg diluar nalarku sebagai manusia normal...
kedua gerobak muncul dari luar gerbang beserta penjual penjualnya sekaligus yg sedang mendorong
"batagor???"
" cilok...???"
gumamku
tanganku refleks menutup mulutku ,otakku berfikir keras sekeras batu hanya laki laki di depanku lah yg punya pikiran dan ide untuk memanggil kedua penjual makanan kesukaan ku sejak tinggal di Bandung datang kerumah beserta gerobak gerobaknya .
" ini ngapain Ram...."
" kenapa kang Dadang sama kang Ujang bisa disini...??" terbengong bengong
" wahhhh kenyang perut gue ini mah..." pekik Akhsan dengan tak tau malunya.. muncul dari ambang pintu