
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
aku hanya duduk duduk di pinggir lapang bersama Vina dan yg lain,kini aku kapok kalau harus sendirian jujur kejadian kemarin membuatku paranoid dengan Kenzi...
di kejauhan aku melihat Ambu sedang berjalan dengan seorang perempuan berjilbab masih muda namun terlihat anggun ,
" eh guys aku kesana dulu sebentar," aku beranjak
" kemana Ra??biar kita temenin !!" jawab Vina
" itu ada ambu ...." tunjukku
aku berlari duluan tapi yg lain ikut mengekor
" assalamualaikum ambu ??" aku menyalami punggung tangan ambu
" ehhh ada neng Nara , lagi istirahat ya ??" aku mengangguk seraya tangan ambu yg mengusap lembut rambut dan pipiku.
wanita anggun disebelah nya juga tersenyum lembut " ini ...." tunjuknya
" Nara..." jawab Ambu yang menoleh
" oh jadi ini... Nara... Nara...yg jadi topik pembicaraan di rumah..." jawabnya sambil meraih lenganku
aku tersenyum mengangguk " cantik... cantik..." ucapnya meneliti ku dari atas sampai bawah
seperti sedang menilai " pantesan aa sampe kaya ikan ****** kekurangan air waktu pas kemaren liburan " aku mengernyitkan dahi ,siapa dia ???aa???
" assalamualaikum, Ambu ....teh Ayu...." salim Vina dan yg lain pada keduanya. sepertinya aku saja yg tidal mengenali wanita berjilbab ini
" ini Rahayu..kakak perempuan Ramadhan , Ra..." ucap ambu
" ohh ,maaf maaf teh abisnya belum pernah liat ....." nyengir ku
" kumaha sih calon kaka ipar tapi henteu nyaho(tapi ga tau)..." dorongan pelan Vina dibahuku membuatku sedikit melangkah ke depan.
" ga apa-apa...memang teteh ini tidak di Bandung ,beliau ikut suaminya bertugas di Kalimantan...suami teteh tentara..." ucap Ambu
aku mengangguk pelan " oh ya sekarang ambu sama teteh mau kemana ??" tanyaku
" teteh sama ambu mau ke toilet ruang Kepsek.." jawab teh ayu..
" oh mari Nara antar ambu,teh..."
" yu..." tanpa melepas pegangan nya di lenganku ,kesan pertama ku sangat lah bagua dengan teh Ayu
" ko ambu sering sebut Rama bungsu ??" tanyaku yg penasaran beberapa kali ambu menyebut bungsu pada Rama padahal jelas jelas masih ada Rania setelah Rama.
" soalnya aa anak laki-laki satu-satunya jadi sering dimanja oleh ambu ,sampai dibilang bungsu segala " jawab teteh
" terus kalau Rama bungsu , Rania ??"
" anak bawang !!"ucap teh Ayu.
kami tertawa kecil ,ternyata sama saja mau bapak,ibu ,anak kalau memang sifatnya dari atasnya seperti itu ya begitu....
.
.
.
"Ra,..!!tunggu ....!!" pekik Inggrid dari kejauhan dia berlari ,malas sebenarnya aku menghadapi Inggrid
aku merotasikan bola mataku termasuk Vina dan kedua temanku yg lain.
" mau apa lagi kamu ??belum puas ganggu Nara karena udah rebut cowok ga bermutu loe??" sarkas Rika.
" diem loe petasan korek...gue panggil Nara ya bukan loe..." sinisnya
" ada apa ???" tanyaku malas
" bisa kita bicara sebentar Ra ..?? berdua ."
" oke, bentar guys..." aku berjalan sedikit menjauh dari pandangan teman temanku
" Ra,,," Inggrid meraih tanganku " gue minta maaf udah kasar waktu itu..gue nyesel..." ia sedikit menunduk matanya terlihat berkaca-kaca ,duhhh kenapa gue harus jadi orang ga tegaan sih ..... cuman karena matanya berkaca-kaca hati gue udah luluh.... ditambah,,, aku tercekat saat melihat ada lebam di sudut bibir Inggrid....
" ing....loe kenapa ???" aku menangkup pipinya,ia gelagapan dan menepis tanganku " gu...gue ga apa-apa, Ra cuman kejedot pintu aja gue gak sengaja nubruk pintu " senyumnya dibuat buat..
" jadi gimana Ra ??" tanya nya tersenyum mengalihkan pembicaraan
" ahhh ..ya .... oke gue juga minta maaf ya udah bales loe...." aku membalas pegangan Inggrid
" makasih Ra...karena kita udah baikan ,,,,sebagai tanda permintaan maaf gue ..gue traktir makan siang gimana ???" tanya nya " ayolah Ra...please...!!!" Inggrid memohon
mungkin saja dengan acara makan siang ini hubungan ku dengan Inggrid akan seperti dulu lagi , lagipula aku pun tidak ada jadwal kemana mana....tidak ada salahnya kan aku terima pikirku
"oke deal .....kapan ???"
" humm boleh ...oh ya gue boleh ajak Gilang kan ??soalnya Gilang udah biasa ikut kemana mana...?" tanyaku hati hati
aku tau hubungan Inggrid cs dan Gilang...
benar saja kan " Ra gimana kalau untuk sekarang Gilang ga usah ikut dulu ya...tenang aja kan ada gue..ada yg lain juga..."
sorry Ra....gue boong....
" oh kalo gitu gue ngomong dulu ke Gilang nanti ya..."
" oke gue tunggu di gerbang sepulang sekolah...."
.
.
.
.
.
awalnya Gilang menolak ,tapi aku terus memaksanya untuk tak ikut
" tapi Ra... Rama bilang ga boleh biarin loe jalan sendiri apalagi bareng mereka...."
" Lang..please...ya...masa iya kalo aku belanja pernak pernik cewe loe mau ngikut ....??"
" gue ga apa-apa ko Lang kan kalo gue ada apa apa tinggal telfon loe..."
" oke gini aja ,gue ngikutin loe dari jauh gimana ??" deal atau ngga sama sekali...??"
huffttt datang satu lagi nih cowo ga berbudi yg sama sama nyebelin mengatur hidup gue ,dikasih apa sih Gilang sama Rama buat jadi pengawal gue.....ini bukan cerita novel anak anak konglomerat yg butuh pengawal kali....hufft gue cuma remahan roti yg tertinggal di plastiknya...bukan seorang putri kerajaan Singaparna.....
sepulang sekolah Inggrid sudah menunggu ku di gerbang
" Ra...!!" pekiknya...
aku mengangguk lalu menghampiri nya " yuu kita nge-mall aja yu...!!" ajaknya memeluk lenganku posesif ,heyy kita belum sedekat itu....
" hay Ra..." Willy dan Gibran baru datang
" hay..." sapaku
" loh Dea mana ??" tanyaku celingukan sepertinya personel kurang lengkap.
" Dea sakit dia ga masuk sekolah..." jawab Gibran
" oh..ya udah,, yu!! mau jalan sekarang??" tanya Willy
" yuukk " Inggrid mengajakku masuk ke mobil Willy
dari kejauhan seperti yg sudah menjadi kesepakatan aku dan Gilang ia pun mengikuti kami bersama Bayu sedangkan Ridwan ijin membesuk Rama.
sepanjang perjalanan hanya ada kecanggungan ,hingga aku memutuskan untuk memulai obrolan
" oh ya ing.... hubungan loe sama Kenzi .....??"
" baik ..baik ...kita baik baik aja.." potong Inggrid dengan cepat ia juga terlihat tidak mau membicarakan tentang hal itu.
tumben....
mata kedua pasang temannya dari depan menyorot dengan aneh pada Inggrid...
apa aku bisa menyimpulkan bahwa ini tidak baik baik saja.
kami memilih makan siang dahulu di sebuah cafe aku sudah bisa berbaur dengan Willy dan Gibran terbukti dari obrolan kami yg ngaler ngidul membicarakan hal ini dan itu.. sesekali tertawa bercanda,tapi mataku melihat Inggrid yg sedari tadi gelisah
" ing...loe kenapa ???" tanyaku " loe sakit ???"
" ahhh engga...." kilahnya " oh iya Will gue lupa HP gue ketinggalan deh kayanya di mobil loe ...." ucap Inggrid
" masa sih ,ga biasanya barang sepenting itu loe tinggalin..." ucap Gibran menyedot ujung sedotan jusnya.
" ya udah nih ambil sendiri di parkiran..." menyodorkan kunci mobilnya
" Ra..loe mau kan nganterin gue ke parkiran ??please..." pintanya ,malas sebenarnya udah pewe alias posisi wenakkk...tapi ya sudah lah...
kami berjalan menuju parkiran lalu Inggrid membuka pintu mobil Willy dan mengambil ponselnya yg tertinggal lalu merogohnya
" OMG Ra....gue lupa ...ini flashdisk kaka gue kebawa sama gue dia lagi butuh....anter gue yu sekalian nganterin nih flashdisk ke kaka gue bentar aja deket deket sini ko...doi lagi butuh banget..." ajaknya sambil memohon
" tapi ing...itu Gibran sama Willy..??"
" udah ..udah lah.. biarin mereka disini lagian bentaran doang ko mereka ga kan marah ntr gue yg ijin..." Inggrid mendorong dorongku keluar gedung mall ,aku ingin menolak tapi lagi lagi wajahnya itu dan dorongannya yg tak cukup ku elak .
ia menghentikan taksi lalu tak pikir panjang menjauh dari situ ,wahh ko perasaan gue mulai ga enak ya ... sepanjang jalan ku lihat Inggrid terlihat gugup kakinya dihentak hentakkan cepat sambil menggigit jari jari kukunya ,fix ini seperti bukan Inggrid.
" are you ok ??" tanyaku
apakah setakut itu Inggrid pada kakanya ,apa semarah itu kaka Inggrid hanya karena flashdisk nya terbawa rasanya ini hanya hal sepele menurutku
Gilang yg kehilangan jejakku sedang mencak mencak bersama Bayu.. " Nara kemana bay..."
Bayu menggidikan bahu " si*al ...." Gilang menendang udara
." mungkin ke WC Lang tunggu saja..."
taksi sampai di sebuah rumah besar bergerbang putih... siapapun yg tinggal disini bukan dari kalangan biasa.
" yu Ra..." tanpa canggung Inggrid menarikku masuk ke dalam rumah tapi langkahku mandeg ragu , Inggrid kembali menarikku " udah Ra ga usah khawatir..."
deg.....
mataku membola saat melihat seseorang di hadapanku sedang duduk dengan santainya memakai baju t-shirt hitam dan celana jeans selutut
" good girl.... come here...." ia menjentikkan jarinya dan Inggrid mendekat... sedangkan aku hanya membatu di ruang tengah ...ingin aku kembali namun kutebak pintu itu sudah terkunci....
Inggrid loe tega sama gue.....