
happy reading all 😍
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
weekend minggu ini kuhabiskan bersama teman temanku di villa yang baru saja Rama berikan untukku beberapa hari yang lalu.
" yang ..udah ga ada yang ketinggalan??" tanya Rama meraih tas perlengkapan termasuk susu bumil ,maklum lah kalo bawa bumil itu bawaanya udah kaya mau pindahan barang susu segala dibawa...
yang lain sudah menunggu di gazzebo belakang
" a..kang Miftah ga ikut ???" tanyaku , Rama menggeleng " kang Miftah sibuk..." jawabnya ,tanpa ku tau alasan sebenarnya apa.
aku hanya berohria
yang lain berboncengan dengan motor sedangkan aku dan Rama membawa mobil.
" uhuuyyy tamasya uyy..." pekik Abay..yang dijitak oleh Rika ,sengaja Rika mengambil cuti karena Abay yang memaksa untuknya ikut dengan alasan tak mau jika harus berpasangan terus dengan Ridwan disana ,sedangkan yang lain memiliki pasangan .
lantas dimana Ridwan ,aku belum melihat batang hidung nya.
" Ridwan mana ???" seakan kehilangan anak ayam satu lagi ,berasa personil tak lengkap jika satu tak ada...
" bentar lagi nyampe katanya ..." jawab Abay...benar saja disaat kami menunggunya sambil bersenda gurau ,suara berat mesin motor terdengar berhenti di depan rumah, kami terbengong melihat Ridwan yang datang tidak sendiri khususnya aku, Rika dan Vina
" Mita...!!!" pekik kami , Mita tersenyum siap menyambut pelukan kami yang berlari menghambur
namun langkahku terhenti secara paksa kala Rama menahan lenganku
" ga usah lari lari... nanti juga Mita kesini...inget dede..." ucapnya
" lagian aku ga rela kamu meluk orang lain..." aku mengangkat alisku mendengar pernyataan Rama
" ihhh ini kan Mita ,a..." bibirku cemberut.
" loe ga kangen sama gue, Ra???" tanya Mita ditengah tengah pelukannya bersama Vina dan Rika .
" engga ...!!" sarkasku melirik Rama yang terkekeh
" ihh si Rama masih aja kaya dulu, Nara udah bunting gitu masih aja dicemburuin.." ucap Mita,ia melepaskan pelukannya dari Rika dan Vina dan menghampiriku lalu memelukku
" ta..ati ati meluknya jangan erat erat ,ntar anak gue kepencet ,ta.." ucap Rama.
" iya Ram..gue tau ihhh...calon bapa nih...over banget protektifnya.." jawab Mita memelukku melepas rasa rindu...
" kangen, Ra..." ucap Mita manja.
" udah jangan lama lama peluknya.." Rama berucap di manyuni oleh Mita.
" sama..loe cantik ,ta..." aku merenggangkan pelukanku.
" ahhhh...itu kan saran dari loe , Ra..." jawab Mita.
" saran gimana ???" tanya Vina dan Rika yang penasaran.
" iya yang suruh rubah penampilan , terus dandan kan Nara..." jawab Mita " Nara juga yang ajarin aku buat make up sama rawat diri..." tambahnya ,membuat kedua gadis ini melihat dan menyipitkan matanya seolah berkata kenapa cuma Mita ???
" engga gue ga ngapa ngapain..." aku mengibaskan kedua tanganku di depan dan menggeleng.
" mening kita berangkat sekarang, keburu kesorean..." ucapku mengalihkan pembicaraan memang waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore...
" ya udah yuu..." Rama membukakan pintu mobil dan menghalangi kepalaku dari pintu masuk takut terantuk..
.
.
.
jalan sudah berkelok menandakan sudah memasuki jalanan perbukitan ,dari belakang ketiga motor yang berboncengan dengan pasangan masing-masing.
" a... Ridwan sama Mita ,pacaran ???" tanyaku pada Rama,ia malah menautkan alisnya
" kan kamu yang lebih tau ,yang ..ko tanya aku ???" jawabnya .
benar juga kata Rama ,dia saja terkejut dengan kehadiran Mita , Mita memang sengaja mengambil cuti kuliah karena sudah rindu dengan keluarga nya dan juga ingin menghadiri pernikahan Vina dan Gilang.
rumah ini tak banyak berubah dari saat aku dan Rama terakhir datang kesini ,hanya halamannya saja yang terlihat lebih luas dan bersih juga cat rumah yang sudah diganti menjadi biru...
kamar rumah ini hanya ada dua jadi kami membaginya sesuai gender saja , Rama sedikit cemberut karena itu artinya malam ini ia akan tidur bersama om om nakal nya dede lagi...
hari sudah memasuki senja saat kami sampai hingga langit sudah mulai menggelap
tim ciwi ciwi berteriak kegirangan dan berlari menghambur turun dari motor menuju ke samping rumah melihat pemandangan senja yang begitu eksotis.
" gilaaa....!!! sejuk banget... sejauh mata memandang ijo semua ,seger...!!!" pekik Rika.
"hahahaha..." tawa kami bertiga
" yang gue liat tiap hari cuma baju sama baju..kalo engga bon belanjaan pelanggan belom lagi kalo pelanggan nya cerewet..." omel Rika yang merupakan curhat colongan.
" sabar ya sist..." aku , Vina dan Mita mengusap usap punggung Rika
" sayang kalian deh..." ucapnya
" tapi gue ga sayang loe..sayang gue buat Gilang..." jawab Vina ditertawai kami
" gue juga tau...terus loe ga sayang gue Vin ???" tanya nya sedikit memelas
" hahahahhaa....sayang pake banget..bukan cuma loe tapi Nara, Mita juga..." jawab Vina mengeratkan pelukannya.
.
.
" wihhhh sejuk nya....jadi ini hadiahnya Nara, Ram...??" tanya Abay menghirup segarnya udara , Rama mengangguk keempat laki laki ini masih berada di halaman
" Wan...loe sama Mita ???sejak kapan ??" tanya Rama yang penasaran.
" gue masih belom nembak Mita, masih bimbang..." jawab Ridwan .
" jangan loe gantung ataupun kasih harapan buat anak gadis orang ,ditambah Mita ataupun Airin sahabat Nara,wan..gue ga mau Nara ikut keseret..jadi be gentle..." pesan Rama begitu mengena di hati Ridwan yang mengangguk mengerti
sementara para gadis sedang mengagumi betapa indahnya ciptaan Tuhan ,para laki laki lah yang menjadi kacung membawakan tas mereka..
.
.
.
" gimana suka???"
sepasang tangan melingkar di perutku yang kian membuncit , sepertinya lingkar perutku setiap harinya bertambah beberapa inci..bila biasanya telapak tangan Rama akan saling menyentuh sampai ke lengannya lagi tapi tidak kali ini setiap memeluk telapak tangannya akan menyentuh pas di perutku dan mengusapnya lembut.
aku mengangguk " makasih..."
" bahagialah, Ra...jangan pernah bersedih lagi bila bersamaku..." ucapnya menumpukkan dagunya di pundakku ,halaman samping memang good position untuk melihat view keseluruhan kebun teh dan rumah rumah warga yang bermandikan cahaya lampu.
tak ada alasan buat ku untuk tak bahagia Rama, semuanya satu paket komplit sudah kudapatkan rasanya begitu picik jika aku mengeluh,bahkan bila harus mencari cari satu saja kesedihan rasanya begitu susah ,karena saat bersamamu ,kata kesedihan tak ada dalam kamusku...
" a...kalo nanti aku ga cantik lagi,badanku udah melar..apa kamu bakal tetep cinta sama aku ??" tanyaku berbalik menghadap Rama, Rama malah tergelak ,emosi dan mood wanita hamil memang mengalahkan semuanya.
" engga..." jawabnya , wajahku mengkerut seperti baju kusut yang belum disetrika.
" engga dikit... tapi cintanya pake banget... walaupun nanti badan kamu bulet kaya donat," jawabnya dengan terkekeh geli..
" awww...yang,sakit..!!! lagi dong..." pekik Rama kucubit dibagian pinggangnya namun malah menggodaku
ia membawaku ke pelukannya dan mengecup pucuk kepalaku " menualah bersama ku, Ra..i love you.."
" masuk yuu dingin..." ajaknya.
" hey...manten lawas..jangan berbuat tak senonoh ,masih ada bocil disini..." pekik Abay.
" ngaku bocil tapi tontonan 21 plus...pamali!!!!" sarkasku.
.
.
ruang tengah sudah disulap seperti warung kopi lesehan ,mataku menyipit melihat botol kaca dengan warna minuman berwarna kuning tanpa merk ,tak mungkin kan mereka minum minuman yang mereka tau dilarang agama...
aku memperhatikan Rama pun menegaknya " itu apa a??" tanyaku waspada jangan sampai si aa ustadz ini kembali ke masa masa kelamnya hanya karena liburan di tempat dingin seperti ini.
" ini minuman yang bikin kita berenergi, Ra...!" jawab Gilang tertawa kecil melihat ekspresi ku.
"jangan macem macem ya , Lang kalo sampe ini minuman alkohol kulempar kamu ke kebun teh bawah bukit..." ancamku
" wowww...atutt...!!! istrinya gengster galak..." goda Abay...
" a...masa sih temen temennya kaya gitu kamu malah ikutan??!!" tanyaku semakin kesal melihat Rama hanya tertawa saja.
" ini temulawak sayang..." cubit Rama di pipiku.
hofffttt hatiku lega..mendengar ini hanya temulawak
" ohhh ngomong dong.. kirain..." kekehku.
" mau coba dong..." aku hendak meraih botol temulawak milik Rama tapi Rama mencegahnya
" sayang..minum ini aja..." Rama menjauhkan botol temulawak lalu menyodorkan segelas susu bumil hangat
" ahhhh so sweett......" ucap Mita..
" daripada bosen gimana kalo ,kita bikin games aja??" usul Mita
" games apa??" tanya yang lain,aku hanya parno saja dengan kejadian saat ospek BEM .
" ga usah yang susah susah kita kocok buat pasangan yang kalo udah dapet pasangannya terus kita nari pasangan ...."
" cewek ,cowok ???" tanyaku
" Mita menggeleng campur..." jawabnya
diokehi yang lain " biar puas gue kasih hadiah buat pasangan dengan tarian terbaik !" ucap Rama meramaikan suasana , kesempatan siapa tau akan menjadi liburan berkesan bisa menari denganku.
" apa ??? stok daging setaun ???" tanya Abay
" kalo gue yang menang , catering hajatan di back up Ram..." ucap Gilang
" si*alan itu mah meres...." jawab Rama.
" tapi oke kalo loe menang gue jabanin ,itung itung hadiah pernikahan dari gue..." jawab Rama mengiyakan ,
" kalo aku yang menang a ???" tanyaku antusias ikut ikutan yang lain.
" dapet aku lah..." jawabnya ,bibirku mengerucut
" bosen..itu mah ga usah diminta juga ada...." dumelku.
" oke sayang mau apa ???" tanya Rama, senyumku lebar mendengar ucapan itu..
" kalo gue pengen mentahnya Ram...." jawab Mita.
akhirnya permainan dimulai nomer dikocok ,aku tertawa puas ,baru kali ini wajah Rama masam ,ia berpasangan dengan Gilang,aku dengan Vina , sedangkan yang lain sesuai pasangannya sendiri.
saat Abay dan Rika berdansa mereka malah rusuh...dengan Rika yang marah marah karena kakinya terinjak Abay niat hati ingin terlihat romantis malah berujung kritis.. Mita dan Ridwan terkesan kaku malu malu ,apa memang keduanya memiliki perasaan yang sama dan saling menyukai kini tiba giliranku bersama Vina,
" oke Vin...kita mesti dapet..ntar gue bakal minta mentahnya kita bagi dua lumayan buat nyalon..." ucapku pada Vina
" oke Ra.." jawab Vina mantap,dasar wanita mata duitan...kami berdua tergelak ,baru kali ini aku senang sekali memoroti dompet suamiku sendiri.
" hey ibu ibu sudah diskusinya ???" pekik Abay.
" oke liat ya penari profesional...." ucap Vina jumawa.
aku memutar lagu senorita lalu bergaya layaknya wanita penggoda pada Vina,geli memang tapi demi bisa nyalon , Vina dan aku menari berpasangan dengan gaya eksotis, lucu saja melihat wajah Rama dan Gilang.
" wah..wah...gawat si Nara...bayangin si Vina jadi siapa tuh???" ucap Ridwan melihat gerakan gemulai aku dan Vina yang bergantian.
menyugar rambut panjang ku dan menggigit bibir bawahku dan mengedip pada Rama ,membuat Rama terdiam ada yang hangat tapi bukan api unggun.
" cilaka Ram ,kalo deket deket laki laki lain..." tepuk Gilang
" ahhh si Vina juga sama aja , Lang..." ucap Ridwan.
" honey...besok besok belajar lagi dari Nara yang...!!" pekik Gilang menyoraki.
" wahhh gimana si Rama ga cinta mati tiap hari dikamar begitu..." ucap Ridwan.
ditengah-tengah lagu Rama menghentikan lagunya " udah ..udah cukup ..yang ada nanti minta pindah kamar..." ucap Rama di tertawai yang lain
"menang kan a???" rengekku yang meminta vote dari sang penyokong dana.
" engga...engga..." ucapnya membuatku cemberut
.
.
kini giliran Rama dan Gilang yang menari ,dari awal mereka menari saja gelak tawa sudah tercipta gaya mereka yahudd ,mereka memutar lagu lagu K-Pop di-remix dengan lagu dangdut gaya mereka bak selebriti K-Pop
" huu....!! ai lop yuuuuu Ramadhan BTS...!!!" pekik Abay dan Ridwan sudah seperti orang gila
" sarangheo oppa Gilang....!!!" pekik mereka lagi..aku sampai tak kuat menahan ingin pi*pis..di akhir mereka menautkan jari love ala k drama...
" aa curang ahhh masa dia sendiri yang punya hadiah dia sendiri juga yang menang..." ketusku ,
" inikan berdasarkan voting..." jawabnya
saat pemilihan pemenang suara untukku beda 2 dengan pasangan Rama dan Gilang.
" ngebet banget pengen menang...emang sayang mau apa ???" tanya nya.
" aku mau mangga nya pak Ranu..." jawabku ,semua terdiam sejenak lalu kemudian tertawa tergelak mengingat kejadian dulu ,tapi bagaimana aku bisa tau yappp.... tak lain dan tak bukan memang Mita lah yang memberitahuku,setelah melihat Rama yang tertawa sendiri dan bilang kalau mendapatkan fotoku butuh harga yang mahal aku bertanya langsung pada Mita.
" ga ada yang lain yang ...kan kita ga lagi di kampung.." jawab Rama.
" ga mau tau sepulang dari sini aku mau mangganya pak Ranu, langsung kamu yang metik...." jawabku telak, keputusan ku tak bisa diganggu gugat.
" gue ga mau ikut...gue masih sayang kulit gue walaupun ga mulus...." gidik Gilang yang masih mengingat bagaimana rasanya diserbu oleh satu kompi semut rangrang...
" gue juga engga... untuk ngidam Nara yang ini gue ga mau ikutan...yang bikinnya kan Rama bukan gue..." tambah Ridwan.
Mita masih tertawa mengingat kejadian itu.
" beli aja deh yang...nanti pak Ranu dartingnya kumat..." rayu Rama...aku tetap menggeleng
" mangga nya pak Ranu...!!! masa dulu aja cuma dapet foto aku kamu mau... sekarang aku ngidam anak kamu ,kamunya ga mau.." rengekku kekeh .
dengan helaan nafas berat , Rama mengiyakan saja ,masalah nanti biar bagaimana nanti saja.
.
.
.
aku pergi ke dapur ,tiba tiba saja perutku kembali lapar , disaat seperti ini makanan hangat memang paling dibutuhkan
" cup..."
" lagi ngapain hayoo...." Rama mengecup pipi kananku
" bikin mie...buat semuanya...." jawabku menuangkan air panas ke dalam cup mie
" sini..biar aku aja...itu panas..nanti kena lagi..." Rama mengambil alih panci air panas lalu menuangnya ke dalam cup mie.
aku memperhatikan gerak-gerik nya yang dengan telaten menuangkan air panas.
" makasih ganteng...." seruku.
" sama sama kesayangan..." jawabnya " janji habis ini langsung bobo ya...dede jangan bobo malem malem " ucapnya aku mengangguk
" yes daddy..." aku mengangkat jempolku.
.
.
.
.
.