Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
mau janji???


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


"bukkkkkk......!!!!"


Rama, Gilang, Bayu dan Ridwan tengah beradu jotos dengan sekelompok berandalan yg sedang membuat onar dan mabuk mabukan, sebenarnya Rama menyuruhku menunggu di kios jus milik mang Iwan namun rasa penasaran menggantung di hatiku hingga diam diam aku membuntuti Rama dan yang lainnya ,betapa terkejutnya aku melihat mereka sedang berkelahi apalagi beberapa dari berandalan itu membawa senjata tajam .


" maraneh ulah macem macem didieu....!!!!" (kalian jangan bikin ulah disini)


terlihat sudut bibir Rama sedikit lebam karena perkelahian barusan , beberapa gerombolan preman hendak berulah di pasar yg menjadi tempat para pedagang mencari nafkah termasuk abah haji....


.


.


.


.


" Ram... obatin dulu...itu luka bibir kamu..." ucap ku meringis sambil melihat luka yg berada tepat disudut kanan bibirnya.


" kamu ngapain harus ladenin mereka...." tanyaku menautkan alis ,dengan santainya ia hanya tersenyum dan menjawab " namanya juga anak cowok..."


"Ra....ini obat merah sama air minum nya..." Gilang menyerahkan satu kresek barang yg kuminta ..


angin sore hari seakan melambai memberikan sambutan untukku apalagi posisiku sekarang sedang berada di atas rumah pohon basecamp Rama cs...


" jangan sering sering kaya gini ...aku ga suka...." protesku seraya tanganku luwes mengobati luka , sebenarnya aku sedikit grogi bagaimana tidak wajah Rama berada dihadapanku menatapku intens sambil tersenyum,ya Allah jantung gue.....termasuk tatapan Bayu, Gilang dan Ridwan yg berada di situ.


" udah kali Ra...ga liat nih jiwa jomblo gue meronta-ronta liat kalian sweet moments kaya gitu..." ucap Bayu sang jomblo akut ,yg sejak dulu belum pernah merasakan yg namanya pacaran atau menyukai seseorang. Para cowok ini tengah sibuk membicarakan kejadian tadi di pasar yg membuat Rama dan mereka terlibat perkelahian darimana asal mereka dan kekacauan yg mereka lakukan di pasar,apalagi Bayu yg tampak bersemangat menceritakannya dengan berbagai gayanya.


" cowok tuh kenapa sih ga bisa gitu hidup damai tanpa berantem....ada masalah apa apa berantem..." protesku masih belum tuntas .


" kalo jambak jambakan itu cewe ,honey...." jawabnya semakin membuatku gemas hingga aku sedikit menekan lukanya .


"awwww ..." ia meringis


" nyebelin....nih minum dulu..." aku membukakan tutup botol air mineral bergambar gunung itu.


" kamu laper ga ???mau cari makan???" tanya nya , tangannya meraih dan menggenggam tanganku yg tak luput dari pandangan ketiga temannya ,mereka berdehem.


" biar gue aja yg cari makan .. daripada ngeliatin orang pacaran,,,,bikin ngiri...." ujar Ridwan yg langsung berdiri.


" wan.... ikut....!!!" rengek Bayu...


seperti biasa Gilang selalu menjadi nyamuk yg setia menemani aku dan Rama,seakan sudah biasa


" Ram,,,ada kemungkinan mereka bakal balik lagi bawa pasukan ...." ucapan Gilang sungguh membuatku menjadi khawatir.


" maka kita harus siap untuk itu... "ucap Rama menyeringai seakan ini adalah sebuah permainan seru untuknya.


" apaan sih....bahaya lapor polisi aja kenapa sihh...aku ga ijinin ya... Ram...."ucapku dengan nada ancaman dan sedikit mendorong bahu Rama.


" ga usah pada lirik lirikan ya aku aduin sama abah biar kalian dimarahin.... "


" dihhh aduan..." Rama menarik hidungku gemas.


" awas aja ya....lagian berantem ataupun tawuran itu ga akan menjadikan kalian seorang pahlawan menang jadi arang kalah jadi abu...." ucapku ngegas.


mungkin aku yg tidak mengerti bagi laki-laki harga diri begitu penting bukan masalah jika mereka harus cedera fisik namun tidak dengan harga diri....


aku menghela nafas kasar melihat keterdiaman mereka, sudah cukup aku melihat Rama terluka saat di villa ,bahkan mungkin tidak menutup kemungkinan jika mereka tawuran akan cedera yg lebih parah dari itu mengingat berandalan itu membawa perkakas yg bisa melukai tubuh seseorang ditambah dengan minuman keras yg mereka tenggak ,,, memberikan efek nekat bagi si peminum , membayangkan nya saja sudah membuatku bergidik ngeri...


.


.


.


.


.


.


.


" sana masuk gih....bilang sama ayah ,mamah sama bang Akhsan maaf ga mampir....calon mantu lagi sibuk...." ucap Rama sebelah tangannya menangkup pipiku dan sebelahnya lagi memegang tanganku .


" iya..."aku mengangguk" mau janji....??" ucapku Rama menautkan alisnya .


" janji ???" aku mengangguk cepat .


" janji ga bakalan berantem dan terluka ???" tanyaku hati hati terlihat tatapan Rama yg ragu ragu melihat jari kelingking yg kuacungkan.


aku sudah merengut memanyunkan bibirku ,katanya love me tapi untuk berjanji saja dia tak mau...


" manusia itu hanya bisa berencana tapi Allah yg memutuskan ....." jawabnya belum juga menautkan kelingkingnya di kelingking ku.


" tapi kan kalau itu bisa diusahakan. ." jawabku tak terima.


" insyaallah... diusahakan....." ia mengait kelingking ku pasrah,untuk sekarang iyakan saja pikirnya kalau besok besok ketauan gimana besok aja .


" kalo ngga... ."


" kalo ngga apa???" tanya nya penasaran.


" aku mau putus...."


deg...!!!


ia sontak terkejut "lho ko gitu..??" tanya nya .


sebenarnya ucapanku itu hanya sekedar menggertaknya saja memberikan ancaman biar saja agar Rama tak berani macam-macam lagi ,


ia segera menetralkan perasaan kagetnya " iya ahh bawel .....udah lupain masalah tawuran ga usah dipikirin. . ...." ucapnya mengacak rambutku


"sana masuk udah mau maghrib ,aku juga mau cepet cepet pulang udah ditungguin anak anak di masjid...." ucapnya.


" iya " aku mengangguk


" aku pamit ya.... ucapnya.


" iya sana..."aku melepaskan pegangannya ,aku mengangkat alisku sebelah " ya udah sana katanya mau pulang...." ucapku yg heran melihatnya masih diam di tempatnya.


" kiss bye nya mana??" tanya nya , sontak membuat mataku membola ,wajahku memerah panass......


aku menempelkan dua jariku di bibirku lalu bergantian menempelkannya di pipi Rama membuatnya terkekeh geli " sekarang masih diwakilin nanti nanti kalau sudah halal ga ada perwakilan ya...." jawabnya...aku mengulas senyuman" dasar aa ustadz mesummm....." kekehku, membuatnya tertawa renyah.


ia naik ke atas motornya "assalamualaikum..."


"waalaikumsalam....."


aku menatap punggung Rama yg semakin menjauh