Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh

Cintaku Dipalak Preman Pasar Soleh
persaingan


happy reading all 😍


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


.


" yang...aku buru buru ! nanti dijemput bang Akhsan kan ???" ia menangkup kedua tanganku khawatir bila bang Akhsan tak menjemput ku...


" iya a...bentar lagi bang Akhsan dateng..kamu kalo lagi buru buru pergi aja...mesti latihan kan ???" ucapku sambil terkekeh melihat kelebay an calon hot daddy ini,gelar suami dan calon ayah siaga harus tetap disandangnya...


" ga usah lebay a...ga ada bang Akhsan juga masih ada Wawan....kan bisa minta tolong Wawan"


bang Akhsan yang terjebak macet masih berada di jalanan ,tak lama ...yang dibicarakan datang juga ,panjang umur....


" tuh..bang Akhsan udah dateng...." saat terdengar suara berat mesin motor masuk halaman rumah bergerbang tinggi itu.


" tugas kamu mana a ??" tanyaku tidak melihat Rama menyelempangkan tube tempat menyimpan setiap kertas desainnya ...


" masih di kamar ,nanti aku ambil..." jawabnya


"biar aku aja yang ambil ,sekalian ponsel..." ucapku yang langsung beranjak ,namun belum melangkah Rama menahan tanganku


" biar aku yang ambil,yang....ponselmu di meja rias kan ???bunda ga boleh banyak naik turun tangga !" aku menghela nafas lelah sudah mulai terbiasa dengan sikap Rama yang berlebihan ,jangan sampai nanti ada adegan gendong gendongan lagi di pagi hari ...


" assalamualaikum...."


" wa'alaikumsalam.... Akhsan...masuk nak..." jawab Ambu dan Abah.


kebetulan hari ini Abah ingin di rumah karena di pasar sudah ada yang membantu , rencananya sore nanti sepulang Rama bekerja mereka akan pergi ke Pangalengan meninjau pembangunan kandang di peternakan sapi..


aku memasukkan bekal ke dalam tas Rama ,dua buah kotak makan berisi makan dan satu kotak lagi buah potong tak lupa vitamin,senyumku melengkung manakala memasukkan selembar kertas penyemangat yang kutempelkan bersama kotak bekal.


" ihh malu maluin datang datang maen comot bakwan..." aku menepuk pundak abang tembok Berlin yang sedang asyik duduk diantara Abah, dan Ambu sembari memakan bakwan.


" neng ,sudah minum susu ??" tanya ambu


" sudah mbu tadi aa yang bikin..."


hebat saja suamiku ini sesibuk sibuknya dia, tapi tak pernah melewatkan moment membuatkan nutrisi untuk istri dan calon anaknya.


" neng..jangan kecapean..pulang kampus langsung pulang..." ucap Abah menyeruput kopi hitamnya.


" iya bah.." aku baru ingat hari ini aku ada jadwal latihan bersama anak-anak band kampus..


" bah..nanti siang , Nara mau ijin sebentar ada kegiatan yang harus Nara ikutin bah... ucapku hati hati,salah salah kata bisa di cut surat perijinan ku ,bila Rama masih bisa kurayu tapi Abah???....


" kegiatan apa neng ??" tanya nya


" mamposss loe..." ucapan bibir bang Akhsan tanpa bersuara .


" ini bah..kebetulan kampus mau mengirimkan perwakilan buat kompetisi band..hanya untuk meramaikan bah...tambah kesel juga ...tapi janji bah.. Nara ga macem macem ko..." aku mengangkat kedua jari di udara perlambang sueerrr, ucapanku seperti tak ada titik komanya ,saking takut kalau abah akan murka dan tak mengijinkan.


alis Abah menekuk tajam " band yang loncat loncat gitu neng ???yang suaranya sampe mecahin gendang telinga ???" tanya Abah


engga gitu juga kali bah...kalo suara musik sampe bikin gendang telinga pecah ,mungkin warga negara Indonesia udah bu*deg semua...


" pffftttt......" bang Akhsan menahan tawanya yang siap meluncur , Abah jauh lebih menakutkan dibanding ayah...


"boleh ya bah...ada aa ko ,,,aa juga ikut...abah kaya ga tau anaknya aja...aa kan over protective dari dulu sama Nara..." aku mencoba rayuanku dengan menggelayuti lengan Abah dengan puppy eyes ku.


" neng tapi kan itu suka loncat-loncat dan bikin cape ..." jawab ambu semakin mengukuhkan pendirian Abah.


" engga,mbu.. Nara ga akan sampe loncat loncat...ko..!!" Abah menautkan alisnya hingga menyatu


" boleh ya bah...ga akan all out ko...biar kampus ada perwakilannya aja ,ga malu maluin..." rayuku


" memangnya tidak ada yang lain ya neng..." tanya Abah ,haduh sepertinya ijin abah akan lebih sulit didapat.


" engga bah..nyari yang kaya Nara kan susah bah... Nara istimewa..." jawabku terkekeh.


" nanti biar Akhsan yang pantau bah..biar dia inget..." bang Akhsan akhirnya membantuku yang sudah tak bisa berkata-kata.


" mie ayam seporsi..." ucapnya kembali tak bersuara padaku ,ku okehi...


" ya sudah tapi ingat jangan sampai bertindak ceroboh...." abah memberikan telunjuk peringatan.


aku mengangguk cepat " iya neng..kan usia kandungannya masih trimester pertama,masih rawan..." tambah Ambu


" janji diusahakan bah,mbu.." jawabku


di kamar...


saat Rama ingin membawa tugas nya dan ponselku,ternyata ponselku bergetar , nomer tak tersimpan lah yang muncul namun fotonya seorang laki-laki


" assalamualaikum...." suaranya dingin tak bersahabat,suami siaga memanglah harus bersiaga dalam segala hal bukan ?? termasuk dari calon calon duri yang akan membuat hatinya kepanasan.


" sorry , Nara lagi sarapan...kalo mau titip pesen silahkan nanti gue sampein..." jawab Rama


aku memang tak pernah menyimpan nomer nomer ponsel orang yang tak kukenal ,bahkan orang yang kukenal pun kalau kiranya tak penting tak pernah kusimpan ,pesan Rama memang sangat jelas di pikiranku.kontak telefon ku saja hanya sebatas orang orang dekatku saja,kalau dulu kontakku mencapai ratusan tapi sekarang hanya tinggal beberapa puluh saja ,hasil sortiran Rama, seperti nomer Kenzi, Vico, mantanku itu sudah dihapus habis bahkan masuk daftar hitam.


Rama turun sedikit tergesa,hingga rambut yang masih basah terlihat naik turun ,ia menyugar rambutnya dibawah sorot lampu dan cahaya matahari terlihat kebiruan,aku menggigit bibir bawahku , bagaimana Resti dan yang lain tak terpesona dengan laki laki ku ini aku saja yang tiap hari bersamanya masih saja terkagum-kagum akan pesonanya,padahal gayanya bak bad boy bukanlah keren seperti CEO CEO yang ada di TV.


" nih ponselmu..tadi pacarmu nelfon..."


" uhuukkk...!!!" aku tersedak salivaku sendiri.


begitupun yang lain menatap Rama bingung


" siapa ???" tanyaku


" Vico..." ucapnya sinis...ihhh sungguh menggemaskan


aku terkekeh " iya pacarku tuh..." menaik turunkan alisku kepada Abah dan ambu .


" wahhh mau ngapain tuh anak nelfon nelfon..." bela bang Akhsan pada adik iparnya .


" katanya mau ngingetin latihan band..ko kamu ga bilang satu band sama dia sih yang...!" kesal nya.


"katanya aku pacarnya Vico,ko panggil sayang sama aku ??" godaku..


" jawab aja...ga usah ngalihin pembicaraan..." ucapnya menginterogasi mendekatkan wajahnya.


" iya ,,,aku satu band sama Vico ,yang minta aku jadi vokalis juga Vico...emangnya kenapa a..kan aku ga punya masalah ataupun perasaan apapun sama Vico...salah ya?? lagian kan semua juga tau aku udah ada yang punya wong empunya aja sering ke kampus ko , ??" jawabku


Rama diam tak menjawab ,benar juga ! apa yang harus ia takutkan ..


" pacar aku tuh disini yang pake baju putih...yang lagi ngambek gara gara cemburu ga jelas..." godaku menampilkan ciri ciri Rama.


" pacarku tuh ga ada tandingannya,buat apa cari yang lain ,kalau kata sempurna udah menempel di dirinya..." tambahku.


menggombal pagi pagi buat suami ,pahala kan???


wajahnya merona ,berasa lucu saja badboy wajahnya pinky.


" katanya telat gih berangkat ...!!" pintaku ,ia mengangguk setelah berpamitan pada Abah dan ambu


" bang titip Nara,kalo jaraknya kurang dari 5 meter sama tuh cowok cubit aja..." kelakarnya ,aku mengantar Rama sampai ke depan


Rama menyarangkan kecupan nya di kening ,lalu ke seluruh inci wajahku membuatku terkikik geli seraya tanganku yang memeluk pinggangnya seakan tak mau melepaskan lelaki kesayangan ku ,apalagi waktu untuk bertemu kembali dengannya tak tau kapan,bisa jadi tengah malam ia baru pulang saat aku sudah terlelap...


" bakal kangen dong..." cemberut ku,ia terkikik " apalagi aku..." jawabnya .


" ya udah nanti aku telat..." Rama mengusap pucuk kepalaku


" a..aku punya sesuatu buat kamu..." ucapku. Rama mengernyit " apa ???" aku merogoh saku celana bahan yang kupakai lalu mengeluarkan tangan kosong namun saat akan ditunjukkan pada Rama aku menautkan jempol dan telunjukku membentuk love


" sarangheo oppa...!!" di depan wajahnya , Rama tergelak


" boleh masukin ke tas ga ??" tanyanya


" kamuuuu...." jawabnya dengan kikik kan .


" ga bisa lah...!! ya udah gih ntar telat..ntar kalo ga latihan band kamu kalah sama band ku..." ucapku jumawa.


" oh ya,yang ada kamu siapin mental buat legowo karena bentar lagi hukuman sama permintaan ku menunggu..." balasnya , Rama melepaskan pelukannya mengecup bibirku sekilas lalu beranjak hendak memakai helm


" a...kan lupa ...!!!" pekikku .


Rama berbalik " assalamualaikum...."


" a...bukan itu..." aku mendekat ke arah Rama meraih tangannya lalu menempelkannya di perut rataku..


" hati hati daddy..jangan lupa makan bekal sama vitaminnya say dadah buat daddy..." ucapku menirukan suara anak kecil


" astagfirullah sampe lupa ,dede jangan nakal ya,ingat...jagain bunda, kalo bunda yang nakal dede....."


" bikin bunda mual aja....!!!" ucapku berbarengan dengan Rama,sampai hatam aku dibuatnya...


lalu Rama mengecup perutku lama dan pergi .


setelah sarapan aku mengambil kunci mobil Rama dan memberikannya pada bang Akhsan ,


.


.


.


.


.


sebelum masuk ke kelas aku terlebih dahulu ke ruang musik bersama teman band yang lain memilih milih lagu yang akan dibawakan ,termasuk pemilihan dress code,tak lupa Airin yang terus mendampingi ku .


" Narasheila kan??" tanya seorang mahasiswa mendekatiku.


" iya " jawabku.


" ada titipan dari Rizal anak manajemen..." ia menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah dan berpitakan pink.


" Rizal ??" tanyaku memastikan sambil memandang ke arah yang lain dan Airin.


" Rizal anak mana ??" Vico bangun dari duduknya, seolah-olah apapun yang berurusan denganku menjadi urusannya...


" sorry gue cuma nyampein aja ...sekalian katanya dia minta kenalan ma nomer whatsapp loe, Ra..." kembali si mahasiswa itu membuatku dan yang lain menatap heran.


" sorry siapa nama loe ???" tanyaku


" Adrian... "


" thanks ya amanatnya gue terima...tapi gue bakal lebih hargain kalo orangnya langsung yang kasih..." ucapku , Adrian mengangguk lalu kembali .


aku membuka kotak berpita itu isinya adalah sebuah gantungan kunci namun sangatlah indah dan kutebak bukan gantungan kunci yang bisa kita beli di toko aksesoris biasa.


" Ra...??!" tanya Airin memanggil


" gue bakal kasih Rama ko,ga enak kan kalo kita ga terima barangnya..urusan boleh diterima apa engga nya biar Rama aja yang nentuin..." jawabku menyimpannya ke dalam tas.


setelah check sound dan menyamakan keselarasan ,kami pun kembali ke kelas masing-masing.


" Narasheila...!!" pekik seseorang dari belakang, perawakannya cukup tinggi , rambutnya pun tersisir rapi dan di pomade,stylenya cukup rapi bila dibandingkan Rama ,aku mengangkat alisku sebelah


" gue ???" tanyaku sambil menunjuk pada diriku sendiri.


" iya...gue Rizal...anak manajemen....yang tadi titip hadiah buat loe..." jawabnya tersenyum


" oh..." jawabku singkat , Airin menyenggol lenganku


" loe suka ??" tanya nya ,aku hanya nyengir terpaksa ...


" belom gue liat..." bohongku "btw makasih tapi gue rasa loe ga perlu kasih kasih gue lagi deh..." jawabku.


" kenapa ???loe ga suka ??atau kurang ???" tanya nya.


" bukan bukan....!!!" sanggah ku segera


" gue takut cowok gue marah....kalo nerima nerima barang dari orang lain...." jawabku


" ohh cowok loe posesif dong.."


aduh serba salah nih gue...benakku


" sorry zal...gue sama Airin duluan..." aku menarik Airin menjauh dari Rizal.


" dihhhh dibilangin punya cowok juga masih aja ...sebelas dua belas sama si Vico ....." kekeh Airin ,


" iya...dan gue mesti jauh jauh , Rin...soalnya calon anak gue ini sekutu bapaknya...kalo deket cowok lain suka mual gue...,!!" adu ku , Airin tergelak


" aneh...!!!" sela nya


" banget...!!" tambahku .


.


.


.


" Ra...loe yakin mau iyain lagu itu ...lagu itu kan rock , Ra..." tanya Airin sambil menyeruput jus jeruknya hingga terdengar suara


slurrppp!!!!!


" ihhh berisik banget..." sarkasku memprotes tindakan lebay Airin


" hingga tetes terakhir , Ra...sayang mubadzir..." bela nya tak mau kalah,aku memutar bola mata jengah


ting...


ponselku berdenting ,aku melihat pesan sebuah foto ,makan siang seseorang di sebrang sana ,lelaki ku yang sedang makan dan kotak makan siang yang sudah habis


" abis yang..enak...vitamin dan buahnya juga udah kumakan ... thanks ya bunda...love you ,paling suka sama ucapannya..."


aku tersenyum ,teringat secarik kertas berisi ucapan penyemangat yang kutulis tadi pagi


dimakan sampai habis ya daddy,jaga kondisi jangan sampai daddy sakit ,sesibuk sibuknya daddy selalu ada yang menunggumu....


yang mencintaimu


bunda dan dede ❤


terakhir Rama mengunggah foto secarik kertas itu di story WhatsApp nya ,sampai para barisan gadis gadis fans garis keras band kampusnya heboh...salah satu idolanya mengunggah foto kertas yang membuat hati para jomblo meronta-ronta...


" Lang ,balik ngampus nanti jemput Abah langsung otewe Pangalengan,gue langsung meluncur dari percetakan..." ucap Rama di sambungan telefon nya pada Gilang .


" siap a daddy..." kekeh Gilang yang ternyata ikut melihat unggahan Rama, Rama menggelengkan kepalanya geli dengan kelakuannya sendiri.


" nanti juga loe ngerasain , Lang..." jawab Rama yang memang merasakan sejak mengenalku ia menjadi pribadi yang lebay .otak konyolnya pun ikut ikutan tertular bucin.


" hay guyss...gue boleh ikut duduk kan ???" tanya seseorang yang membawa mangkuk mie ayam dan es teh manis,mereka yang duduk mendongak


" oh boleh ko res..." jawab Mahesa, Resti duduk di samping salah satu teman Rama sedangkan Rama sendiri diapit oleh Mahesa dan Abay juga anak anak band lainnya ,ditengah tengah obrolan dan candaan istirahat mereka


" uhuuukkk...brad...!!!" tepuk Radit pada Mahesa hingga membuat Mahesa membalas menepuknya.


" liat ..bro..ini kan pacarnya kang Miftah ketua senat dari kampus xxxx ,yang pernah kesini ???!!" tunjuknya pada layar ponselnya yang menampilkan situs peserta kompetisi band antar kampus yang akan diselenggarakan oleh pihak panitia , Radit sedang membuka link berisikan daftar peserta yang akan mengikuti kompetisi,salah satunya dari kampusku


" vokalis men.... !!!cantik gila sih..kang Miftah keliatan nya dingin gitu bisa ya dapet cewek cantik kek bidadari... " kekehnya yang tak tau ,kalau orang didepannya lah suami sah nya...


" kalo gue punya cewek kaya gini ,mau gue borgol biar ga kabur..." jawab yang satunya , sedangkan Mahesa, Abay,dan Resti yang tau menatap Rama ngeri karena pandangan Rama sudah menajam bak elang , Rama merebut ponsel milik Radit dan melihat wajah dan profilku disana ,sebuah foto dengan rambut curlyku tergerai dan tersenyum manis di gazzebo belakang rumah Rama.


" hemmm minta dikelonin daddy ini..." senyum smirk Rama terpancar " abis kamu,yang...." gumamnya.


.


.


.


.


.


halo loha gengs akhir akhir ini mimin sibuk banget diusahakan ya gengs up secepatnya lagi ,oh ya mimin minta do'a nya ya semoga CDPPS lulus review dan dapet antrian secepatnya buat tampil di beranda...makasih sebelumnya masih setia bareng mimin yang ga tau akhlak ini suka gantungin para readersnya aa Rama....tapi apalah daya gengs....😘😘